
'Lah itu bukan pengacara yang tajir itu kan?'.
'Ngapain dia kesini?'.
'Ada anaknya kah yang kuliah disini?'.
Bisik mahasiswa dan mahasiswi yang melihat Papah Danu (Papahnya Dylan) berjalan melewati mereka. Papah Danu datang dengan sengaja ke kampusnya Dylan untuk bertemu anaknya dan juga calon menantunya.
Hingga Papah Danu melihat Cinta dan Dylan sedang duduk di kantin ,dan langsung menghampiri mereka untuk ikut bergabung. Seisi kantin dibuat takjub melihat kejadian ini ,mereka tidak tau itu papah dari Cinta atau Dylan ,mereka hanya menerka nerka jika pengacara yang terkenal tajirnya itu adalah papah Cinta.
"Papah". Ujar Dylan yang terkejut melihat papahnya yang datang untuk pertama kalinya.
Cinta langsung bersaliman sopan kepada papahnya Dylan.
"Ikut papah mau?". Tanya Papah Danu.
"Kemana pah?". Balas Dylan.
"Ke makam bunda ,papah ingin bertemu dengan dia". Jawaban Papah Danu membuat Dylan dan juga Cinta terkesima ,bagaimana bisa papahnya yang selama ini angkuh bisa bersikap baik seperti ini.
Dylan tidak bisa menjawab apapun selain tersenyum kepada papahnya itu.
"Papah udah denger berita tentang kehamilan Cinta yang udah tersebar di kampus ini ,makanya papah ke sini". Bisik papahnya Dylan.
"Sekarang Cinta emang lagi banyak yang bully pah". Jawab Dylan membela Cinta.
"Tenang ,kalau ada papah semuanya bakal baik baik aja". Papah Danu menepuk bahu Dylan dengan pelan.
"Cinta ... Bilang sama papah siapa yang berani bully kamu?". Papah Danu sengaja membesarkan volume suaranya agar seisi kantin bisa mendengarnya.
"Engga ada ko ,pah" Balas Cinta ragu untuk memanggil papahnya Dylan dengan sebutan papah.
"Bilang aja sama papah ,kasih tau siapa orangnya ,sekali kali orang kaya gitu harus dikasih pelajaran ,papah sama sekali ga takut ,karena sepinter apapun orang itu cari pengacara gaakan ada pengacara yang bisa ngalahin papah".
'*Ah gila ,gue takut kalo berurusannya jadi gini'.
'Bener tuh ,pengacara kaya dia emang susah banget ada yang ngalahin dia ,makanya dijadiin pengacara mahal'.
'Ga nyangka gue ,kalo Cinta punya bokap sekaligus dekingan sengeri ini*'.
Papah Danu menaikan sebelah alisnya kepada Cinta dan Dylan seakan akan memberi tau kalau semuanya sudah kelar.
Setelah sekiranya masalah calon menantunya kelar ,seperti yang ia katakan pada Dylan ,dia akan pergi kemakam mantan pacarnya yang tidak lain adalah bundanya Dylan ,Yoona. Dylan dan papahnya berada di mobil yang berbeda , Dylan harus selalu membawa calon istrinya kemanapun ia berada kalau tidak kejadian seperti tadi pasti akan terulang lagi.
🍁🍁🍁
Sesampai mereka di makam milik bunda Yoona ,papahnya Dylan sontak terjatuh lemah tepat di pinggir makam yang ada didepan matanya. Melihat foto mendiang wanita yang selama ini ia cintai ,tertera didepan batu nisan yang bertuliskan nama Yoona Andrew. Dylan menggenggam tangan Cinta untuk membantu Cinta berjongkok di sebelah makam bundanya itu.
"Haiii ,udah lama rasanya kita ga ketemu ,gimana kabar kamu? Baik bukan?". Ujar papahnya Dylan yang tersenyum menciumi bingkai foto milik Yoona.
Terbesit kenangan masa lalu yang tidak bisa ia lupakan bersama bundanya Dylan ,tersenyum jika mengingat masa dimana dia selalu bahagia ketika bersama Yoona. Kalimat yang tadi dia ucapkan adalah kalimat yang sering ia gunakan untuk menyapa Yoona.
"Maaf selama ini aku sudah menjadi ayah yang buruk untuk anak kita ,aku tidak pernah menganggap dia sebagai anakku ,itu semua karena aku masih tidak menerima atas meninggalnya kamu Yoona. Aku tau ini semua terjadi atas kesalahanku ,aku sudah egois tetap menikahi dia ,dan meninggalkan kamu bersama anak kita". Papahnya Dylan mulai mengoceh sendiri.
"Aku sadar sekarang ,aku tidak ingin kehilangan seseorang yang menjadi bukti atas kisah cinta kita ... Meskipun aku sudah jahat kepadamu ,apakah kamu masih mau memaafkanmu?".
"Aku harap kamu bisa memaafkanku karena aku sekarang sudah memenuhi keinginan anak kita yaitu bersama sama menjengukmu ditempat ini ... Sudah 23 tahun bukan kita tidak bertemu? Ini adalah pertemuan pertama kita untuk kesekian kalinya ,dan perasaan itu tidak akan pernah berubah". Lanjutnya.
"Bunda ,sekarang Dylan bahagia ,akhirnya sekarang papah bisa jenguk bunda ,ini juga berkat Cinta ,mungkin kalau gaada Cinta ini semua ga akan terjadi". Celetuk Dylan yang mulai merangkul Cinta dengan hangat.
"Ahh iya , Cinta sangat mirip dengan kamu ,sikapnya ,cara dia menyayangi Dylan sama dengan kamu dulu menyayangiku ,jadi wajar jika anak kita sangat ingin menjaga Cinta". Balas papahnya Dylan.
'Mas Danu Dylan ,aku bahagia ,terimakasih Cinta'. Suara yang samar samar didengar Cinta ,Dylan dan papahnya Dylan.
Setelah suara itu sudah berenti ,mereka bertiga bercelingak celinguk mencari sumber dari suara itu ,betapa mengejutkannya bagi mereka setelah tidak menemui siapapun ,karena dimakam ini hanya ada mereka bertiga tidak ada siapapun.
"Apa itu suara bunda?". Ujar Dylan dengan nada terkejut.
"Bunda ada disini? Bunda ngeliat kita?". Lanjut Dylan yang mulai histeris.
"Tidurlah dengan tenang disana Yoona ,aku disini akan menjaga Dylan dan juga Cinta ,aku janji akan berubah ,menjadikan cerita singkat kita sebagai pembelajaran untuk siapapun". Danu mengelus elus bingkai foto Yoona.
Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini ,katanya Dylan. Karena untuk pertama kalinya Dylan mendengar suara bundanya yang selama ini tidak pernah ia dengar. Aku senang melihat Dylan senang ,aku akan selalu mengingat moment ini ,untuk pertama kalinya juga aku melihat air mata yang menetes dari wajah Dylan meskipun aku tau ,air mata itu adalah air mata kebahagiaan.