
Seiring berjalannya waktu entah kenapa aku menjadi tambah dekat dengan Ka Dylan ,rasa kecewaku kepada Pangeran yang membuatku menjauhinya ,entah kenapa rasanya perkataan Mina perihal Pangeran menyukainya itu benar. Aku lebih memilih menjauhinya dari pada harus setiap hari bertemu tapi isinya hanya pertengkaran.
Aku pernah keapartement Ka Dylan tinggal ,tidak melakukan apa apa kami hanya belajar bareng. Kini ,akupun juga sedang di apartementnya ,rasanya jika aku berada di apartementnya hawaku menjadi lebih nyaman dan tenang ,kenapa? Karena tidak ada yang mengetahui dimana diriku berada.
Ketika kami sedang menonton tv ,tiba tiba suara handphoneku berdering menandakan ada seseorang yang memberikan pesan. Pesan itu tidak lain dan tidak bukan dari Pangeran ,dia memberikan foto kepadaku ,aku tidak membacanya ,hingga dia mengirimkan berkali kali pesan sehingga membuat Ka Dylan menyuruhku untuk membukanya.
Aku shock setengah mati setelah melihat beberapa foto yang Pangeran berikan kepadaku ,apa yang baru saja aku lihat? Pangeran sedang berada di kamar hotel dengan kancing kemejanya terbuka bersama Mina ,apa yang mereka lakukan?. Mina juga sedang tidur dilengannya Pangeran dengan sangat dekat.
Ka Dylan yang sadar akan perubahanku langsung mengambil handphoneku dari tanganku ,hatiku rasanya sakit seperti di cambuk berapa kali. Tak lama dari Ka Dylan melihatnya ,dia lagi lagi mengirimkan sharelock kepadaku.
"Sekarang gimana?". Tanya Ka Dylan sambil memegang pundakku.
"Cinta sesak". Jawabku lemas.
"Berarti gausah kesana ya?". Tanyanya lagi.
"Tapi Cinta harus samperin Pangeran".
"Nanti kalo lo kambuh lagi gimana?".
"Kalo Cinta kambuh bawa Cinta kerumah sakit ,pokonya Cinta kamu ketemu Pangeran sekarang". Aku mengerek kepadanya.
Ka Dylan yang tidak mampu menolak permintaanku langsung mengantarkanku ke lokasi yang tadi sempat di sharelock dengan Pangeran ,atau Mina. Selama perjalan ,aku mencoba untuk tidak menangis ,karena untuk apa aku menangisi pria brengsek seperti Pangeran?. Jelas jelas dia sudah mengkhianatiku.
Aku mengalihkan penglihatanku dari pandangan Ka Dylan dengan menyenderkan kepalaku kepintu mobil lalu melihat kearah langit ,awan malam yang menjadi saksi betapa aku sangat terluka hari ini. Hingga aku merasakan tanganku yang sengaja digenggam oleh seseorang yang tidak lain adalah Ka Dylan ,aku menengok kearahnya lalu dia tersenyum.
Sesampai aku ke hotelnya ,kami berfikir jika aku memaksa masuk ,Pangeran pasti tidak akan membukakan pintunya ,kecuali kami mempunyai kartu untuk membuka pintunya. Setelah memutar arah pikiran akhirnya Ka Dylan entah dari mana ,dia bisa membujuk karyawan hotel untuk memberikan kartu masuk hotel yang satunya lagi.
"Hai". Ucapku yang tidak percaya dengan apa yang aku lihat ,ternyata foto itu terbukti adanya. Kalimatku berhasil membuat Pangeran terbangun dari tidurnya.
"Apa apaan ini?". Ujar Pangeran sambil menatap kearah Mina lalu menatap mataku ,dan melihat kearah kemejanya ,dia langsung kembali mengancinginya.
"Ternyata dugaanku tentang rencana tuhan memberi kesempatan aku untuk hidup kembali itu salah. Awalnya aku mengira tuhan berbaik hati kepadaku agar memberikan aku kesempatan untuk bisa hidup bahagia bersama kamu ,tapi ternyata salah ,tujuan tuhan memberikan aku hidup lagi adalah untuk melihat semua kejadian ini". Aku melontarkan kalimat dengan spontan.
"Cinta , aku mohon...". Jawab Pangeran sambil mendekat kearahku.
"Udah!!! Cinta bilang udah!! Ini bukan kali pertama Cinta mergokin Pangeran bermesraan sama Mina ,kenapa Pangeran ngelakuin ini sama Cinta?! Oh apa mungkin Pangeran berniat balas dendam sama Cinta. karena gara gara Cinta ,Ka Rey dan Ka Bella meninggal?". Potongku dan melepaskan genggaman tangan Pangeran dengan sangat kasar.
"Ga ngelakuin gimana Cinta tanya? Hah! Jelas jelas Cinta udah nyaksiin ini ,masih berani bilang kaya gitu?!".
"Dengerin penjelasan aku dulu plis Cinta". Lagi lagi dia mencoba meraih tanganku namun tidak segan segan aku menolaknya.
"Sampai kapanpun Ka Pangeran adalah Ka Pangeran yang aku kenal ,ga akan pernah bisa berubah jadi Pangeran yang aku cintai ... Terima kasih ka ,udah kasih Cinta hal sebesar ini ,inget ya , kalo Cinta marah jangan pegang pegang tubuh Cinta ,jangan pernah juga hubungan Cinta ... Kalo Ka Pangeran lebih bahagia sama Mina yang bisa kasih semuanya sama Ka Pangeran , Cinta ikhlas".
"Mungkin ini salah Cinta ,bener kata Julian ,kalo Cinta terlalu manja ,mungkin karena itu Pangeran gambah ilfil sama Cinta , Cinta sadar ko ,Cinta emang ga pantes buat Ka Pangeran". Lanjutku.
\_*Clek*\_
Lagi lagi darah keluar dari mulut dan hidungku secara bersamaan , Ka Dylan dengan sigap menadangku dari belakang , Pangeran yang ingin menolongku langsung dihadang dengan Ka Dylan.
"Gue cukup sabar ngeliat lo perlakuin Cinta !! Lo ga pantes buat Cinta , lo cuma laki laki paling brengsek yang pernah gue temuin ,dan lo ,lo galain dan ga bukan adalah laki laki pengecut Pangeran". Bentak Ka Dylan.
"Cukup buat gue kehilangan cewe yang gue sayang gara gara lo ,dan sekarang gaakan gue biarin lo ngelakuin hal yang sama kepada cewe yang gua sayang". Lanjutnya.
"Kapan gue usik kehidupan lo? Gue ga pernah ketemu lo ,gausah ngada ngada Dylan!". Jawab Pangeran.
"Yakin? Lo lupa , Bella... Bella meninggal gara gara siapa? lo ! Lo yang ninggalin Bella dihari pertunangan lo sama dia demi Cinta , dan sekarang lo ninggalin Cinta demi cewe murahan kaya dia?!". Saut Ka Dylan yang sangat marah.
"Ada hubungan apa lo sama Bella ? Ini masalah udah lama ,gausah lo bahas bahas ini lagi!".
"Bella adalah adik kandung gue ,ya ,selama ini gue nutupin kebenaran ini dari Cinta karena awalnya gue pengen balas dendam ke kalian berdua karena menurut gue kalian berdua adalah penanggung jawab atas meninggalnya adik gue ,tapi seiring berjalannya waktu Cinta kasih penjelasan buat gue ,perihal meninggalnya Bella itu gaada sangkut pautnya sama dia".
"Tapi tetep aja ,gue gamau lo buat gue kehilangan Cinta dengan cara yang sama gimana gue kehilangan adik perempuan gue satu satunya". aku menjadi lebih terkejut karena mendengar pengakuan dari Ka Dylan.
"Ka Dylan ,udah yah ,kita pulang aja". Ucapku lemah.
"Sama aku aja ya". Celetuk Pangeran.
"Ga ,Cinta lagi marah sama Ka Pangeran ,jangan ganggu Cinta dulu".
Tak lama dari itu Ka Dylan langsung menggendongku dan membawaku pergi dari tempat dimana Pangeran berdiri ,kami saling tatap ,aku menatapnya dengan perasaan kecewa. Setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi karena aku jatuh pingsan dipelukannya Ka Dylan.
'Pria yang katanya mencintaiku ,pria yang katanya tidak ingin kehilangaku justru pria itu yang menghilangkan diri dengan cara naif seperti ini ,hatiku sangat sakit ,rasanya tidak ada alasan aku hidup didunia ini ... Mamah jemput aku saja ,aku lelah'. Pintaku dalam hati.