
**Rey sangat terkejut ketika dia membaca selembar kerta yang tadi ditinggalkan oleh Pangeran untuk mencari keberadaan Cinta.
'Kenapa surat ini dikasih ke Pangeran ,jelas jelas semua orang udah tau kalo gue pacarnya Cinta?'.Batin Rey menggerutu. Dia merasa gagal sebagai pacar yang tidak bisa menjaga pasangannya.
Dia langsung keluar dari tenda dan mencari guru pembimbing agar bisa bersama mencari cintanya dan juga sahabatnya.
"Pak,tadi saya ngeliat surat ini di tenda saya ,dan kayanya surat ini udah dibaca duluan sama Pangeran,makanya tadi saya liat Pangeran keluar tenda".Katanya sambil berusaha meyakinkan bahwa mereka berdua sudah pasti hilang di hutan**.
(**Sedangkan disisi Pangeran dan Cinta).
Di gubuk yang ada ditengah tengah hutan itu,Pangeran hampir putus asa akan keselamatan Cinta,dia tidak bisa melakukan apa apa ketika Cinta sakit seperti ini. Badan Cinta berubah menjadi lemas dan sangat pucat.Pangeran yakin bahwa Cinta mempunyai penyakit yang serius maka dari itu ,dia tidak melakukan apa apa ketika Cinta sedang sakit parah seperti ini.
"Lo harus kuat Cinta,gue yakin nanti bakalan ada orang yang cari kita,termasuk Rey".Begitu ucapan dari Pangeran yang berusaha meyakinkan Cinta bahwa nanti pasti akan ada yang datang yang menolong mereka.
"Aku gakuat ka,disini dingin,dada aku sakit banget".
"Lo gaboleh ngomong gitu ,kalo lo emang masih anggap keberadaan gue ada ,gue mohon,bertaha jangan lemah kaya gini".
Meskipun Pangeran sangat ingin berdua dengan Cinta sama seperti dulu sebelum Cinta menjadi pacaranya Rey ,Pangeran ingin Cinta selamat sekarang ,bagaimanapun caranya ,dia yakin bahwa nanti akan ada seseorang yang membantu. Pangeran tidak melepaskan genggamannya dengan Cinta ,berusaha membuat kehangatan untuk tubuh Cinta yang sedingin es ini sekarang.
•••
•••
•••
"Okey baiklah ,bawa ini jika ingin mencari temanmu,bapak tidak bisa meninggalkan perkemahan ini,ajak saja teman kamu untuk menemani kamu,yang pasti kamu tidak sendirian ketengah tengah hutan ,apa lahi ini sudah malam". Jawab guru pembimbing sambil memberikan alat komunikasi yang tidak menggunakan sinyal.
Rey langsung pergi bergegas dan mencari orang siapa yang tepat untuk menemaninya dihutan itu.Disaat dia sedang sibuk berlari tanpa sengaja dia menabrak Rendra yang sedang berjalan.
"Lo kenapa? Ko buru buru gitu?".Tanya heran Rendra.
"Cinta sama Pangeran ilang, gue harus cari mereka... Lo mau ikut bantuin gue cari mereka?".
"Yaudah gue ikut... Kita berdua doang?".
"Kalo kebanyakan orang nanti ribet urusannya".
"Lo ga ajak Julian?".
"Julian dimana emangnya?" .
"Tadi sih gue liat dia lagi ngobrol sama dekel yang temennya Cinta... Coba lo telepon aja Rey".
Rey menelepon temannya Julian.
Julian: 'Ada apa bro'.
Rey: 'Ikut gue sekarang ,Cinta sama Pangeran ilang'.
Julian: 'Okey,gue ikut'.
Mereka bertigapun pergi ketempat yang diberi petunjuk diberikan pada surat itu.
Mereka berjalan hanya menghandalkan senter yang berada dihandphone milik mereka masing masing.
Mereka kesulitan jalan karena tanah yang dibahasi bekas hujan tadi ,dan sekarang sedang gerimis. Tidak ada diantara mereka yang dapat menghindari air dari langit itu,tubuh mereka menjadi basah.
Apa yang bisa dirasakan Rey ketika melihat cintanya sedang berpelukan dengan sahabatnya,tapi sekarang Rey bisa menahan amarahnya dan bisa menghilangkan ras egois yang ada didirinya berkat Cinta yang telah mengajarkan banyak hal denganya.
Tubuh Cinta menjadi tambah gemetar,sepertinya dia sudah tidak bisa bertahan lagi di kondisi seperti ini. Rey membalikkan badan Cinta dari badan Pangeran ,dan apa yang dilihat Rey,pacarnya penuh dengan darah ,dan masih ada sisa darah yang ada di hidung Cinta.
Cinta masih sadar dengan sekelilingnya ,sampai dia merasakan tubuhnya dengan cepat dirampas dengan tangan Rey ,sekarang Rey menggendongnya dan membuatnya melepaskan genggaman tangan dari Pangeran.
Rey,Julian,dan Juga Pangeran bergegas untuk kembali ke perkemahan ,sedangkan Rendra,Rendra naik ke gebuk dan mengambil sesuatu yang ada digubuk itu.
•••
•••
•••
"Ya ampun Cinta ,lo kenapa bisa kaya gini?".Tanya panik Sarah ketika dia melihat Cinta yang sudah penuh dengan darah itu.
Rey menaruh Cinta kedalam tenda milik Rey.
"Malam ini ,Cinta tidur ditenda gue,kalau ada yang mau ngebantah ,bakalan berurusan gue nanti!".Perkataan yang biasa Rey ucapkan dulu,mampu membuat semua orang yang ada diperkemahan itu diam dan tidak bisa melanggar atau ngebantah perkataan dari Rey.
"Alay banget si tuh orang ,apa coba maksudnya".Gerutu Sonya yang melihat pujaan hatinya perduli dengan musuh terberatnya.
Didalam tenda Rey menidurkan Cinta,Cinta menarik tangan Rey ketika Rey ingin keluar dari tenda itu.
"Kenapa sayang?".Kata lembut terlontarkan dari mulu Rey ,sambil mengelus rambut Cinta.
"Gapapa ,cuma mau bilang ,makasih buat semuanya". "Aku tidur duluan yah". Sambung Cinta.
"Iya sama sama sayang,yaudah ,kamu tidur sekarang ,besok pagi ,kita pulang lebih awal ,biar kamu bisa istirahat yang tenang dirumah". Mendengar ucapan dari Rey ,Cinta mengangguk pelan lalu berusaha untuk tidur.
Setelah itu,Rey keluar darii tendanya ,dan pergi dekat perapian yang sudah ada Pangeran dan Julian disana. Dia duduk sambil menundukkan kepalanya.
"Gue takut kehilangan Cinta bro".Ucap Rey dengan nada sedih.
"Kenapa Rey?". Jawab Julian sambil menepuk pelan bahu Rey.
"Ya,takut aja ,gue tau dia pasti ada penyakit yang ngebuat dia jadi tambah parah kaya gini". "Gue takut banget sumpah,gue udah terlanjur Cinta sama Cinta". Mendengar itu,sontak membuat Pangeran menoleh kearah Rey.
"Lo segitu ga ngeliat betapa dia berusaha buat kuat tadi". Celetuk Pangeran.
"Oiya ,gue mau tau kenapa lo dan cinta bisa sama sama hilang diwaktu yang sama ?". Curiga Rey kepada Pangeran.
"Tadi dia cerita sama gue ,dia dapet surat yang sama sama gue,dan itu yang ngebuat dia kesana,dan waktu gue lagi ditenda Rey,ada yang ngelempar gue batu dan dbatu itu di bungkus surat ,disurat itu ngasih tau ya gue harus kesana kalo Cinta mau baik baik aja ,tapi gue tau ,orang itu salah orang Rey".Penjelasan Pangeran.
"Gue yakin ada maksud tertentu dari orang yang kasih surat ke lo berdua ,atau jangan jangan sebenernya orang itu ngiranya yang ada didalam tenda itu gue bukan lo".
"Bisa jadi tuh Rey,kan lo berdua satu tenda ,bisa aja itu orang salah sasaran dan gatau siapa yang ada didalem tenda itu". Celetuk Julian.
"Jadi ,lo mau lakuin apa Rey".Tanya Pangeran.
"Urusan siapa orang yang udah berani ngejebak Cinta ,itu biar urusan belakang ,sekarang yang terpenting adalah,keselamatan dan keselamatan Cinta ,itu lebih penting dari segalanya sekarang".
"Lo cinta banget ya sama Cinta Rey?".Tanya penasaran Julian.
"Kalo ga cinta gue gaakan seperduli ini sama Cinta ,Cinta beda dari cewe lain,dia wanita istimewa bagi gue,lo liat tatapan matanya ke gue? Itu yang ngebuat gue tambah cinta sama dia".
'Lo bener Rey,Cinta beda dari cewe lain ,dan bagi gue cinta adalah wanita yang paling istimewa juga'.Gerutu dalam hati Pangeran.
"Udah bro ,gue mau ke tenda duluan". Ujar Pangeran yang menepuk bahu kedua temannya.
"Lo mau tidur di tenda ,ran,?".Tanya Rey.
"Iyalah,tidur dimana gue,lagian itu tenda muat buat 3 orang kan?".Buat Rey dan Julian ,sangat jarang mendengar nada ucapan seperti itu dari Pangeran.
"Pangeran kenapa tuh?". Ucap heran dari Pangeran.
"Gatau gue ,lagi kesel kali". "Gue ke tenda juga ah,mau tidur".
"Gue juga deh".
Mereka berduapun meninggalkan perapian dan pergi ke tendanya masing masing. Ketika Rey membuka tendanya,dia melihat keduanya sedang tidur,dengan arah yang berlawanan. Ia menghelakan nafas bersyukur karena tidak ada apa apa diantara Pangeran dan Cinya yang seperti ia pikirkan.
Rey mendekat kearah Cinta ,lalu mencium keningnya lagi ,terlihat ,Rey rela berubah hanya demi Cinta orang yang ia sangat sayang. Dia lalu tidur dengan arah yang berlawanan dari arah Cinta.