
Kita memakan dengan sangat lahap ,sepanjang waktu kita makan entah kenapa Julian selalu cari ribut denganku sampai sampai Sarah dan Pangeran banyak tarik nafas saking sabarnya.
"Hei". Tiba tiba suara pria muncul dari belakangku ,kami ber4 terkejut dan memastikan suara siapa yang tiba tiba datang.
"Takdir banget yah kita ketemu lagi". Ucap pria itu kepadaku.
"Ka Dylan". Ujarku pelan. Ka Dylan menghampiri kami ber4 dan saat bersamaan juga Pangeran menatap kearahku.
"Katanya masih ada tugas kuliah ka?". Tanyaku gugup.
"Iya ,ngerjain tugasnya kan disini".
"Ganggu ya?".Tanyanya lagi.
"Engga ko ka ,kan Pangeran Julian Sarah?". Jawabku ,aku sangat takut jika Pangeran sudah menatapku seperti ini.
"Oiya ,gue Dylan seniornya Cinta". Ka Dylan menaikan tangannya seolah olah mengajak kenalan Pangeran.
"Gue Pangeran". Jawab ketut Pangeran tanpa membalas jabatan tangannya Ka Dylan.
"Gue Julian kakak kelas di SMAnya Cinta yang paling tampan". Julian yang sadar akan situasi canggung seperti ini langsung menyambar jabatan tangan Ka Dylan yang masih terangkat.
"Lo?". Tanya Ka Dylan kepada Sarah.
"Aku sarah". Jawab Sarah malu malu.
"Ah kayanya gue ganggu yah ,yaudah duluan ya Cinta sampai ketemu besok". Kata Ka Dylan menepuk pelan bahuku lalu pergi.
Kami yang tadinya berdiri langsung duduk kembali ,suasana menjadi tambah dingin dan diam setelah kejadian Ka Dylan tadi. Aku rasa Julian juga tidak berani melontarkan leluconya padahal jika disituasi seperti ini sangat menguntungnya jika dia melontarkan leluconya.
"Enak banget yah ,baru masuk kuliah udah ada yang ngegebet". Ucap Pangeran sambil memainkan jemari telunjuknya di piring tatak coffenya.
"Tadikan Ka Dylan bilang ,dia cuma senior Cinta doang". Jawabku.
Aku dengar Sarah dan Julian berbisik agar tidak ikut campur dalam masalah ini.
"Jangan diperpanjang ,Ran". Ucapku pelan.
Aku sangat bingung jika Pangeran sudah bersikap seperti ini ,dia lagi lagi cemburu tanpa alasan denganku. Aku terus menerus berputar pikiran agar mencari solusi bagaimana caranya Pangeran mengatasi cemburunya. Entah kenapa disaat aku berputar pikiranku aku merasakan tubuhku kejang kejang.
"Lo kenapa ,Ta?". Ucap Julian panik , Pangeran langsung menoleh kearahku yang masih kejang tidak karuan seperti ini.
Nafasku menjadi tidak beraturan lagi ,aku tidak bisa menjawab pertanyaannya Julian.
"Kamu kambuh lagi?". Suara Pangeran yang tidak kalah paniknya dengan Julian.
"Diem!". Bentakku lalu pergi meninggalkan Pangeran ,Julian dan Sarah.
Aku berlari dengan nafasku yang masih belum beraturan ,tidak tahu harus apa ,aku mencari cara agar aku bisa pulang atau aku harus ke rumah sakit. Sudut mataku tertuju kepada seseorang yang berdiri sambil memainkan handphonenya didepan mobilnya. 'Ah ,syukurlah Ka Dylan belum pulang' Ucapku.
Lalu ,aku memutuskan untuk menghampirinya.
"Lo kenapa?". Tanya paniknya sambil merangkul bahuku lalu memasukkanku kedalam mobilnya.
"Kambuh lagi? Katanya udah sembuh? Gimana nih? Mau langsung pulang atau ke rumah sakit?".Tanyanya berturut turut.
"Ke rumah sakit boleh? Sekalian mau cek up sama Ka Wisnu". Jawabku sambil berusaha mengatur nafasku.
Tanpa menunggu lagi Ka Dylan langsung menancapkan gas mobilnya dan bergegas menuju rumah sakit yang tadi sudah aku beri tahu. Selama perjalanan , dia seperti seseorang yang tidak konsen menyetir ,kadang dia melihat kearah jalanan kadang melihat kearahku.
"Dikit lagi sampe ko ,sabar ya". Ujar Ka Dylan.
Setelah menunggu beberapa menit ,akhirnya Ka Dylan sampai dirumah sakit dan memakirkan mobilnya lalu mengantarkanku keruang cek up.