The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 82.



"Kamu mau tinggal bareng papah?". Tanya Papah Danu kepada Dylan ketika ingin menuju mobilnya.


"Hmmm... Nanti aja pah ,takutnya kedatengan aku sama Cinta dirumah jadi bahan omongan semua orang". Jawab Dylan tampak berfikir dengan keras.


🍁🍁🍁


"Seneng banget kayanyanya". Goda Cinta yang melihat Dylan tidak berhenti senyum dari tadi.


"Iya dong". Jawab sumringah Dylan.


"Cinta takut". Ucap pelan Cinta.


"Takut kenapa sayang?". Dylan menarik pucuk rambut Cinta dengan pelan.


"Takut kalau nanti Cinta ga bisa liat dede bayi ,nanti pasti dede bayi ga bisa inget Cinta sebagai bundanya".


Dylan sontak melihat kearah Cinta ,benar saja ,wanita itu sedang menunduk mengotak atik kukunya yang tidak kotor itu. Dylan mengerti ,perasaan wanita hamil memang sedikit sensitif ,Cinta pasti kepikiran jika nanti nasib Dylan dan juga Cinta dirasakan kembali dengan anaknya kelak.


"Soal umur kan di tangan tuhan Cinta ,tuhan pasti kasih yang terbaik buat kita". Jawab Dylan yang bermaksud menenangkan Cinta.


"Dylan tau ga ,dari kecil Cinta selalu berharap banget dapet perhatian dari papah setelah Cinta tau kalo mamah Cinta udah gaada... Cinta pengen tinggal bareng sama papah dengan waktu lama ,tapi papah ga pernah punya waktu buat itu ,sampe waktu Cinta berjuang melawan penyakit Cintapun diawal papah ga bisa dateng dan engga urus Cinta ,malah bayar Ka Wisnu buat jadi dokter khusus buat Cinta.. Pas Cinta udah parah banget baru papah pulang". Cinta sedikit bercerita tentang kehidupannya ke Dylan. Dylan sedikit kasian mendengar cerita dari Cinta tersebut.


"Kamu kangen papah kamu ya?". Tanya Dylan.


Cinta mengangguk pelan.


"Telepon aja kalo kangen". Lanjut Dylan.


Tanpa berpikir lama Cinta langsung mengeluarkan handphonenya dari tas kecilnya.


'Eh lo dimana sih'. Cinta mengangkat telepon dari Jake.


'Dijalan Jake'.


'Cepet napah ,lupa lo sama barang belanjaan lo ?? Gue nungguin didepan pintu apartement lo dari tadi'.


'Astaga !!! Cinta lupa Jake beneran ,yaudah Cinta nanti minta Dylan cepetan pulangnya'.


'Jangan nanti ,sekarang ,gue pegel nih'.


'Iya iya sabar'. Dimatikan.


Dylan menatap aneh kepada Cinta ,dia tidak tau kenapa Jake menelepon Cinta dan kenapa Cinta menerima telepon dari Jake.


"Dylan ,Jake lagi nunggu di apartement ,tadi dia bawa Cinta ke Mall ,beliin ini itu buat Cinta , Cinta lupa ambil tadi makanya dia bawain barang barang Cinta". Ujar Cinta dengan cepat kepada Dylan.


"Kamu minta dibelanjain sama Jake?". Tanya Dylan yang sedikit cemburu.


"Engga ,tadi dia maksa Cinta ,Cinta udah tolak tapi malah dia sendiri yang milihin baju buat Cinta dan dede bayi".


🍁🍁🍁


Sesampai Cinta dan Dylan diapartementnya ,benar saja ,mereka menemukan Jake yang sedang berdiri plus membawakan paperbag yang sangat banyak ditangannya.


Dylan sejak tadi hanya diam menahan kecemburuannya terhadap kedekatan Cinta dengan Jake. Bagaimana bisa dia membiarkan wanita yang mengandung anaknya itu didekati oleh temannya sendiri ,tapi dibalik diamnya itu ,dia merasa tidak punya banyak hak terhadap Cinta karena sesungguhnya mereka memang belum mempunyai hubungan atas nama Cintanya tersebut.


Apalagi Dylan mengetahui jika tadi Jake telah mencium Cinta. Itu membuatnya sangat cemburu. Sejujurnya ,Dylan bukanlah tipe lekaki yang pecemburu tapi entah kenapa Dylan merasakan sangat cemburu terhadap hal ini.


"Gue mau pegang perut lo". Ujar Jake secara tiba tiba yang membuat Cinta maupun Dylan menengok kearahnya terkejut.


"Buat apa?". Tanya Cinta.


"Gue mau tau ,itu dede bayi bilan terimakasi ga ke gue ,kalo semisal dia tendang tangan gue berarti dia bilang terima kasih kalau dia diem berarti tuh anak ga tau terima kasih". Jake menaikan satu alisnya cepat.


Cinta memegangi perutnya ,menatap keperutnya lalu menatap ke Jake ,seakan akan anaknya ingin diambil oleh penjahat saja.


"Gue ga akan bunuh anak lo kali Ta ,ga usah takut ,cuma mau tau aja ,dia tau berterima kasih kaya lo ,atau ga tau berterima kasih kaya bapanya". Celetuk Jake.


Dylan menatap tidak sukanya kepada Jake.


"Sebentar aja ya". Jawab Cinta.


"Iya". Balas Jake. Lalu menepatkan tangannya ke perutnya Cinta.


Jika bisa diutarakan melalu emotikon ,ekspresi Dylan sekarang seakan akan wajahnya mengeluarkan tanduk dua dan wajahnya berwarna merah.


Jake merasakan hangatnya perut dari Cinta ,sambil menunggu reaksi anak dari wanita yang ada didepannya ini. Detik demi detik seakan akan menegangkan bagi Cinta ,karena sampai detik inipun anaknya tidak bereaksi apa apa kepada Jake.


Jake yang merasa sudah lama menunggu hendak melepaskan tangannya dari perutnya ,tapi didetik terakhir tangan Jake yang ingin mengangkat ,perut dari Cinta seakan akan langsung menendang tangannya Jake.


Cinta menemukan ekspresi aneh yang baru ia lihat selama ia berteman dengan Jake.


"Aaahhh pinter banget sihh". Ucap gemas Jake yang tanpa sadar ia mencium ujung perut dari Cinta.


"Ah Jake jangan cium cium". Cinta menolak.


"Lan ,kalo lo ga mau tanggung jawab gue mau ko tanggung jawab". Ujar Jake berbicara kepada Dylan.


"Bacot lo". Jawab cepat Dylan.


"WOOWWW GALAKKK!!! Udah ah gue mau pulang nanti burung beo dirumah gue nyariin gue lagi". Balas Jake lalu berdiri dan segera berpamitan kepada Cinta dan Dylan.


Cinta dan Dylan mengantarkan Jake sampai daun pintu mereka , Dylan langsung masuk tanpa berkata apa apa kepada Cinta. Cinta kaget ,kenapa Dylan secara tiba tiba bersikap seperti ini kepadanya ,apa dia berbuat kesalahan sampai Dylan tidak mau berbicara kepadanya sekarang?.


Menurut Cinta ,padahal baru saja Dylan bersikap seperti biasa kepadanya ,tapi kenapa sekarang tiba tiba Dylan mendadak berubah seperti ini?.


'Apa pria yang baru mau mempunyai anak moodnya seperti ibu hamil juga?'. Batin Cinta menggerutu.