
Aku berniat membeli buku novel di toko buku yang biasa aku beli,dengan memakai dress berwarna biru selutut aku pergi ke tok buku itu,tanpa diantar oleh supir yang biasa mengantarku. Karena aku rasa ,sudah lama rasanya aku pergi sendirian semenjak kejadian burukku bersama mantan ku yang bernama Jeno.
Jika kalian bertanya kemana orang tuaku,jawabanku selalu sama jika teman temanku bertanya yang sama akan tentang itu ,yaitu,papahku terlalu sibuk untuk mengurusi satu anak seperti aku,papah mungkin beranggapan jika waktu bisa dibayar oleh uang. Kadang ,jika boleh suruh pilih,hidup sederhana tetapi selalu ada waktu dengan keluarga atau hidup berkecukupan tetapi hilang waktu bersama dengan keluarga,aku lebih lebih memilih hidup sederhana tetapi selalu ada waktu untuk kumpul dengan keluarga. Bahkan aku suka iri kepada teman temanku yang selalu mempunyai waktu bersama dan mempunyai waktu kumpul bersama keluarga kecilnya, tapi mereka befikir ,hidupku yang lebih dari cukup bisa membuat mereka lebih bahagia ketimbang kumpul bersama orang tua,dan mamahku ,mamahku sudah tiada sejak aku lahir ,bahkan aku tidak pernah melihat nyata wajah mamahku selain melihatnya difoto.
Maka dari itu ,aku ingin pergi ketoko buku untuk membeli novel yang aku incar,tanpa seorang supir. Dan kebetulan aku tidak bisa menyetir ,aku pesan taksi online aja untuk mengantarku ke toko buku itu.
•••
•••
•••
Aku berjalan ditrotoar jalanan dengan sangat gembira,mencoba menghilangkan rasa kesepianku dibalik senyum yang tersungging dimulutku. Hingga tiba tiba ,tangan kananku ditarik paksa oleh seseorang yang berada dibelakangku,akupun membalikkan badanku kearah seseorang itu,betapa kagetnya ketika aku tahu siapa yang menarik tanganku.
"Udah lama rasanya kita ga ketemu,kenapa kamu menghilang sih ". Ucap menggelikan dari pria itu.
"Belum puas ,hah,belum puas lo bikin gue sakit hati?". Jawab sinisku sambil menepis genggaman tangan darinya.
"Aku cuma mau minta maaf cinta,aku ga bermaksud ngelakuin kaya gitu".Katanya berusaha mengambil tanganku.
"Jeno.... Bisa lo gausah dateng lagi kehidup gue".
"Ga. Aku gabisa".Dia menarik paksa tanganku lagi ,hingga membuatku tidak nyaman karena kesakitan,tanganku dibuat merah karena terlalu erat dia mengambilnya. Aku memberontak tetapi Jeno lebih kuat dariku.
"Kalo lo emang cowo,jangan pernah lo sakitin cewe yang ada didepan lo".Suara khas itu,sepertinya aku kenal,itu bukannya suara khas dari... Ka Pangeran?.
Aku dibuat terpelongo menyaksikan pembelaan dari Ka Pangeran ,bagaimana bisa dia disini juga? Apakah dia juga sering ke toko buku?. Dia melepaskan tangan Jeno dengan paksa.
"Dia siapa? cowo baru kamu?".Tanya sewot dari Jeno. Aku diam tidak menjawab pertanyaan dari Jeno.
"Siapapun gue,itu ga penting,yang penting,cinta adalah cewe yang special buat gue,dan sekarang gue pinta ,lo pergi! Pergi".Gretakan dari Ka Pangeran justru membuat Jeno percaya kalau dia adalah pacarku,Jeno pergi dengan muka yang memerah marah.
"Sebenernya lo mau kemana?".Kata lembut dari Ka Pangeran.
"Ya mau ketoko bukulah,mau kemana lagi".
"Cewe manja kaya lo itu seharusnya diem dirumah bukan keluyuran sendiri diluar".Jawabnya,entah kenapa,kurasa dugaan ku terhadap ka Pangeran itu salah,iya memang sikap dinginnya tidak bisa hilang,tetapi menurutku ,dia baik,walaupun perkataannya itu membuatku sakit hati sih,mengataiku manja.
"Aku tuh ga manja ya ka,buktinya aku berani tinggal dirumah sendirian tanpa mamah dan papah".Ucapku ,setelah sadar membuka aib keluargaku sendiri. Saking bodohnya aku menututup mulutku dengan jariku.
"Emangnya orang tua lo kemana?".Dia menaikan satu alisnya.
"Huh... Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing masing".Aku menghela nafas setelah menjawab pertanyaan dari ka pangeran.
"Bareng sama gue mau? Gue juga mau ketoko buku ko". Singkat namun penuh makna,what!! Bagaimana bisa aku menyaksikan si priadingin ini mengajakku ketoko buku bareng dengannya,disekolah si pria dingin ini jangankan berbicara sedekat dan sebanyak ini ,menatapku saja bahkan dia mungkin seperti orang jijik kepadaku.
"Kenapa engga? Lagi pula kalo ada Ka Pangeran ,Jeno pasti ga berani nyakitin aku lagi".Dia tertawa tipis.
Kami berjalan bersama sama ke toko buku,diliat liat ,sang pria dingin ini tampan juga,padahal dia hanya memakai sweeter berwarna hitam dan memakai celana levis berwarna cokelat susu tapi tetap saja ketampanannya tidak bisa disembunyikan.
"Bisa ga ,gausah ngeliatin gue kaya gitu?".Ucapnya.
"Dih,siapa yang ngeliatin kaka? Geer banget sih".Aku mengeles karena malu ketauan dengan pria dingin yang ada disampingku ini.
Ah,tenang sekali rasanya bisa datang ketoko buku ini lagi,dengan sigap aku mengambil buku yang aku incar,tapi bentar,kenapa Ka Pangeran juga mengambil buku yang sama? Kini tanganku berada dibawah tangan Ka Pangeran.
"Ka... Pliss buat aku yah".Aku mengerek supaya Ka Pangeran tidak mengambil buku yang tinggal satu itu.
"Ah,yasudahlah,buat lo aja".Katanya kecewa.
"Kaka ngomong apa?".Ucapku memastikan.
"Engga ko,udah cepet bayar ,gue temenin ko".Akupun ke kasir untuk membayar buku yang menjadi rebutan. Aku menghampiri Ka Pangeran yang ternyata masih berada didepan pintu keluar toko buku itu.
"Lo mau makan ga?".Katanya tanpa melihat wajahku.
"Iya aku laper".Jawab singkatku.
"Disini ada restoran yang biasa gue mampir sama Bell...".Dia menghentikan perkataannya.
"Sama siapa?"Kataku pura pura tidak tahu,padahal aku tau itu, dia tadinya ingin menyebutkan nama Bella kepadaku,hehehe.
"Gapenting. Tapi itu enak ko dijamin lo suka". Dia langsung jalan meninggalkanku dibelakang,dengan cepat aku mengejar Ka Pangeran.
••••
•••••
•••••
"Biasa ya mas dua". Aku lihat,Ka Pangeran sudah biasa ketempat ini,terlihat dari pelayanan dari pelayaran dari restoran yang tadi datang.
Si pria dingin itu sedang memainkan handphonenya. Aku menunggu pesanannya dengan sangat bosan,tiba tiba,lagu kesukaanku disetel di mall ini yaituuuuu...... Teman cintaku dari Devano dan Aisyah Aqilla. Aku mendengarnya dengan sangat syahdu,hingga disatu part yang aku suka dinyanyikan oleh ka Aisyah.
"Engkau lelaki terbaikku ,kuingin tau kuingin kau jadi teman cintaku".Mulutku mengikuti lirik lagu yang disetel itu.
"Suara lo bagus juga cin".Aku kaget mendengar perkataan dari Ka Pangeran karna tadi kukira dia sedang sibuk dengan handphonenya ternyata.
"Heheh makasi ka".
"Lo anak baru kan? Kenapa ga ngambil eskul musik ,kan musik juga ada yang jadi penyanyinya".
"Aku gatau harus daftar ke siapa ka".
"Oiya ,ketua eskul musik disekolah kita namanya Rendra,temen gue,nanti gue bilang ke dia kalo lo mau daftar". Tidak menyangka,ternyata Ka Pangeran yang awalnya dingin ternyata bisa sebawel ini didepanku,sampai sampai aku bingung ini ka pangeran atau bukan.
"Iihh nanti aja ,kaka temuin aku sama siapa tadi namanya? Ka Rendra yah? Biar aku bisa apa ya ,ah susah deng dijelasinnya". Jawabku gugup.
Ka Pangeran yang hendak menjawab terpotong dengan pelayan yang sudah tiba membawa makanan yang dipesan Ka Pangeran tadi,kamipun makan makanan yang dipesan tanpa bicara sedikitpun,mungkin Ka Pangeran tipe cowo yang enggan bebicara disaat sedang makan.Aku tersenyum kecil ketika melihat pria yang kuanggap menyebalkan dari awal dan pria yang enggan aku dekati diawal pertemuan malah sekarang pria yang membantuku bahkan membelaku didepan cowo bejad Jeno,sekaligus menemaniku mencari buku yang aku inginkan dam sekarang aku malah sedekat ini makan satu meja dengannya. Aku rasa dia tidak seburuk yang aku kira.
"Gue aja yang bayar". Dia menghentikan tanganku yang hendak mengeluarkan uang yang ada ditasku.
Kami berduapun keluar dari mall itu dalam keaadaan kenyang,heheh.
"Lo yakin tuh cowo ga ngengangguin lo?".Tanyanya dengan nada khawatir.
"Yakin ko ka,aku udah minta supir aku ngejemput ,katanya dia udah dijalan".Jawabku.
"Yaudah gue temenin lo sampe supir lo dateng". Ah,ternyata rasanya gini ya,diperlakukan berbeda dari biasanya dengan pria yang angkuh,dingin,sombong dan arogan disekolah.
Dan tak lama dari itu supirku datang menjemputku.
"Duluan ya ka".Ucapku berpamitan dengan ka pangeran.
"Iyah cinta,hati hati dijalan".Jawabnya dengan lembut.
"Ka Pangeran juga hati hati dijalan".Dia mengangguk pelan kepadaku diiringi senyum hangat yang tersungging dimulut manisnya,tahi lalat yang berada dipinggir dekat matanya membuat pelengkap ketampannya tertera diwajahnya,eh,ko,aku jadi memujinya?.