The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 21.



Sudah puluhan kali aku mencoba untuk menelpon Rey,tapi hasilnya nihil,tidak ada sinyal ditempat ini . Hari sudah menjelang malam,aku sudah menunggu lama ditempat yang tidak aku ketahui.


Sekarang ,aku duduk dipohon besar yang ada disampingku,aku sangat takut,bagaimana jika ada binatang buas disini? Dan bagaimana jika aku dimakan oleh binatang buas itu? Harimau contohnya.


Disaat aku tidak punya harapan sama sekali untuk kembali ke tempat camping ,ada suara yang sangat kecil yang terus terusan memanggil namaku.


"Cintaa!!! Cintaa!!! Lo dimana!!!". Begitu suara yang aku dengar.


"Tolong!!! Siapapun itu,tolong bantu aku ,aku disini". Teriakku kepada orang itu ,aku tidak bisa mengenali suaranya. Aku mengengar langkah kaki yang mendekat kearahku.


"Cinta". Suara yang ada dibelakangku membuatku kaget dan langsung menoleh kearah suara itu. Sontak aku langsung memeluk seseorang yang aku kenal karena saking ketakutannya.


"Ka Pangeran,aku takutt".Lirihku kepadanya.


"Tenang Cinta... Gimana lo bisa kesini? Ini tempat jauh banget dari perkemahan".Dia bertanya kepadaku,suara yang sudah lama aku tidak dengar ,sekarang aku mendapatkannya disaat seperti ini.


"Tadi ,ada orang yang engga aku kenal ngasih surat keaku ,dan isi surat itu adalah,aku harus pergi kedanau sebelah utara karena ada orang yang udah nunggu aku ,dan ketika aku udah disini ternyata gaada orang disini,aku takut ka ".Pelukanku semakin erat kepada tubuh hangat Ka Pangeran.


"Surat? Bentar ,gue kesini juga ,karena ada yang ngelempar batu yang dibungkus kertas ,dan tulisannya juga sama,apa ada yang coba buat ngejebak kita?". Mendengar itu,sontak membuatku melepaskan pelukanku.


"Kalo bener ada yang mau ngejebak,apa tujuannya ngerencanain ini semua?".Tanyaku sambil menyeka air mataku.


"Biar nanti kita pikirin lagi, yang penting sekarang kita cari jalan keluar buat keluar dari hutan ini".


"Langit udah gelap ka ,apa kaka bisa tau jalan yang bener buat kita pergi dari hutan ini?".


"Oiya ,lo bener,yaudah sekarang kita cari tempat yang aman dan yang pasti jangan disini".


Ka Pangeran mengambil tanganku dan mengajakku jalan untuk pergi ketempat yang lebih aman. Suara besar geludug dapat aku dan Ka Pangeran dengar didalam hutan ini. Kayanya dikit lagi mau hujan,dan benar saja ,tidak lama dari suara geludug itu ,air hujan langsung membasahi tubuhku.


"Pake jaket gue Cinta".Ka Pangeran langsung membuka jaketnya dan langsung menutupi tubuhku dengan jaketnya.


Tiba tiba ,tubuhku seperti tidak ada tulangnya dan langsung jatuh ketanah,Ka Pangeran langsung jongkok untuk menyenderkan tubuhku kekakinya.


"Lo kenapa Cinta? Kambuh lagi?".Katanya sambil mengatur rambutku yang berantakan.


"Gatau ka,aku gakuat berdiri". Kataku kepadanya ,melihat wajahnya yang panik ,membuat hatiku sedikit tergores rasa bersalahku karena sudah menjauhinya tanpa sebab.


Ka Pangeran langsung menggendong tubuhku dengan kedua tangannya dan mencari tempat yang aman ,dan syukurlah,ternyata ada gubuk bambu entah siapa yang membuatnya ditengah tengah hutan seperti ini. Ka Pangeran langsung menaruh tubuhku yang lemas ini kegubuk itu dan menyandarkan tubuhku didepan tubuh hangatnya.


"Ka...".Aku mengelap wajahnya yang basah dengan air hujan dan keringatnya.


"Lo yang gapapa ,gue takut lo kambuh lagi Cinta".Dia memegan pipiku dengan kedua tangannya.


"Aku gapapa Ka".Kataku mencoba untuk menenangkan ka Pangeran padahal rasanya sangat sakit.


~Clek~.


Darah yang tidak kerasa keluar dari hidungku dengan deras. Pangeran sangat panik ,dia tidak tau harus apa,dia hanya mengelap darah yang dari hidungku dengan bajunya. Pada saat itu, dadaku rasanya sesak lagi!.



Dia langsung memelukku dengan panik.


"Gue gamau kehilangan lo Cinta".Begitu yang aku dengar dengan keadaan seperti ini. Aku tidak bisa bicara apa apa,dadaku sangat sesak. Aku tidak tahu apa yang terjadi dibagian dadaku.


Aku mencoba mengatur nafasku ,dan syukurlah,sakit sesakku hilang. Aku melepaskan pelukan Ka Pangeran dan melihat ke bajuku ,bajuku penuh dengan darah yang tadi sempat menempel dengan bajunya ka Pangeran. Itu adalah darahku.


Pangeran memegang kedua tanganku dengan kedua tanganku,dia meniupkan kedua tanganku agar terasa lebih hangat.


"Cinta,boleh gue bilang sesuatu sama lo?".


"Apa ka?".


"Apa ga seharusnya lo ngejauhin gue kaya gini?".Dia menatapku dengan sangat dalam.


"Aku cuma ngelakuin yang menurut aku bener ma".


"Yang menurut lo bener? Tapi engga buat gue Cinta,gue gamau kehilangan lo ,ta, gue sayang sama lo,gue bener bener gamau kehilangan lo". Aku membendung air mataku agr tidak jatuh. Aku tidak percaya apa ini sungguhan atau tidak.


"Lo yang selalu ada disaat gue butuh orang yang bisa ngebuat gue ngelupain hal yang mungkin dulu mustahil buat gue lupain. Kenapa Cinta,kenapa lo ngejahuin gue kaya gini?".


"Maafin aku ka ,aku ga bermaksud seperti itu". Aku langsung memeluk tubuh hangatnya Ka Pangeran ,dan dia memelukku dengan sangat erat.


Tanpa disangka ,disaat seperti ini,Pangeran melakukan hal yang sama ketika pertama kali Rey mengantarkan aku pulang. Ciuman itu membuat tubuhku menjadi lebih hangat.


"Jangan kaya gini lagi Cinta,lo ngebuat gue tambah khawatir sama lo". Dia memelukku lagi.


Yang kami harapkan kali adalah ,ada bantuan yang bisa menyelamatkan kami dari hutan ini. Dan setidaknya dari kejadian ini,aku bisa tau apa yang membuat Ka Pangeran berubah menjadi aneh akhir akhir ini. Aku juga tau ,kalau perasaan aku ,tidaklah perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Aku bahkan lupa kalau aku mempunyai pacar ketika aku bersama ka Pangeran.