The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 61.



4.


"Calon istri Dylan lagi masak ya". Ujar Dylan yang sudah rapih ,memeluk Cinta yang sedang memasak dari belakang.


"Sana dulu Cinta mau taro nasi goreng ini ke piring ,biar kita bisa makan". Pinta Cinta kepada Dylan.


Dengan inisiatifnya Dylan ,tanpa disuruh ia langsung membawa 2 buah piring dan dua buah gelas untuk mereka berdua makan dan minum. Dylan juga menuangkan susu yang ada di kulkasnya ke gelas tadi.


Cinta menuangkan dan membagi nasi goreng secara adil. Setelah semuanya beres Cinta dan Dylan sarapan berdua sebelum berangkat kuliah. Dylan memakan suapan pertama masakan dari pujaan hatinya.


"Kenapa? Ga enak ya?". Tanya Cinta yang melihat reaksi Dylan senyum senyum sendiri sambil mengunyah nasi goreng buatannya.


"Enak ko ,enak banget malah". Jawab Dylan.


"Terus kenapa senyum senyum gitu?".


"Gue mau ucapin terima kasih sama lo ,lo masih mau hidup bareng gue walaupun dikeadaan susah kaya gini". Lagi lagi Dylan menjawabnya dengan senyuman hangat.


"Cinta yang harusnya terima kasih sama Ka Dylan , Ka Dylan udah mau nerima Cinta diposisi kaya gini ,Cinta udah buat hidup Ka Dylan susah". Cinta mengelus pelan tangannya Dylan.


"Lo mau habis pulang kuliah nanti kita ke suatu tempat?". Tanya Dylan.


"Kemana?".


"Liat nanti aja". Jawab Dylan penuh teka teki.


(Skip di kampus).


Tentu saja di kampus Dylan dan Cinta harus terpisah karena mereka tidak satu angkatan ,kelas mereka berbeda. Cinta yang sedang di incar dengan Jake pun sangat dibuat risih ,kini Jake duduk di sebelah Cinta.


Sepanjang pelajaran dosen mengajar , Jake selalu menatap kearah Cinta , Cinta yang menyadari itu hanya bersikap pura pura tidak tau.


"Cinta ,katanya kaki lo keseleo?". Tanya Jake dari bangkunya. Membuat mahasiswa maupun mahasiswi yang mendengarnya langsung melihat kearah Jake dan Cinta.


"Engga ko ,kata siapa?". Jawab Cinta sekaligus melihat kearah kakinya yang nyatanya tidak sakit.


"Masih bisa jalan?". Tanya Jake sambil mendekat kearahnya Cinta.


"Masih ,nih Cinta bisa berdiri ko". Jawab Cinta berdiri.


"Yaudah ayo". Ujar Jake langsung menggenggam tangannya Cinta.


"Ayo kemana?". Tanya Cinta aneh.


"Katanya tadi bisa jalan ,ayo jalan bareng gue kita pulang bareng". Jawab Jake yang membuat Cinta diam seribu bahasa.


"Ciee ciee". Seisi kelas berteriak meledek Cinta yang mulai malu.


"Ayo". Suara khas Dylan langsung membawa Cinta pergi sekaligus membuat genggaman Jake dengan Cinta terlepas ,kejadian itu membuat seisi kelas saling berbisik.





"Jake penipu". Gerutu Cinta sebal.


"Kenapa?". Tanya Dylan tertawa.


"Dia tanya Cinta ,kaki Cinta keseleo ga? Ya Cinta jawablah engga orang Cinta ga keseleo eh dia tanya lagi masih bisa jalan? Cinta jawab lagi bisalah ,tiba tiba dia narik tangan Cinta dan bilang ayo ,abis itu dia bilang katanya tadi masih bisa jalan yaudah ayo kita pulang bareng". Penjelasan Cinta.


"Dia bukan penipu ,dia mau ajak lo jalan bareng ,lo nya aja yang ga ngerti telat mikirnya". Dylan menjitak keningnya Cinta.


"Mahasiswi di kampus ngarepin Jake ngajak pulang bareng lho ,lagi pula Jake kan ganteng, masa lo ga tertarik sih?". Dylan meledek.


"Bodo amat ... Pokonya Cinta ga mau nanti sekelas ngiranya Cinta pacaran sama Jake!!! Titik". Bentak Cinta yang membuat Dylan malah tertawa keras.


"Udah sampaii". Ujar Dylan yang berhenti dipinggir jalan. Dylan membuka pintunnya Cinta lalu mengambil bunga di bagasi belakangnya.


"Dipemakaman umum Ka Dylan mau nembak Cinta? Yang bener aja ,masa disini". Celetuk Cinta yang mengada-ngada.


"Siapa lagi yang mau nembak lo ,gue juga pikir pikir kali ,yaudah ayo masuk". Dylan menggenggam tangan Cinta dan membawa Cinta masuk kepemakaman.


Yoona Andrew


Jakarta, 1 Januari 1992.


Jakarta, 1 Januari 1992.


Cinta terkejut melihat batu nisan yang tertera nama yang mungkin bundanya Dylan ,hal yang menguatkan kuburan itu adalah kuburan bundanya Dylan adalah tanggal meninggalnya , meninggalnya wanita yang bernama Yoona Andrew adalah tanggal dimana Dylan dilahirkan.


"Bunda kenalin ini Cinta". Ujar Dylan yang menyuruh Cinta duduk disampingnya.


"Salam kenal ya bunda , Cinta senang bertemu bunda Yoona". Saut Cinta tersenyum kepada batu nisan yang ada didepannya.


"Bunda pasti seneng kan udah liat Dylan bahagia? Dylan bahagia ko bun ,karena sekarang udah ada alasan buat Dylan bahagia yaitu Cinta". Cinta melihat kearah Dylan yang sedang menahan air matanya agar tidak jatuh , Cinta mengeerti bagaimana sulit untuknya menjalani hidup sebagai anak yang tidak di anggap oleh papah kandungnya sendiri .


"Bunda makasih ya udah lahirin anak sebaik ka Dylan , Ka Dylan baik ko bun, dia ga aneh aneh sama Cinta. Bunda pasti bangga banget ya punya anak sebaik ka Dylan". Kata Cinta.


"Bunda kalau disana ketemu sama mamah maaf bilangin yah , Cinta juga rindu sama mamah ,bilangin juga mamah marahin papah dong biar papah ngertiin Cinta". Lanjut Cinta.


"Udah ya bunda Dylan mau pulang dulu ,jaga diri bunda baik baik yah nanti Dylan pasti balik lagi ke sini". Ujar Dylan lalu berdiri bersiap siap untuk pulang.


"Bunda , Cinta janji Cinta akan buat papahnya Ka Dylan jenguk bunda kesini bareng sama Ka Dylan. Karena Cinta sayang bunda ,ini bentuk terima kasih dari Cinta karena bunda udah berbaik hati mau ngelahirin anak sebaik Ka Dylan ,dadah ya bunda lain kali Cinta pasti bakal kesini". Saut Cinta.


Dylan geleng gelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum. Melihat begitu polosnya wanita yang ada didepannya ,cuma diajak kemakan bundanya aja Cinta udah bahagia sebahagia ini.


Di mobil Cinta dan Dylan sedang minum.


"Bunda Yoona pasti baik banget ya Ka ,sama kaya ka Dylan". Tanya Cinta.


"Gue ga pernah liat bunda tapi satu hal yang gue yakin ,dia adalah wanita yang kuat". Jawah Dylan.


"Cinta mau ah jadi wanita yang kuat kaya bunda Yoona dan mamah".


"Lo adalah wanita paling kuat kedua yang pernah gue temuin Cinta". Dylan tersenyum kepada Cinta. Cinat juga tersenyum kepada Dylan.


"Terimakasih". Ucap Cinta dan Dylan bersamaan.


Pertemuan kita memang singkat


Namun aku percaya ,


Tuhan pasti ada rencana lain untuk kita


Bagiku ,kamu adalah seseorang yang telah menguatkanku didalam keadaan sesulit ini.


Dan bagimu ,aku adalah seseorang yang telah membantumu menemukan kebahagiaan dalam bentuk yang sesungguhnya.


Aku rasa ini bukan hal yang kebetulan


Tuhan menemukan aku dan kamu


Dengan bentuk yang saling menguatkan.