
Seiring berjalannya waktu ,Cinta sudah melawan penyakit ini sekitar 1 setengah tahun atau dua tahun, Cinta mau tidak mau harus melakukan segala hal untuk bisa sembuh dari penyakitnya itu ,papahnya sudah pulang dan memilih untuk cuti sampai keadaan anaknya membaik... Dengan terpaksa ,Cinta harus fakum untuk bersekolah sampai keadaannya memungkinkan untuk bisa berjalan lagi.
Ditengah tengah Cinta berjuang untuk melawan sakit kankernya ,kelas 12 tahun ini sedang melakukan kelulusan termasuk Pangeran dan Rey. Mereka tetap menjalani hubungan sebagai sahabat meskipun mereka tau ,kalau mereka mencintai satu wanita yaitu Cinta , Cinta yang sekarang mereka tidak tau keberadaannya , tanpa pesan ,tanpa izin Cinta pergi seakan akan ditelan bumi. Tidak sedikit cara ,yang sudah dilakukan Pangeran danRey mencari tau keberadaan Cinta. Namun, apa daya , Cinta sama sekali tidak bisa kembali jangankan bertemu dengan mereka rasanya memegang handphone miliknya saja dia sudah tidak kuat. Karena ,leukimia yang ia derita sudah menyebar hampir keseluruh tubuhnya.
Hingga disuatu hari ketika Pangeran dan Rey sedang mempersiapkan pertunangannya dengan Bella, ia bertemu dengan Wisnu dan juga papahnya Cinta disuatu mall. Mereka saling bertemu dan memutuskan untuk singgah disalah satu restoran yang ada di mall itu.
"Bukannya lo cowo yang waktu itu bareng sama Cinta?".Tanya Rey sambil menepuk bahunya Wisnu.
"Iya ,itu saya". Jawab simple Wisnu.
"Bukannya kita belum pernah berkenalan? Gue Rey ,ini Pangeran".
"Saya wisnu".
"Gimana kabarnya Cinta? Dia pergi dari sekolah gitu aja tanpa pamitan dulu sama kita".Celetuk Pangeran.
"Cinta lagi berjuang ,doain aja semoga dia bisa lulus dari perjuangannya itu".Jawab papahnya Cinta.
"Eumm gitu ,bilang ke dia ,salam dari Pangeran ,bilang juga gue selalu nunggu dia dan selalu cinta sama dia".Kata Pangeran, Wisnu mengangguk mengerti.
"Bilang ke Cinta ,kalo gue gapernah marah sama dia ,bahkan sampai detik ini juga gue masih ga bisa move on dari dia dan gue kangen sama dia".Celetuk Rey.
"Oiya ,kalian lagi ngapain disini?".Tanya Wisnu.
"Lagi cari perlengkapan pertunangan Pangeran sama Bella".
"Pangeran? Tunangan sama Bella".Tanya Wisnu.
"Iya ,ceritanya panjang ,lo tau sendiri lah ,Si Bella liciknya gimana".Ucap sebal Rey.
"Dan lo... Lo sebenernya siapanya Cinta sih?".Tanya Pangeran.
"Ohh gitu... Baiklah ,saya rasa kita harus pergi ,dan jangan lupa ,dateng ke acara pertunangan saya dengan Bella besok ,dan jika perlu ajak saja Cinta".Dari nada bicaranya Pangeran ,sudah bisa Wisnu tebak ,Pangeran masih sangat mencintai Cinta ,meskipun sudah hampir dua tahun Pangeran tidak bertemu dengan Cinta tetapi tetap saja Pangeran dan juga Rey masih mencintai Cinta.
Akhirnya ,Wisnu dan papahnya Cintapun kembali kerumah sakit untuk menemui kembali Cinta yang sudah terbaring lemah diruangan khusus untuknya.
"Pah...".Ucap Cinta yang terdengar dengan samar samar karena tertutup dengan oksigen.
"Iya sayang ada apa?".Jawab papahnya Cinta dengan lembut.
"Ka Wisnu dimana?".
"Lagi ada perlu katanya ,mau papah panggilin?".Cinta mengangguk lemah,setelah menunggu beberapa menit akhirnya papahnya Cinta kembali dengan Wisnu.
"Ka ,apa mungkin aku bisa sembuh? Melihat keadaannya yang seperti ini rasanya aku udah ga kuat buat bertahan lagi".
"Pasti sembuh Cinta ... Kamu harus yakin kalo kamu bisa sembuh ,kan kalo kamu sembuh kamu bisa dateng keacara pertunangannya Pangeran sama Bella ,Cinta".Jawab Wisnu.
"Ka Pangeran? Tunangan sama Ka Bella? Pah ,bisa tinggalin kita berdua ? Cinta mau ngomong sama Ka Wisnu".Papahnya Cinta mengiyakan lalu keluar.
"Ka Wisnu kata siapa Ka Pangeran mau tunangan sama ka Bella?".Tanya Cinta.
"Hmm,sebenernya saya ga mau bilang ini ke kamu karena saya takut kamu sakit hati ,tadi saya dan papah kamu ke mall dan ga sengaja ketemu Rey dan Pangeran ,katanya dia mau beli sesuatu buat hari tunangan Pangeran besok". Dengan sangat hati hati Wisnu mencoba menjelaskan itu kepada Cinta karena tidak mau membuat Cinta semakin down.
Cinta tersenyum dan menarik nafas panjang.
"Huhhh,akhirnya Ka Pangeran udah nemuin sosok yang udah pasti jadi miliknya ya ka... Aku bersyukur ,disisa sisa hidupku ,aku mendengar berita baik yang sebenernya itu sangat menyakitkan untukku ,tapi gapapa ,aku ikhlas jika pada akhirnya ,aku dan pangeran harus hidup terpisah dengan pilihan jalannya masing masing".Satu tetes air mata yang keluat dari kedua matanya Cinta.
"Pangeran bilang ,kamu harus dateng keacaranya besok ,kamu mau dateng?".Tanya Wisnu.
"Kayanya engga deh ,Ka Wisnu aja yang dateng ,oiya ka ,ka Wisnu punya kertas sama pulpen?".
"Buat?".
"Aku mau nulis sesuatu untuk Ka Pangeran dan Ka Rey". Wisnu keluar untuk mengambil barang yang tadi Cinta suruh kepada dirinya.