The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 43.



"Mau mampir dulu ka?". Tanyaku menawarkan Ka Dylan masuk kedalam rumahku.


"Lain kali aja,gue ada masih ada tugas kuliah". Jawabnya.


"Ohh okey ,makasih ya ka".


"Nanti gue chat ya". Ucapnya ,karena tadi sebenarnya kita sudah bertukaran nomer telepon dimobil dalam perjalanan kerumah.


"Udah ya ,gue duluan". Lanjutnya.


"Sipp ,hati hati Ka Dylan". Ucapku sambil melihat perginya arah mobil Ka Dylan.


Aku membuka gerbang rumahku, aku langsung panik karena melihat mobilnya Pangeran didalam garasi ,kenapa dia tidak bilang mau kerumah? Gimana kalo dia liat tadi Ka Dylan? Dan mikir apa apa?. Dengan memberanikan diri akhirnya aku masuk kedalam rumahku.


Dan ,benar saja ,Pangeran sedang duduk dengan Ka Rendra disofa ruang tamu. Wajah apa ini?! Sangat mengerikan. Aku duduk dengan perasaan sangat takut disebelahnya Pangeran.


"Tadi siapa Cinta?". 3 kalimat keluar dari mulutnya Pangeran ,yang berhasil membuat jantungku dagdigdug serrr.


"Ka Dylan". Jawabku pelan.


"Ka Dylan? Cowo yang naksir kamu?". Dia menatapku seolah olah aku penjahat yang ingin diintograsi dengan polisi. Ka Rendra bukannya membela ,dia malah asik nonton tv ,kakak macam apa kau!!.


"Lagi pula Cinta kan naksirnya sama Pangeran".


"Tapi dia yang naksir kamu". Dia membalikkan kepalanya. Keadaan seperti apa ini? Aku merasakan aura aura perang dingin ke 2.


"Maaf ... Cinta nungguin Pangeran jemput ,tapi Pangeran gaada". Aku memegangi wajahnya Pangeran.


"Ka Rendra ... Tolongin dongg ,Pangeran marah sama Cinta". Ucapku merengek kepada Ka Rendra karena tidak Pangeran sama sekali tidak menjawab pertanyaanku.


"Itu kan pacar kamu ,urus sendiri lah". Jawab entengnya Ka Rendra.


"Kenapa sih ,hari ini cowo cowo pada nyebelin?! Cinta mau meninggal aja!!". Ujarku sambil membanting tasku kesofa lalu naik keatas kedalam kamarku.


"Dasar ade ga jelas". Celetuk Ka Rendra yang sempat aku dengar.


"Ka aku denger!!". Teriakku.


Cinta masuk kedalam kamarnya lalu duduk dibangku yang ada balkon kamarnya.


"Lo susul gih ,nanti dia bener mau bunuh diri lagi". Rendra menyuruh Pangeran.


"Anjirr kalo ngomong, janganlah **** ,nanti kalo gada Cinta ,gue sama siapa". Pangeran melempar bantal sofa yang ada didekatnya ke Rendra.


"Yaudah sana ,lo tau si Cinta sekarang manjanya kaya apa".


"Iya iya bawel amat". Gerutu Pangeran.


 


Clekk


 


"Cinta". Aku hafal ,ini suara Pangeran. Dia langsung memelukku dari belakang.


"Kamu masih marah ya sama aku?". Tanyanya.


"Marah karena tadi aku tegur kamu? Kamu tau kan aku kaya gitu karena apa? Karena aku takut kamu diambil sama orang lain". Lanjutnya.


"Hari ini Pangeran banyak nyakitin perasaannya Cinta". Jawabku.


"Pertama kejadian tadi pagi ,siapa coba itu perempuan udah deket deket sama Pa ngeran? Kedua Pangeran sama perempuan tadi nyuekin Cinta? Ketiga ,tadi Pangeran udah nyakitin perasaan Cinta karena Pangeran ga percaya sama Cinta kalo Cinta sama Ka Dylan gaada apa apa". Kataku sambil menangis.


"Kan aku bilang ,aku gaada apa apa sama perempuan itu". Katanya sambil menyeka air mataku.


"Aku takut kalo dia ambil Pangeran dari Cinta".


"Gaakan , aku milik kamu ,dan selamanya akan selalu seperti itu". Jawabnya.


"Janji?". Tanyaku sambil menatap matanya.


"Iya sayang ,aku janji". Dia memelukku. Tangisanku makin pecah karena dia mengusap usap rambutku.


"Jangan nangis lagi". Katanya.


"Iya engga".


"Aku gamau liat kamu nangis lagi". Dia mencium keningku.


"Oiya ,tadi katanya Julian sama Sarah ngajak ketemu, kamu mau ketemu mereka?". Tanya.


"Mauu". Jawabku.


"Yaudah mau kaya gini mukanya atau mau aku tungguin kamu biar kamu ganti baju atau tacap make up lagi?".


"Tunggu sebentar ,aku mau ganti baju". Aku langsung kearah lemariku untuk mengambil bajuku.


Setelah mendapatkan baju yang pas ,aku langsung kekamar mandi untuk mengganti pakaianku ,sedangkan Pangeran ,dia masih berada didalam kamarku menunggu ,kami memang selama ini seperti ini. Dia bukan seperti pacar untukku ,dia layak untuk menjadi suamiku.


Betapa kagetnya aku ketika sedang ingin mengganti pakaian ternyata aku salah membawa pakaian. Dan saat bersamaan juga , Pangeran membuka pintu kamar mandiku . Aku tidak bisa bertindak cepat untuk mengambil handuk ,aku memakai bra dan memakai celana pendek sepaha , dan itu dapat dilihat dengan Pangeran.


"Pangeran!!! Kenapa buka pintunya ga bilang bilang". Ucapku.


"Aku mau kasih ini ,kamu tadi pilih baju ini kan?". Jawabnya yang masih berada didaun pintu kamar mandiku.


"Yaudah kamu sini cepet". Lanjutnya.


"Gamau ,kamu aja yang kesini ,aku malu ,kalo ka Rendra liat gimana". Aku memaksanya untuk masuk kedalam.


"Yaudah sana keluar". Pintaku setelah Pangeran masuk dan memberikan pakaianku.


"Nanti aja deh ,tanggung lagian ,udah diliat juga kan". Godanya.


"Pangeran ngomongnya". Jawabku ,sambil memakai pakaian selututku.


Aku berusaha menaikan resleting pakaianku dan mengikat tali pakaian ke belakang tetapi tidak bisa. Meskipun susah payah dicoba tapi tetap saja tidak bisa, tanganku tidak sepanjang itu untuk mudah menaikan sampai atas resletingku.


"Diem diem". Ucap Pangeran sambil menaikan resleting pakaianku dan mengikat tali kebelakang bajuku.


Disaat dia menarik talinya untuk mengikat talinya ,itu membuat tubuhku tertarik kearah tubuhnya Pangeran. Saat itu juga wajahku tertarik untuk mendongak kearah wajahnya Pangeran ,dan juga wajahnya Pangeran ,dia menunduk untuk melihat wajahku.


"Aku mencintaimu Cinta". Ucapnya lalu mencium bibirku. Aku tidak bisa menolak ,dia sangat bergairah untuk menciumku.


Mungkin ini adalah salahku ,karena sudah bersikap seperti tadi kepada Pangeran ,meskipun niatku tidak seperti itu ,tapi Pangeran tetaplah laki laki ,dia mempunyai hawa nafsu yang lebih dari perempuan. Dia langsung menggendongku dan menurunkanku dikasurku ,lalu menyerangku lagi dengan cara menciumku.


Kali ini ,ciumannya sudah menjalar ke leherku ,tanpa sadar aku mendesah kecil dibuatnya ,dan saat itu juga , tangannya Pangeran mulai membuka resleting yang tadi ia naikan ,lalu membuka kembali bra yang menutupi buah dadaku. Dia dengan sigap langsung memainkan buah dadaku dengan sangap lahap ,yang sebelah kanan dia hisap dengan mulutnya dan disebelah kirinya dia mainkan putingku dengan jarinya ,lagi lagi aku dibuat mendesah karenanya.


Ketika Pangeran memasuki puncak nafsunya ,dan hendak membuka selangkanganku ,aku menghentikannya ,sadar akan yang kami lakukan sudah kelewatan batasnya.


"Udah". Ucapku sambil menghentikan tangannya yang sedang berada dipahaku.