
Keesokan paginya aku menyempatkan waktuku sebelum berangkat kuliah untuk memberikan roti cokelat untuk Pangeran ke kantornya.
Dengan perasaan yang gembira aku memasuki kantornya Pangeran ,tersenyum kepada karyawan yang tersenyum padaku ,hingga aku sampai didepan ruangannya Pangeran ,aku menghela nafasku sebelum membuka pintunya. Setelah berhasil mengumpulkan tekad ,akupun langsung membuka pintunya dengan senyuman lebar yang tertera diwajahku ,belum sepenuhnya aku mendorong pintunya ,senyumku langsung berubah.
Lagi lagi aku harus menyaksikan wanita itu berada disampingnya Pangeran ,dia sedang mengobrol disampingnya Pangeran yang sedang duduk ,dengan memindahkan rambutnya ke arah berlawanan agar memperlihatkan leher mulusnya kepada Pangeran.
"Maaf ganggu''. Ujarku ketika mereka menyadari kedatanganku.
"Cinta ,masuk dulu". Pangeran menyuruhku dan berdiri menghampiriku.
"Siapa?". Tanyaku menunjuk kearah wanita itu.
"Saya Mina". Jawab perempuan itu.
"Kamu adiknya Pak Pangeran ya? Sama sama cakep". Lanjutnya.
"Mina suka sama Pangeran?". Tanyaku menahan marah.
"Heheh, sebenernya sih iya ,pak Pangeran baik soalnya". Jawabnya malu malu ,sedangkan Pangeran menatap tidak selaw kepada Mina.
"Terus kalo Mina tau kalo Cinta itu calon istrinya Pangeran , Mina masih mau suka sama Pangeran?".
"Masih calon istri kan? Belum jadi istri beneran? Jadi ,masih free dong saya deketin pak Pangeran". Ucap Mina yang sok di laga lagakan.
"Jaga perkataan kamu ,kamu sudah lancang berbicara seperti itu dengan Cinta". Bentak Pangeran.
"Ga usah munafik lah pak , bapak juga suka kan sama saya".
"Sejak kapan saya bilang itu sama kamu?! Saya harap kamu tau batasannya ,sampai kapanpun saya tidak akan selevel dengan perempuan murahan seperti kamu!! Pergi dari ruangan saya".
"Sekarang saya mungkin harus pergi ,tapi jika saya kembali ,saya akan membuat bapak masuk kedalam pelukan saya". Jawab Mina mengancam lalu keluar.
"Jangan terlalu dipikirin kejadian tadi ,kamu mau apa kesini?". Ujar Pangeran sambil merangkul bahuku.
"Ini". Jawabku menyodorkan kotak bekal berisi roti cokelat kepada Pangeran.
"Makasih ya". Ucapnya lembut.
"Aku mau kuliah". Jawab singkatku.
"Aku anter yah".
"Terserah". Jawabku ,tak lama dari jawabanku Pangeran langsung membawaku kemobilnya.
Selama perjalanan ke kampus aku sama sekali tidak mengajaknya mengobrol ,entahlah ,selera humorku sedang tidak baik sekarang. Hingga sampai di kampuskupun ketika dia membuka pintu mobilnya untukku aku tidak menatap kearahnya.
"Masih marah?". Tanyanya sambil memojokkanku dimobilnya.
"Punyalah".Jawabnya.
"Selagi punya otak ya pake !". Cetusku lalu langsung meninggalkannya sendiri dibelakangku.
Aku berjalan kedepan tanpa menengok kebelakang ,saat ini menurutku kadar ketampan Pangeran berkurang sekarang.
"Jadi ini toh ,mahasiswa baru yang tanpa malu ngedeketin cowo gue?". Tiba tiba seorang perempuan menghadang langkahku.
"Gue minta ya sama lo ,jauh jauh deh dari Dylan ,gausah kegatelan jadi cewe , Dylan lo kasih apa sih sampe ngintilin lo terus?". Lanjutnya.
"Tapi sekarang kan lagi ga sama ka Dylan". Jawabku acuh.
Saat perempuan itu ingin menjambak rambutku ku lihat tangan Ka Dylan lebih dulu menghadangnya.
"Kesambet kuntilanak dimana lo ,Ca?".Celetuk Ka Dylan.
"Apaan sih ,minggir ga! Gue mau kasih pelajaran buat nih cewe karena udah rebut lo".
"Pelajaran apa? Sejarah? Bahasa Jepang?". Ledek Ka Dylan.
"Dylan ,lo suka gue kan?". Jawab perempuan itu dengan wajah yang so.
"Ya engga lah ,gue suka Cinta ,mau apa?".
"Ih ko lo nyebelin sih?!!". Teriaknya lalu pergi.
Ka Dylan langsung merangkul bahuku dan jalan sama sama ,aku kira dia membawaku kekantin atau kekelas ,tapi ternyata tidak ,dia membawaku ke taman belakang kampus.
"Ribut lagi sama Pangeran?". Tanyanya yang sedang duduk disampingku.
"Jangan bahas dia ,dia lagi selingkuh". Jawabku ketus.
"What? Dia nyelingkuhin lo? Sama siapa? Cantik ga?".
"Karyawan kantornya". Jawab singkatku.
"Wah gila sih ,terus lo gimana?".
"Gimana apanya?". Jawabku.
"Gimana ,lo marah ga?".
"Udah napah ka jangan bahas dia dulu ,kalo ga mulut ka Dylan Cinta potong pake gergaji mesin". Jawabku yang mampu membuatnya langsung memegangi mulutnya.
"Ebuset serem ,yaudah maap". Jawabnya.