The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 26.



Seperti hari biasanya ,pagi inipun Ka Wisnu melakukan hal yang sama kepadaku ,aku fikir ,dia akan melakukan terus menerus kegiatan itu sampai aku sudah benar benar sembuh ,ataupun aku sudah tiada.Sudah hamir sebulan Ka Wisnu merawatku,dan melakukan trapi K3 dengannya ,dia merawatku dengan baik.


"Makan dulu atuh".Pintanya kepadaku ,aku tidak tahu nafsu makanku sekarang ,seperti enggan untuk makan saja.


"Ga mood makan aku ka".Jawabku mengelengos kearah sebaliknya dari Ka Wisnu.


"Kamu mau sembuh kan? Ayo makan dulu,gimana mau sembuh kalo tahap ini kamu lewatin". Dia memberikan satu sendok yang berisikan sereal dengan susu kemulutku.


Dengan terpaksa aku memakan makanan itu.


"Nahh,gitu dong". Katanya lagi.


 


Setelah makanan dan minuman itu habis ,Ka Wisnu mengantarkan aku ke sekolah. Selama aku di mobil, aku hanya menatap kearah jendela dan melamun.


 


"Gausah terlalu mikirin penyakit,bawa enjoy aja".Ujar Ka Wisnu sambil fokus menyetir mobilnya.


"Engga ko ka".


"Saran saya sih yah,cerita aja kesalah satu orang yang kamu percaya ,biar bisa lega dikamunya,sahabat contohnya".Dia menoleh kearahku sebentar.


"Bukannya Ka Wisnu itu teman? ".Jawabku sambil menunduk.


"Saya hanya orang yang berusaha melakukan yang terbaik buat kamu".


"Yaudah ,mulai sekarang ,Ka Wisnu adalah teman aku ,ka Wisnu tau semua penyakit aku ,itu udah lebih dari cukup".


"Tidak usah terpaksa Cinta".Dia mengelus ngelus tanganku dengan lembut.


 


Ka Wisnu melambaikan tangannya dari dalam mobilnya ,lalu pergi untuk mengambil makanan dam minuman yang baik untukku makan di jam istirahat. Aku masuk kegerbang ,dan sudah ada Rey yang berdiri dimobilnya ,sepertinya dia sedang menungguku. Lalu dia berjalan kearahku dan langsung menggenggam tanganku kemudian menuntun menuju kekelas.


Ketika kami sedang berjalan bersama sama tiba tiba ada seseorang perempuan memanggil nama Rey dari belakang,dan kamipun menoleh ke sumber suara itu ,betapa kagetnya aku ,melihat siapa yang memanggil namanya Rey ,Ia adalah Ka Bella dan disampingnya adalah Ka Pangeran.


 


"Masih pagi bucin aja lo". Ka Bella bicara kepada Ka Rey tanpa canggung sama sekali.


"Oiya ,btw ,nanti malem mau ga kita makan malem bareng bareng".Ajak Ka Bella.


"Maksudnya kita ,lo ,gue ,Rey,sama Cinta?".Tanya Ka Pangeran.


"Iyah ,mau kan Pangeran". Ka Bella untuk membujuk Ka Pangeran dengan mengambil tangannnya Ka Pangeran dan membukusnya dengan tangannya. Ka Pangeran melihat kearahku ,lalu melepaskan tangannya dari Ka Bella.


"Gimana ya Cinta? Mau?".Tanya Rey kepada ku.


"Hmmm ,aku gatau". "Kayanya ga bisa deh". Lanjutku.


"Ah ,Cinta ,ga seru lo ,itung itung gue bisa kenal sama pacarnya temen gue ".Celetuk Ka Bella.


"Cinta.. Plisss mau yah". Bujuknya Rey.


"Yaudah iya aku mau".


 


Aku menerima ajakan itu karena aku rencanakan sesuatu ,mungkin nanti malam ,aku akan memutuskan hubunganku dengan Ka Rey. Ikhlas ga ikhlas aku harus melakukan ini ,karena ga mungkin selamanya aku menyembunyikan penyakit ini dengan mereka.


 


•••


•••


•••


 


Sekarang bel istirahat sudah berbunyi ,aku menunggu ka Wisnu datang ,tapi kenapa dia ga dateng yah? Aku sedang duduk dibangkuku.


 


"Cinta... Ayo kekantin lo ga laper apa".Gerutu Bianca yang bawel.


"Aku....".


 


Ketika sudah sampai dikantin ,kami dipanggil dengan gengnya Ka Rey ,dan menyuruh kami untuk makan bersama dengan mereka.


 


"Aku pesenin kamu makanan dulu". Rey pergi untuk memesan makanan untukku dengan Ka Pangeran dan Ka Julian juga ,dengan Sarah dan Bianca. Dimeja hanya ada aku dan Ka Bella .


"Gue salah mikir yang engga engga sama lo".Celetuk Ka Bella.


"Iya ka ,gapapa".


"Lo beruntung udah taklukin Rey ,Rey bukan tipe cowo yang mau nurut sama orang ,dan sekarang,liat ,dia tunduk banget sama lo". Dia tertawa kecil.


"Ka Bella sama Ka Pangeran gimana?".Tanyaku penasaran.


"Dia berubah Cin,dia ga kaya dulu lagi ,ya mungkin karena dia udah sakit hati karena gua lebih milih Rasya ketimbang dia".


 


Sebelum aku ingin melanjutkan ucapanku ,Ka Rey sudah membawa satu nampan yang berisikan makanan dan minuman untukku. Aku sangat takut memakan steak ini ,bagaimana jika makanan ini membuatku kambuh lagi?.


 


"Dimakan sayang". Pintanya Rey ,dengan perasaan takut ,aku akhirnya memakan daging steak itu. Tapi bentar,kenapa habis memakan ini tubuhku menjadi sangat sakit?.


 


Hingga tiba tiba ,gusiku berdarah dan jatuh dipiringku. Dengan sigap aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.


 


"Gimana kamu bisa makan ini? Kan saya bilang ,tunggu saya datang ke sini dan makan makanan dari saya ". Suara khas Ka Wisnu membuatku kaget dan membuka kedua tanganku . Semuanya yang ada dimejaku melihat kearahku.


"Maaf". Kataku sambil memegang dadaku yang kembali sesak. Ka Wisnu menarik tanganku dan menggendongku.


"Mau dibawa kemana pacar gue?!".Bentak Rey.


"Jika anda adalah Pacaranya Cinta ,harusnya anda tau ,Cinta tidak boleh memakan makanan ini karenan penyakitnya...".


"Penyakit apa maksudnya".


"Tidak ada gunanya saya memberitahukan anda,keselamatan Cinta lebih penting ketimbang harus meladeni orang seperti anda". Ka Wisnu membawaku ke mobilnya dan dengan cepat dia mengendarai mobilnya.


 


Selama dimobil aku tidak berhenti batuk,dan aku tidak mengerti kenapa batukku keluar darah.


 


"Tahan Cinta ,harusnya saya datengnya tidak terlambar seperti ini,maafkan saya".


"Gapapa ka ,ini salah aku".


•••


•••


•••


"Kamu istirahat disini sampai keadaan kamu benar benar pulih". Kata Ka Wisnu.


"Aku harus pergi nanti malam".


"Kemana?".


"Double date,mungkin untuk terakhir kalinya ,setelah itu,mungkin aku bisa tenang untuk meninggalkan Ka Rey dan Ka Pangeran".


"Baiklah ,saya akan mengawasi kamu dari jauh". "Kita pulang sajalah".Lanjutnya.


 


Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kerumah.