
"Lah apartement kita kan udah kelewatan ,Lan". Tanya Cinta yang menyadari bahwa Dylan tidak membawanya pulang keapartement.
Tidak ada jawaban dari mulutnya Dylan ,Dylan hanya fokus menyetir dan berhadapan ke depan. Cinta memilih tidak banyak berbicara karena takut mengganggu kosentrasi calon suaminya itu.
Dylan memasukan dan memakirkan mobilnya didepan rumah yang mewah ,tentunya tidak Cinta ketahui ini rumah siapa. Dylan membukakan pintu mobilnya Cinta.
Dylan membuka pintu rumah mewah itu tanpa bilang permisi sekalipun dan itu membuat Cinta kebingungan ,apa yang ingin direncanakan Dylan dan kenapa Dylan membawanya ke rumah yang tidak dia kenal.
Ketika masuk ,sudah terdapat laki laki yang seumuran papahnya Cinta dan seorang perempuan yang sepertinya umurnya tidak jauh beda dari laki laki itu.
Melihat Dylan bersaliman kepada laki laki dan juga wanita itu ,membuat Cinta juga ikut bersaliman dengan ramah kepada seseorang yang tidak dikenalnya.
"Sebenerny ini rumah siapa? Dan siapa mereka?". Tanya bisik Cinta kepada Dylan.
"Katanya mau ketemu papah dan mamah aku". Jawab Dylan.
Mendengar itu sontak membuat Cinta gugup tidak karuan ,lalu melihat ke papah dan mamahnya Dylan yang menatap Dylan dengan tatapan yang tidak menyenangkan. Sekarang Cinta mengerti kenapa Dylan memilih hidup menjauh dari keluarganya sendiri.
"Kenalin om tante ,aku Cinta". Ujar Cinta dengan ramah ,berusaha tersenyum kepada papah dan mamahnya Dylan ,tetapi hanya mamahnya Dylan yang menjawab senyumannya.
"Mau apa kamu?". Tanya papahnya Dylan kepada Dylan.
"Dylan mau minta izin sama papah dan mamah ,tolong anggap Cinta dan anak Dylan dikeluarga ini". Jawab Dylan menunduk.
"Apa apaan ini?!! Kamu dateng dan tiba tiba bawa wanita hamil ini ke rumah kita?!". Tanya papahnya Dylan dengan sangat marah. Membuat Cinta sangat ketakutan.
"Wanita itu Cinta pah ,ibu yang mengandung anak Dylan , Dylan mohon terima kehadiran Cinta dan anak Dylan". Balas Dylan memberanikan diri ,berusaha menjadi laki laki yang bertanggung jawab kepada keluarga kecilnya.
"Enak saja kamu bilang tolong terima tolong terima!! Kamu tuh ya anak gatau diuntung".
_Plaak_
Suara tamparan keras mendarat ke pipi mulusnya Dylan. Cinta terkejut melihat kejadian ini , tapi mamahnya Dylan langsung menyambar diri Cinta dan memberikan pelukan hangat untuk Cinta.
"Kamu udah berani ngelakuin hal bejad kaya gini diluar sepengetahuan saya ,kamu itu bisanya cuma kasih keluarga ini malu tau ga!!".
_Plak_
Satu tamparan keras lagi lagi mendarat kepipinya Dylan. Membuat Cinta menjerit dalam hatinya tapi cuma mampu mengeluarkan air matanya.
"Dylan mohon pah , terima kehadiran Cinta dan anak Dylan ,Dylan ga pernah minta apa apa dari papah ,Dylan cuma minta ini aja pah ,Dylan mohon". Dylan berlutut didepan papahnya yang sedang marah itu.
"Kalo kaya gini akhirnya ,lebih baik dari dulu saya udah matiin kamu aja ,mau jadi apa lagi kamu ?! Kamu sudah melenyapkan seseorang ketika kamu lahir apa kamu akan membuat wanita ini meninggal setelah melahirkan darah daging kamu?!!". Bentak papahnya Dylan.
Cinta hanya bisa menangis didalam pelukan mamahnya Dylan. Tidak tega melihat tamparan demi tamparan yang harus dirasakan oleh anak malang yang bersama Dylan.
"Mending mati aja kamu tuh anak pembawa sial!!!!". Teriak papahnya Dylan lalu ingin menendang tubuh Dylan.
Cinta yang melihat kekhilafan papahnya Dylan yang sudah menjadi jadi ,langsung berlari melindungi Dylan yang sudah tidak berdaya.
"Cinta mohon om , jangan lakuin ini ke Dylan lagi ,udah cukup Dylan ngerasain pukuluan itu selama 23 tahun om ... Disini bukan cuma Dylan aja yang salah ,aku juga om ,kenapa om nggak pukul aku juga?". Teriak Cinta sambil memeluk Dylan dengan erat.
"Gimana perasaan bunda Yoona kalau dia tau ini,anak dia satu satunya diperlakukan seperti ini dengan ayah kandungnya sendiri? Anak yang dia bela mati matian untuk bisa melahirkan Dylan dengan selamat ternyata mendapatkan ketidak adilan seperti ini?? Bukannya om dulu mencintai bunda Yoona ,dan Dylan adalah hasil dari cintanya om dengan bunda yoona". Lanjut Cinta yang membuat semua orang menjadi bungkam.
"Dylan bukan kesalahan yang harus om benci , Dylan bukan anak pembawa sial , tapi Dylan adalah anak dari hasil cintanya om dengan bundanya !!".
"Kenapa om ga sadar selama ini ? Kalau Dylan memerlukan kasih sayang yang selama hidupnya tidak pernah dia rasakan? Dylan pria yang baik om ,dia tidak ingin anaknya merasakan apa yang dia rasakan ,Dylan ga ingin anaknya merasakan bagaimana rasanya tidak di anggap ,dikucilkan oleh keluarganya sendiri ... Dylan pria yang hebat om". Kata Cinta lagi.
Keadaan menjadi sangat terharu , Cinta memeluk pria yang wajahnya sudah banyak lebam diwajahnya. Menangisi Dylan yang lemah ,Dylan yang selama ini selalu kuat ternyata bisa selemah ini jika dia bertemu dengan papahnya.
Cinta mengambil dompet Dylan yang berisikan selembar kertas biodata diri Dylan . Untuk membuktikan betapa hebatnya Dylan. Lalu memberikannya kepada papah dan mamahnya Dylan agar mereka bisa membaca isi biodata itu.
°Biodata Diri°
Nama : Dylan Andrew.
Tempat,tanggal,lahir : Jakarta ,1 januari,1994
Hoby : Main musik.
Cita cita : Bisa buat papah bangga dan bahagia sama gue.
Keinginan terbesar :
1. Papah bisa pergi bareng bareng sama gue kemakam Bunda.
2. Papah dan mamah Bella sayang sama gue.
3. Buat mereka bahagia dan bangga.
4. Hidup mandiri.
5. Bisa main biola \(Kalimat bisa main biola di coret\) / Bahagiain Cinta.
"Keinginan terbesar dari seorang anak yang om anggap membunuh wanita yang om cintai sangat mudah bukan?? Dia sangat ingin mengajak om pergi ke makam bundanya bersama sama dengannya, om sama sekali tidak pernah perduli tentang keinginan terbesarnya itu". Ucap Cinta terisak isak dalam tangisannya.
Dylan menatap Cinta takjub ,sekilas melihat kearah papah dan mamahnya berdiri. Sudah sangat jelas terdapat sebuah penyesalan yang tertera jelas dimata papahnya. Mamahnya Dylan menatap sedih kearah Dylan.
"Cinta benar pah , selama ini kita sudah salah ,bagaimanapun juga Yoona adalah sahabat aku ,aku yang udah rebut kamu dari Yoona sampai sampai tega membiarkan Yoona hamil tanpa ada tanggung jawab dari kamu ... Aku salah ,aku menyesal telat menyadari itu". Tiba tiba mamahnya Dylan menangis.
"Mungkin meninggalnya anak kita Bella adalah hukuman yang tuhan berikan kepadaku".
Papahnya Dylan masih berdiri tangguh tidak ada yang mengetahui apa yang sedang ia fikirkan sekarang. Tatapannya kosonh menatap selembar kertas yang sudah bertahun tahun Dylan tulis.
"Maafin papah Dylan". Papahnya Dylan sontak memeluk Dylan tanpa disuruh dengan tangisan menyesalnya.