
Wisnu membawa Cinta kerumah sakit agar Cinta bisa menerima penanganan yang lebih baik ketimbang dia harus membawanya kerumahnya Cinta.
Setelah beberapa jam ,Cinta diperiksa oleh Wisnu dan beberapa dokter lainnya. Wisnu dan juga rekan rekan memutuskan jika Cinta harus melakukan kemo untuk menindaklanjuti penyakit leukimianya Cinta yang semakin parah.
Cinta sedang dibius obat tidur oleh Wisnu. Wisnu menatap wajah Cinta dengan perasaan kasihan. Wisnu merasa iba melihat keadaan Cinta yang semakin lama semakin parah.
"Kenapa wanita secantik dan sebaik kamu mengalami hal besar seperti ini?".Wisnu bicara sendiri dengan Cinta ,sambil mengelus rambutnya Cinta dengan pelan.
"Saya takut ,jika nanti kita tidak bisa bertemu lagi .. Saya takut jika nanti saya akan kehilangan satu satunya pasien yang mampu membuat saya jatuh cinta ,gila mungkin ,tapi itulah kenyataannya... Seiring berjalannya waktu ,kita selalu hidup bersama disatu atap dan itu membuat saya jatuh cinta kepada kamu ... Saya akan berusaha untuk menyembuhkan penyakit kamu bukan hanya sebagai dokter tapi sebagai laki laki yang mencintai kamu". Sambung Wisnu.
"Rasanya saya harus memberi tahukan papahnya Cinta akan hal ini".Batin Wisnu ,lalu mencoba untuk menghubungi papahnya Cinta.
Papahnya Cinta: "Iya ada apa?".
Wisnu : "Apa bapak sedang sibuk ,saya ingin memberi tahukan keadaan Cinta sekarang".
Papahnya Cinta : "Tidak, saya lagi free ,kenapa dengan anak saya?".
Wisnu : "Saya dan juga dokter lainnya memutuskan untuk melakukan kemo karena penyakit leukimianya Cinta semakin parah dan dengan berat hati ,keadaan Cinta sekarang bisa dibilang gawat karena bisa kapan saja penyakit yang ia derita kambuh dan lebih sakit dari biasanya".
Papahnya Cinta : "Baiklah ,jika seperti itu ,besok lusa saya akan pulang ,terima kasih sudah memberi tahukan saya tentang ini...Yasudah saya matikan dulu teleponnya,saya ingin mengurus kepulangan saya".
Wisnu : "Baiklah". (Dimatikan).
Setelah beberapa menit Wisnu mematikan teleponnya , Cinta mulai sadar dari obat biusnya. Dengan sigap Wisnu yang sedang duduk disofa ruangan VVIP itu langsung mendekati Cinta.
"Bagaimana dengan keadaanku?".Tanya Cinta dengan nada sayu.
"Kamu harus melakukan kemo agar penyakit kamu tidak menjalar keseluruh tubuh kamu".
"Bersabarlah ,saya yakin kamu bisa melewati ini semua ,saya akan membantu untuk kesembuhan kamu bukan? Jika kamu percaya kepada saya ,maka kamu harus yakin kalau kamu bisa sembuh". Cinta mengangguk pelan ,namun setelah dilihat lihat , Cinta menjadi tambah murung.
"Kenapa kamu murung seperti itu?".Tanya Wisnu sambil mengambil bangku dorong dan duduk disampingnya Cinta dan mengambil tangannya Cinta.
"Ini yang aku takutkan".Jawab Cinta.
"Kenapa? Apa kamu takut jika penyakit kamu tambah parah?".Tanya Wisnu.
"Aku takut ,jika pada akhirnya ,hubungan persahabatn Ka Pangeran dan Ka Rey hancur karenaku ,dan juga hubungan Ka Bella dengan Ka Pangeran". "Bukankah aku sangat jahat ka ,membiarkan orang yang dekat denganku terluka karenaku?". Sambung Cinta.
"Cinta ... Tidak ada yang salah dalam mencintai, Pangeran Rey dan Bella ,mereka hanya mencintai seseorang yang menurutnya bisa mengubah hatinya menjadi lebih baik .. Jadi ,jangan terus terusan menyalahkan diri kamu sendiri ,mereka yang memilih ini ,bukan karena kamu ,Rey dan Pangeran seperti itu karena dia sama sama mencintai kamu".
"Tapi ka ,aku ingin mereka tetap berdamai ,jika memang mereka bisa berdamai kalau sudah tidak ada aku ,yasudah ,biar aku saja yang pergi".
"Ssuutt ,jangan ngomong kaya gitu ... Sekarang pikirkan saja kesehatan kamu ,pikirkan,bagaimana penyakit kamu tidak menjalar keseluruh tubuh kamu dengan cepat ,berhenti dulu memikirkan tentang masalah Rey dan Pangeran ,atau masalah Bella dengan Pangeran".
"Baiklah ,terima kasih sudah menjaga dan merawat aku ... Maaf jika sering merepotkan".
"Ini sudah kewajibanku sebagai dokter... Istirahatlah,saya akan kembali nanti ,saya ingin memesan makanan untuk kamu makan nanti... Jika ada keperluan yang gawat hubungi saja saya".Wisnu meranjak dari duduknya dan meninggalkan Cinta.
"Ka Wisnu". Kata Cinta,yang membuat langkah Wisnu terhenti dan menengok kearah Cinta.
"Hati hati dijalan".Ucapan manis keluar dari mulutnya Cinta disertai dengan senyuman mautnya.
"Iya terima kasih ,jaga diri kamu baik baik". Wisnu menjawabnya dan tersenyum balik kepada Cinta lalu melanjutkan langkahnya lagi.