
"Nanti kamu berangkat sama Jake dulu yah?". Ujar Dylan sedang sarapan dengan Cinta.
"Kenapa?".
"Aku ada perlu harus ngurusin proposal sastra". Jawab Dylan mengelus rambut Cinta.
"Iyaudah".
09.50.
Dylan.
"Lo bisa berangkat bareng Cinta ga?".
09.52.
Jake.
"Bisa dong".
09.54.
Dylan.
"***** ,gue titip Cinta ,gue harus ngurusin proposal dulu".
09.58.
Jake.
"Yaudah nanti gue ke apartement".
"Sering sering aja ngurusin proposal".
"Biar gue sering antar jemput Cinta terus".
10.00.
Dylan.
"Otak licik dasar".
_Read.
Dylan berangkat kuliah ,meminta Cinta agar menunggu Jake yang mungkin sedikit lagi akan segera datang.
"Haiii udah siap?". Ujar Jake sumringah.
"Lah bukannya masih lama masuknya?". Tanya Cinta.
"Kita kemana dulu ke ,ayo ah buruan lama". Pinta Jake yang membuat Cinta langsung mengambil tasnya lalu ikut Jake.
🍁🍁🍁
Jake memakirkan mobilnya dipakiran suatu mall yang lumayan besar. Jake langsung merangkul tubuh Cinta yang mungil.
Cinta menatap Jake aneh ,kenapa pria seperti Jake bisa kadang kadang berubah seperti ini?.
"Ayo pilih". Ucap Jake menyuruh Cinta untuk memilih baju untuk wanita hamil.
"Jake mau beliin baju Cinta?".
"Iya cepet ,pilih aja kasian kan dede bayinya kalo dipaksa pake baju ketat kaya gitu?".
"Jake aja deh yang pilihin ,Cinta ga enak kalo pilih sendiri". Jawab Cinta.
Jake memilihkan baju wanita hamil sekitar 5 buah untuk Cinta. Dengan harga yang fantastis. Lalu ,mengajak Cinta keluar dari toko perlengkapan ibu hamil tersebut.
"Udah beli baju bayi belum ,Ta?". Tanya Jake membawa masuk Cinta ke toko bayi.
"Ngga dijawab ,okey ,gue beliin juga ya". Lanjut Jake yang langsung menyelenong melewati Cinta.
Cinta menatap Jake takjub ,dia bisa melihat sisi lain dari sosok penyebalkan seperti Jake itu. Jake membelikan kain pernel berwarna biru langit ,sepasang baju celana dan sepatu berwarna biru ,hijau dan kuning karena Jake tidak tau apa jenis kelamin anaknya Cinta setelah dia lahir.
Mereka menghabiskan banyak waktu untuk memilih ini itu ,bukan keinginan Cinta ,melainkan Jake yang terus saja memaksa Cinta untuk menuruti kemauannya. Setelah mereka sekiranya selesai ,Jake kembali menuntun Cinta keluar dari mall tersebut.
Betapa mengejutkannya bagi Cinta melihat siapa yang dia lihat ,laki laki yang selama ini sengaja ia jauhi tiba tiba datang bersama perempuan hamil disampingnya. Cinta melihat situasi keharmonisan dari keluarga yang ada didepannya itu benar benar sama sekali tidak ada.
Laki laki itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pangeran ,menatap Cinta dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mungkin karena merasa janggal melihat ukuran perut Cinta yang lebih besar dari biasanya.
"Kenapa jadi kaya gini?". Ucap Pangeran yang sedikit kecewa melihat wanita yang ia cintai harus menerima nasib seperti ini.
Cinta hanya bisa bungkam seribu bahasa ketika Pangeran yang kini berjalan lebih dekat didepannya Cinta. Tangan Jake berusaha tidak melepaskan genggamannya karena ingin memberi ketenangan untuk Cinta.
"Siapa yang ngelakuin ini? Jake atau Dylan". Lanjut Pangeran sekilas menatap Jake lalu beralih menatap Cinta lagi.
"Jawab aku ! Ini ulah Jake". Pangeran menaikan suaranya sehingga membuat Cinta terkejut mendengarnya.