
"LO kan yang namanya cinta?".Kata seorang pria yang tiba tiba berada dibelakangku ketika aku ingin pergi kekelasku.
"Iya... Ada apa ya emangnya?".
"Pangeran kemarin malem bilang katanya ada anak baru cewe yang mau masuk eskul musik". "Kenalin gue Rendra".Katanya lagi sembari menjulurkan tangannya kepadaku. Aku tersenyum hangat untuknya.
"Aku cinta ka,oiya ka aku bisa kan masuk eskul musik?". Akhirnya kami memutuskan untuk duduk dibangku panjang yang berada didekat lapangan basket disekolahku.
"Kenapa engga? Gue justru ngedukung banget orang orang yang punya bakat dilingkungan musik,gue denger dari pangeran kalo suara lo bagus". Aku menatap gaya bahasa berbicaranya ,cukup bisa merayuku untuk positif masuk keeskul musik.
"Hehehe iya ka kata pria dingin itu,eh,Ka Pangeran sih kaya gitu".Kataku grogi karena salah sebut Ka Pangeran dengan kata PRIA DINGIN.
"Yaudah lo ikut eskul musik jadi vokal,kebetulan banget disekolah ini minim banget yang minat eskul musik dibagian vokalnya,hari sabtu latihannya".
"Okey ka nanti aku dateng".
"Wajar sih kalo Pangeran sama Reynand deket sama lo".Katanya.
"Wajarnya?".
"Iya lo itu cantik,cantik wajahnya cantik juga hatinya".
"Hahaha,biasa aja ka". Aku tertawa kecil.
"Lo gabangga apa deket sama kaka kelas yang badboy kaya mereka,mereka kan banyak yang suka,banyak fansnya ,pasti banyak juga yang iri jadi lo". Kadang aku aneh dengannya,bicaranya nggak ada spasinya ****,nyerocos terus gaada komanya.
"Aku ga bangga disukain banyak orang ka aku lebih bangga disukai satu pria yang mencintai satu orang yaitu aku".
"Keren juga kata kata lo,tapi kan mereka itu cowo anak basket,masa iya sih lo gasuka".
"Jujur,aku suka sama cowo yang bisa main basket tapi aku lebih dua kali lipat suka sama cowo yang bisa main gitar".
"Lo berdua ngapain disini pagi pagi?". Mulut ka Rendra terpotong dengan suara yang tiba tiba hadir dari arah belakang kami,setelah kami menengok ,kami kaget,karena sumber dari suara itu adalah milik Ka Reynand.
"Gue lagi ngobrol tentang eskul musik ke cinta ,kebetulan cinta minat dieskul yang gua ketuai".
"Lo ga coba coba modusin cinta kan?". Ucap Ka Reynand penuh tanda tanya.
"Nggaklah,gila aja gue modusin cewe yang baru gue kenal". Bantah Ka Rendra.
"Iya Ka Reynand ,aku sama Ka Rendra cuma ngobrolin eskul ko ga lebih". "Yaudah aku kekelas dulu ya ,dahh".Kataku lagi karena tidak ingin menyaksikan kejadian selanjutnya lagi.
Ketika aku ingin masuk kekamar mandi ,tiba tiba.
"Bughhh"
"Aww"jeritku,menahan sakit karena tubuhku terjatuh kelantai karena terdorong dengan seseorang.
"Maaf gue gasengaja".Suara khas itu ,sepertinya aku kenal.
"Udah ketemu sama Rendra?".Katanya lagi setelah membantuku berdiri.
"Udah ko ka,tadi,makasih ya udah ngebantuin aku,tapi tadi ada ka Reynand dateng jadinya ngobrolnya gacukup leluasa".Kataku.
"Rey?? Tumben dia jam setengah 6 udah ada disekolah". Dia menaikan satu alisnya.
"Emang biasanya dia kalo sampe disekolah jam berapa ka?".Kataku kepo mencari tahu apa dibalik dari wajah herannya Ka Pangeran.
"Gue rasa kita ngomongnya jangan disini deh,nyaman ga sih lo ngobrol didepan toilet?".Kata ka Pangeran dengan memasang mimik muka yang biasa dia berikan kepadaku,dingin.
Aku merasa menjadi babunya Ka Pangeran karena berjalan dibelakang kanannya,tanpa menoleh kearahku dia terus berjalan memimpin kita untuk lebih nyaman berbicara,ah,bodoh aku,mau saja menuruti apa kata dari si Pria dingin ini. Dan,apa kalian tau sekarang aku dimana? Di suatu tempat yang tidak ada satu orangpun ,tapi tempatnya tidak terlalu buruk,bahkan sangat nyaman,ada bangku panjang dibawah pohon yang rindang. Ka Pangeran menyuruhku untuk duduk disampingnya.
"Iya tah?heheh maaf ka aku ga sadar ".Jawabku dengan polos.
"Kenapa coba alesannya ,gue mau tau". Aku rasa Ka Pangeran tidak buruk untuk kujadikan tempat keluh kesahku,walaupun wajahnya sedingin es batu dan cara bahasanya seperti yang tidak bisa menghargai seseorang tapi dia cukup dewasa dan cukup lebih hangat ketika dia bersamaku.
"Alasan aku cuma 1 ka,aku cuma gamau kesepian aja". Dia menaikan satu alisnya seperti biasa ,hmm,kurasa aku tau kalau dia sudah seperti itu,dia ingin lebih mengetahui apa selanjutnya."Iya,dirumah aku gaada yang nemenin, papah sibuk sama perkerjaannya,cuma ada asisten asisten dan supir yang ada dirumah aku ka".
"Emangnya lo gaada kaka atau ade gitu?".
"Kalau ada ,gamungkin aku dateng sepagi ini".
"Nasib kita hampir sama cin,gue dirumah juga cuma sama ade gua yang umur 5 tahun sama asisten asisten doang deh".
"Orang tua kaka kemana?". Tanyaku.
"Ya sama kaya lo,mereka sibuk sama perkerjaannya".
"Kadang ,gue suka mikir deh cin,apa mereka ga sayang sama gue yah".Katanya lagi yang kini menundukan kepalanya kebawah.
"Percaya deh ka ,gaada satu orang tuapun yang ga sayang sama anaknya ,pasti ada walaupun dijauh lubuk hatinya yang paling dalam mereka punya rasa sayang buat anaknya".Aku memberanikan diri untuk mengelus ngelus bahunya Ka Pangeran untuk menenangkan Ka Pangeran.
"Lo bener cin,seharusnya gue mikirnya kaya gitu ya,apalagi nyokap sama bokap gue selalu nyempetin waktu kumpul dihari minggu buat keluarganya". Dia tersenyum manis kearahku.
"Nahh,dari situ aja kaka bisa tau,seharusnya kaka bersyukur,masih bisa ketemu sama orang tua kaka walaupun seminggu sekali,coba liat aku,bahkan aku lupa kapan aku ketemu terakhir kali sama papah aku".
"Iya cin,tapi emangnya nyokap lo gapernah pulang gitu?".
"Mamah udah tenang di alam sana ka".Tiba tiba air mata jatuh dengan deras kepipiku.
"Ooohh,maaf ya cinta,ga seharusnya gue nanya kaya gitu,tapi sumpah gue gatau".Dia mencoba menghapuskan air mataku dengan tangannya. Aku mengangguk halus untuknya.
"Oiya cinta,kalo lo baru dateng sekolah,lo ketempat ini aja ,gue bakalan temenin lo setiap hari,walaupun lo ga butuh sih heheh". Sebentar,ini nyata kah? Seperhatian ini kah Ka Pangeran yang biasanya dingin ini? Atur detak jantung lo cinta gausah deg degan gini.
"Serius ka?".
"Iyah,tapi lo harus janji,gaboleh kasih tau keorang lain tentang tempat ini ,karena tempat ini adalah tempat rahasia buat gua sama bella".
"Bella? Bella siapa?".Tanyaku memastikan siapa bella itu.
"Bella,hmm,gapenting".Juteknya mulai keluar.
"Ka.. kaka ish aku pengen tau siapa dia".Aku menggoyang goyangkan tubuh ka Pangeran membujuk agar dia memberitahukan siapa sebenernya Ka Bella itu.
"Okey okeyy,jadi bella itu cewe yang sempet gue suka,tapi sekarang dia lagi disingapure" .
"Terus kaka udah bilang kalo kaka suka sama dia?".
"Ih kepo nih anak... Yaiyalah gue bilang kalo gue suka sama dia pas dibandara sebelum dia pergi ke Singapure tapi dia bilang dia ga suka sama gua dan dia sukanya sama Rasya".
"Rasya? ka Rasya?".
"Iyah,lo kenal?".
"Iya kenal,jadi siangnya pas kita ketemu di toko buku ,aku dianter pulang sama Ka Rasya". "Tapi dia ganteng ko ka ,wajar kalo ka bella suka sama Ka Rasya".
"Jadi lo bilang Rasya lebih ganteng gitu dari pada gue?".
"Heheh engga ko ,masih gantengan Ka Pangeran". Upss,eh,keceplosan njirt. Tapi untunglah dia tidak terganggu dengan ucapanku justru dia malah tertawa kecil bersama ku.