
Dylan membawa Cinta ke sebuah tempat yang terdapat setu didepannya ,biasanya ketika Dylan sedang rindu dengan orang tuanya pasti dia akan kesini. Tujuan Dylan membawa Cinta ketempat ini karena menurutnya keadaan hati Cinta akan cepat pulih.
"Lo tau kalo hidup itu harus dibawa santai ,kaya arus setu ini ,tenang dan damai". Ucap Dylan menenangkan Cinta dengan merangku pundaknya Cinta.
"Gue tau lo sedih ,gue tau lo kecewa tapi bagaimanapun juga hidup lo harus terus berlanjut lo ga boleh nyerah gitu aja karena dia". Lanjut Dylan.
"Terima kasih". Jawab Cinta lalu memeluk Dylan dengan tangisannya yang mulai pecah.
"Nangis aja Cinta kalo dengan lo nangis beban yang ada dihidup lo berkurang". Dylan mengelus-elus badan belakangnya Cinta.
Keadaan menjadi tambah haru karena Cinta tidak berhenti menangis sekaligus suaranya makin menjadi jadi ,ia jadi terisak isak karena tangisannya.
"Gausah munafik lo !!". Suara perempuan yang tiba tiba datang melepaskan pelukannya Cinta dan Dylan dengan kasar.
"Lo apa apaan sih". Bentak Dylan kepada wanita itu.
"Gue ga suka ya ,lo buat Pangeran malu didepan semua orang".
"Cinta ga buat Pangeran malu ko". Jawab Cinta.
"Lagi pula Cinta ga pinta Pangeran minta maaf sama Cinta , Cinta ga pinta Pangeran terus samperin Cinta , kalo Pangeran lebih pilih Mina yaudah Mina urus aja Pangeran ,dan larang dia buat terus cari cari Cinta". Jawab Cinta yang membuat Dylan takjub karena tidak menyangka jika Cinta akan mengatakan itu kepada Mina.
"Tentu gue bakalan ngebuat Pangeran kaya gitu Cinta ,karena gue sayang sama anak yang gue kandung sekarang, gue mau papahnya ngakuin dia sebagai anaknya walaupun papahnya ga bisa nerima mamahnya setidaknya papahnya bisa terima keberadaannya". Ucap Mina sambil memegangi perutnya.
"Cinta ga akan jauhin Pangeran dari anaknya". Jawab lemas Cinta.
"Gue lakuin itu ga cuma sekali ,dua bulan lalu gue lakuin sama Pangeran untuk pertama kalinya ,Pangeran mabuk makanya dia ga sadar ngelakuin hal itu ke gue ,tapi gue cinta Pangeran dari awal kita ketemu gue gabisa nolak dia ,sampai pada akhirnya kita hampir ngelakuin itu sekitar satu minggu sekali". Penjelasan Mina yang membuat Cinta semakin sakit hatinya.
"Gue pergi dulu ,maaf kalo gua tadi emosi maklum mood wanita hamil suka kadang kadang meluap". Lanjut Mina sambil menepuk bahu Cinta dengan pelan.
Setelah melihat Mina sudah jauh ,badan Cinta benar benar lemas sehingga membuat badan Cinta terjatuh ke tanah.
'Dede bayi itu berhak mendapatkan pengakuan dari papahnya ,walaupun rasanya emang sakit tapi mau gamau Cinta harus ikhlas ini semua demi dede bayi itu". Ucap Cinta dalam tangisnya.
Cinta tidak perduli Dylan sedang menenanginya ,yang hanya ingin Cinta lakukan sekarang adalah menangis , tidak ada yang bisa Cinta lakukan selain menangis ,tangisan ini adalah upacara perelaan Cinta terhadap Pangeran.
"Selamat tinggal Pangeran". Ucap terakhir Cinta sebelum Dylan memutuskan untuk membawa Cinta pulang ke apartementnya.