The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 88.



"Tangannya kenapa merah gitu?". Tanya Dylan pura pura tidak tau.


"Ohh ini, gapapa ko cuma kepentok ubin kamar mandi kampus aja". Elak Cinta.


Dylan mengangguk seolah olah mengiyakan perkataan Cinta dan mempercayainya ,padahal di hatinya dia tau ,kalau Cinta sedang berbohong kepadanya.


🍁🍁🍁


Dylan dan Cinta harus berpisah karena kelas mereka berbeda ,kelas Cinta berada di lantai 2 sedangkan kelas Dylan berada di lantai 3. Cinta memasuki kelasnya yang sepi ,belum ada seseorang yang telah datang.


Cintapun masuk dan langsung menaruh tasnya dibangkunya ,Cinta menundukan kepalanya dan tiduran di atas kedua tangannya. Seketika Cinta terbangun karena mendengar suara jejak seseora


ng yang baru saja masuk kekelasnya.


Berharap kalau orang itu Jake atau Dylan ,ketika Cinta menaikan kepalanya ,Cinta terkejut setengah mati karena dua mahasiswa yang membullynya kemarin datang kekelasnya. Dua mahasiswa itu mendekati Cinta dan berdirii tepat dikedua sisi kanan dan sisi kirinya Cinta.


"Kalian mau apa?". Tanya Cinta ketakutan.


"Gue mau lo ikutin apa yang gue mau". Ujar salah satu mahasiswa itu yang memegangi dagu Cinta.


"Lah ,ko lo gitu si Ardan? Bukannya Acha ga suruh itu ke kita?". Celetuk temannya Ardan.


"Diem". Bentak Ardan.


Seketika Ardan menarik Cinta dan memojokan tubuh Cinta ke dinding. Ardan menatap Cinta dengan tatapan yang sangat mengerikan. Memegang tubuh Cinta dengan sangat kasar.


"Cinta ada salah apa sama kalian? Kenapa kalian perlakuin Cinta kaya gini". Ujar Cinta memberontak.


"Lo emang ga ada salah sama kita ,tapi kalo lo buat adik gue Acha sakit hati lo yang berurusan sama gue". Jawab Ardan.


Ketika Cinta selesai berbicara tiba tiba Ardan mencium bibir Cinta. Cinta sangat memberongak menerima perlakuan buruk seperti ini dari Ardan , tapi apa boleh buat ,badan Ardan terlalu tinggi untuk Cinta lawan.


Teman Ardan tidak menyangka kalau Ardan akan melakukan ini kepada Cinta karena ini bukanlah rencana awal yang Acha minta dengannya.


Cinta hanya bisa menangis melihat betapa malangnya hidupnya sekarang,baginya sekarang dia adalah perempuan yang paling rendah dari yang rendah. Banyak perkataan yang ingin ia lontarkan ,tapi sekarang dia hanya bisa mengatakan itu didalam hati.


Melihat Cinta yang menangis terisak isak membuat Ardan melepaskan ciumannya ,Ardan menghapus lipstik Cinta hingga melebar kepipinya ,membuat pipi Cinta mempunyai bekas hapusan lipstiknya karena seseorang.


Setelah melakukan itu ,Ardan dan satu temannya keluar dari kelasnya Cinta. Tubuh Cinta lemas setelah melihat Ardan dan satu temannya keluar dari kelasnya. Dia duduk bersandar didinding, menutupi kedua wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu menangis dengan sangat kencang.


Jake baru saja datang dan langsung melihat Cinta duduk sambil menangis di pojok dinding ,Jake menghampiri Cinta setelah menaruh tasnya di kursinya.


"Lo kenapa ? Di bully lagi?". Tanya Jake dengan nada khawatir.


Cinta membuka tangannya dari wajahnya ,melihat keadaan Cinta yang tidak karuan seperti ini membuat Jake langsung memeluk Cinta. Cinta juga memeluk Jake dengan rasa ingin meluapkan ketakutannya selama ini.


"Dia jahat Jake !! Dia jahat !!! Dia lecehin Cinta tadi disini". Rengek Cinta didalam dada bidangnya Jake.


"Kenapa cewe kaya lo selalu di perlakuin buruk sama orang orang sih ,Ta?".


"Cinta sekarang buruk ,Cinta sekarang kotor banyak bibir laki laki yang pernah cium bibir Cinta". Ucap Cinta pelan.


"Yaudah ,lo tenangin diri lo ,gue bakal bantu lo buat nyelesain semuanya".


"Cinta ga bisa Cinta takut". Bentak Cinta.


"Yaudah sekarang gapapa lo nangis ,lo nangis aja gapapa ,kalo itu yang buat lo tenang ,its okey Ta". Balas Jake mengelus rambut Cinta berharap Cinta bisa tenang karena itu.