The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 42.



Sarahhh'. Aku meneleponnya.


'Kenapa Cinta?'.


'Pangeran..'.


'Kenapa lagi Pangeran?'.


'Pangeran sikapnya berubah lagi kaya dulu ,dingin ,cuek dan parahnya lagi ,tadi pas kita makan siang kan pulangnya ke kantornya Pangeran dulu tuh , dia malah nyuruh Cinta pulang dan ga dianterin dongg'.


'Udah ah ,jangan nangis ,mungkin dia cape kali banyak kerjaan dikantornya ,banyak tugas juga ,nanti juga kalo udah mendingan pasti balik lagi ko'.


'Mungkin kali ya , btw kamu kaya gitu juga ga sama Julian?'. Tanyaku penasaran.


'Sekarang sih engga ,tapi Julian suka gitu ko ,setelah 2 hari atau 1 hari dia berubah kaya awal lagi'.


'Ohhhh , mudah mudahan Pangeran cepet kembali ya , makasih ya sarah udah dengerin curhatan Cinta'.


'Iya Cinta ,udah dulu ya , Sarah mau ada perlu'.


'Okey Sarah'.


(Dimatikan).





Keesokan harinya aku memutuskan untuk datang kekantornya Pangeran ,aku membawakan roti cokelat kesukaan Pangeran pagi ini ,berharap suasana Pangeran sudah berubah menjadi seperti semula.


Aku diantar supir untuk pergi ke kantornya Pangeran ,dengan perasaan senang aku melewati satu persatu karyawan yang menyambutku dengan senyuman ramah mereka.


\_Clek\_


Aku membuka pintu ruangannya Pangeran , melihat kearah depan ,seketika badanku kaku tidak percaya apa yang aku lihat sekarang. Siapa wanita yang ada disampingnya Pangeran ,kenapa mereka sangat dekat?. Ah ,tapi pikiran itu aku singkirkan ,aku menarik nafas dan mulai menghampiri Pangeran ,tanpa melihat kearah si wanita itu.


"Ini Cinta bawain roti cokelat buat Pangeran". Aku menyodorkan kotak bekalku ke Pangeran.


"Taro disitu aja dulu". Pangeran menyuruhku menaruhnya dimejanya dan akupun menaruhnya.


Setelah beberapa menit dari itu ,aku merasa aku mulai tidak dianggap , wanita itu tidak perdulikan perasaanku , apalagi Pangeran ,kenapa dia mengacuhkan aku seperti ini. Aku seperti tidak ada diantara mereka , aku tidak tau , mereka membicarakan soal pekerjaan untuk mencari topik agar bisa tambah dekat atau tidak.


Saat itu juga ,dadaku kembali sesak ,aku tidak tau ,apa ada masalah lagi di bagian hatiku? Kenapa aku merasakan rasa sakit ini lagi?. Pangeran yang sadar akan hal itu ,dia langsung menyuruh wanita itu keluar dari ruangannya.


"Kenapa? Sesak lagi?". Tanya khawatirnya sambil memegang bahuku dengan kedua tangannya.


"Cinta ... Kenapa?". "Ko bisa kaya gini lagi". Lanjutnya , dia masih tetap berusaha untuk menenangiku.


"Cinta bilang diem ya diem!! Kenapa sih ,ga ngerti banget".


Saat itu juga aku merasakan sesuatu yang mengganjal dibibirku ,apa apaan ini , Pangeran menciumku ,dia menciumku diruangannya sendiri. Aku tidak bisa berontak ,tapi entah kenapa rasa sesak didadaku sedikit menghilang karena Pangeran melakukan ciuman bibir kepadaku.


"Cinta mau pulang". Ucapku sambil melepaskan ciuman dari Pangeran.


"Aku anter". Jawab cepatnya.


"Ga usah , Cinta bisa jalan sendiri". Kataku sambil keluar dari ruangannya dan berjalan untuk pergi dari kantornya Pangeran.


"Cinta". Teriak Pangeran ,ternyata Pangeran mengejarku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap jalan keluar.


"Kamu tuh kalo aku panggil jawab jangan diemin aku". Pangeran menarik tanganku.


"Apa apaan sih ,sakit!". Bentakku.


"Ya lagian ,kalo dipanggil itu dijawab bukannya malah pura pura budek".


"Ya kamu juga ,kalo ada aku itu dianggap bukannya dicuekin!". Jawabku nyindir.


"Buat apa Pangeran ngejar Cinta? Lagi pula dari tadi Cinta ada juga ga dianggap ,mending Cinta pulang aja". Lanjutku.


"Maaf". Aku mendengar suara kecilnya.


"Maaf apa?".


"Maaf kalo kamu kesinggung sama perlakuan aku". Dia menatap mataku.


"Mesra mesraan aja sana sama karyawanti yang tadi ,pantes aja ,belakangan ini sikap Pangeran beda".


"Udah jangan diperpanjang... Kamu mau pulang? Bukannya hari ini kamu hari pertama kuliah?". Tanyanya mengalihkan pembicaraan. Tapi untungnya dia mengingatkanku.


"Iya juga ya , Pangeran sih ,bikin Cinta lupa".


"Lah ko aku? Udah udah ,mau aku anter?". Tawarannya.


"Tanpa Cinta jawab juga Pangeran pasti tau kan?".


"Yaudah ,ayo". Dia menarik tanganku dan menggenggam tanganku.


Selama perjalanan ke parkiran ,aku menatap ke wajahnya Pangeran ,pria yang tingginya sangat tinggi ,bahkan tinggiku hanya setara dengan dadanya. Tinggi banget bukan? Entah aku yang terlalu pendek ,atau dia yang tingginya diatas rata rata. Ah ,tapi kalau dibilang aku pendek ,aku tidak terlalu pendek. Tinggiku 165cm. Itu lumayan tinggi bukan dikalangan perempuan?.


'Kamu adalah pria paling dingin yang pernah aku temui ,tapi anehnya ,meskipun kamu dingin tapi aku sangat mencintaimu'. Ucapku dalam hati sambil tersenyum melihat wajahnya.