
"Jawab aku ! Ini ulah Jake". Pangeran menaikan suaranya sehingga membuat Cinta terkejut mendengarnya. Cinta hanya bisa menggeleng keras sambil menahan nangis melihat tatapan marah dari Pangeran.
"Jadi ini ulah Dylan?!". Lanjut Pangeran.
"Benerkan? Kamu kenapa sih mau aja dibodohin sama Dylan?! Dari awal kan aku udah bilang jangan deket deket sama dia".
"Papah udah tau ini?". Tanya Pangeran.
"Papah gatau". Balas Cinta.
"Rendra?". Lanjut Pangeran , Cinta juga menggelengkan kepalanya.
"Papah harus tau ini". Ujar Pangeran sambil merogok kantong celananya ingin mengambil handphonenya.
"Pangeran tolong jangan kasih tau papah". Pinta Cinta menggoyang goyangkan tangannya Pangeran.
Pangeran tidak memperdulikan Cinta yang sudah menangis ,dia malah sibuk mencari nomer telepon papahnya Cinta. Jake dan Mina hanya bisa menyaksikan kejadian ini karena mereka tau kalau Pangeran sedang marah seperti ini akan lebih baik tidak ada yang mengganggunya.
"Pangeran kenapa jadi egois kaya gini ? Pangeran tau ,hidup Cinta udah berat sekarang jangan buat papah benci sama dede bayi dan juga Dylan ,udah cukup Pangeran buat papah benci sama Cinta jangan mereka". Ucap Cinta lirih menatap matanya Pangeran.
"Aku ga rela Cinta kamu sama Dylan". Jawab Pangeran yang mulai luluh emosinya karena melihat tatapan mata dari Cinta.
"Kamu fikir aku rela kamu sama Mina? Apa yang bisa aku lakuin sekarang Ran ,keadaanya udah berbeda ,kamu milik Mina dan aku milik Dylan... Meskipun berat buat aku lupain semua kenangan kita ,tapi aku harus coba lakuin hal itu". Celetuk Cinta.
"Cinta ... Jangan nangis". Kedua tangan Pangeran menjulur memegangi kedua pipinya Cinta yang sudah mulai basah karena air matanya.
"Pangeran yang selalu buat Cinta nangis , Pangeran ga pernah mikirin posisi Cinta, Pangeran egois".
"Kecewa itu wajar kan Ta? Aku cuma kecewa sama Dylan udah bikin kamu kaya gini". Pangeran memeluk Cinta.
"Mungkin jalannya harus seperti ini Ran".
"Aku masih belum bisa menerima semua ini". Pelukannya tambah erat kepada wanita yang selama berbulan bulan ini tidak ia temui.
Ketika Pangeran sedang merasakan kenyamanan yang selama ini tidak ia dapatkan ,janin yang ada diperut Cinta tiba tiba menendang yang dapat dirasakan oleh Pangeran.
Sontak membuat Pangeran tidak bisa percaya ,kaget dan juga senang. Pangeran langsung melepaskan pelukannya dengan Cinta dan menatap Cinta yang memegangi perutnya yang mulai besar.
"Bayinya nendang aku?". Tanya histeris Pangeran. Cinta mengangguk pelan.
"Ohh jadi gini rasanya di tendang sama calon bayi". Jawaban Pangeran yang membuat Mina memegangi perut yang nyatanya lebih besar ukurannya dengan Cinta.
"Kamu yang baik baik aja ya disana ,jaga mamah kamu jangan biarin mamah kamu di sakitin sama orang lain". Lanjut Pangeran mengusap-usap perutnya Cinta.
"Apa dong?". Tanya Pangeran.
"Bunda".
"Ohh iya bunda". Pangeran mengangguk.
Mina yang harus menyaksikan pria yang ia cintai bermesraan dengan wanita lain hanya bisa menahannya. Bagaimanapun juga ,selama ia menikah dengan Pangeran ,tidak pernah ia melihat Pangeran tersenyum lain seperti Pangeran bertemu Cinta. Mina hanya menahan rasa yang sangat sesak dihatinya.
Jake sedari tadi melihat kejadian sepupunya dengan wanita yang ia cintai ,tidak pernah ia lihat sepupunya itu bisa seperduli dan secinta ini dengan seseorang ,sekilas Jake manatap Mina yang berumpat dibalik tubuh tingginya Pangeran ,menatap sedih Pangeran dan Cinta. Terbesit rasa kasian dan rasa iba Jake kepada Mina.
"Oiya Mina ,apa kabar ? Dede bayinya sehat kah?". Cinta mencoba mencairkan suasana dengan beralih bertanya kepada Mina.
Ekspresi wajah Pangeran langsung berubah ketika Cinta memanggil nama Mina yang nyaring di telinganya.
"Gue? Baik ko ,dede bayinya juga baik". Jawab gugup Mina.
"Ohh syukurlah ,semoga Mina dan dede bayinya juga selalu berada dilindungan tuhan ya". Cinta mengelus perutnya Mina.
"Lo juga". Mina hampir meneteskan air mata melihat wanita yang selama ini dia tipu ternyata bisa sebaik ini kepadanya.
"Mina kenapa? Mau nangis ya? Jangan nangis ,kata dokter kita ga boleh nangis kasian dede bayinya". Ucap Cinta memegangi kedua pipi Mina.
"Udahlah gausah sok jadi mendramatisir gitu ,ga pantes". Pelik Pangeran.
"Cinta harus kuliah ,Pangeran jagain Mina sama dede bayinya ya". Ujar Cinta kepada Pangeran.
"Mereka ga perlu dijagain". Jawab cepat Pangeran.
"Huhhh ,dari dulu Pangeran ga pernah berubah yah ,selalu dingin sama cewe ... Ubah kebiasaan buruk itu Ran". Cinta menepuk lengan Pangeran dengan pelan.
"Jangan pergi ,Ta". Celetuk Pangeran yang melihat Cinta mau mengajak Jake pergi.
Pangeran menghampiri Cinta ,dan mencium bibir Cinta dengan cepat. Membuat Cinta maupun Jake terkejut atas perlakuan Pangeran tadi.
"Aku janji ,walaupun aku gatau waktunya kapan pasti ada waktu yang membuat kita bisa sama sama lagi". Lanjut Pangeran.
Cinta memilih tidak memperdulikan omongan Pangeran dan beranjak pergi dengan Jake.