
3.
"Kamu ini apa apaan Cinta ,mutusin hubungan sama Pangeran gitu aja tanpa persetujuan dari papah". Ujar papahnya Cinta didalam teleponnya ,mengganggu suasana indah karena malam ini Cinta dan Dylan sedang menonton drakor di tv milik Dylan.
"Cinta ada alasan pah putusin semuanya". Jawab Cinta ketakutan.
"Apa?!! Papah ga mau yah ,ini berdampak sama hubungan baik perusahaan papah sama perusahaan papahnya Pangeran... Lagi pula nak ,urusan Pangeran hamili anak orang kan gampang ,tinggal suruh aborsi aja kenapa sih? Pangeran kan kaya ,dia kasih uang buat wanita itu juga udah kelar". Omel papahnya Cinta.
Dylan menatap kasian kepada Cinta . Tidak ada yang percaya kepadanya, semua orang yang bertanya kepada Cinta seolah olah menuduh Cinta lah yang salah.
"Terus papah lebih rela Cinta hidup sama laki laki yang pernah bunuh anaknya sendiri? Papah rela Cinta hidup sama laki laki yang pernah dahulukan Cinta dengan wanita lain? Papah mungkin bisa tapi Cinta engga". Jawab Cinta.
"Seharusnya kamu ga egois kaya gini ... Kalo Pangeran salah seharusnya kamu kasih kesempatan buat Pangeran jelasin semuanya jangan malah kabur dari rumah kaya gini ,apa coba maksudnya?".
"Sebenernya anak papah itu Cinta atau Pangeran sih?!". Kata Cinta.
"Terserah kamulah ,mulai sekarang ,papah akan kirim uang hanya untuk keperluan kuliah kamu aja ,uang jajan kamu selama sebulan papah potong. Itu akan tetap berlaku kecuali kamu kembali sama Pangeran". Ancam papahnya Cinta yang membuat Cinta menjatuhkan air matanya dengan sangat haru.
"Yaudah ,lakuin apa yang papah mau ... Sejauh apapun sekarang Cinta sama papah tapi Cinta masih punya mamah ,mamah pasti akan selalu jaga Cinta dimanapun Cinta berada ... Tuhan akan selalu berbaik hati sama Cinta". Ujar Cinta yang langsung dimatikan teleponnya dengan papahnya sendiri.
Cinta menutupi wajah menangisnya dengan kedua tangannya. Tangisan Cinta membuat tubuhnya terisak isak, Dylan yang empati terhadap Cinta hanya bisa mencoba menenangkan Cinta dengan cara merangkul bahunya Cinta lalu menyenderkan kepalanya Cinta ke dadanya.
"Mamah lo pasti akan sedih kalo liat anaknya yang cantik ini nangis". Ujar Dylan.
"Cinta ga nangis ko , Cinta cuma sedih aja kenapa semua orang malah bela Pangeran?". Jawab Cinta.
"Ga nangis tapi keluar air mata? Btw gue ga mau yah kalo tuh hantu keluarin wujudnya didepan kita cuma berfikiran lo nangis gara gara gue". Ledek Dylan.
"Ga ga , Cinta ga nangis ko". Jawab Cinta langsung menyeka air matanya dengan kedua tangannya. Dylan yang melihat itu hanya tertawa kecil.
'Apa harus gue pake cara ini biar lo berenti nangis?'. Batin Dylan lalu mengacak rambut Cinta kecil dan tersenyum.
"Kan ada gue , gue masih bisa ko hidupin lo". Jawab Dylan.
"Cinta ngekos aja ya , Cinta ga mau ngerepotin Ka Dylan terus".
"Emang lo siap hidup mandiri? Tempat tidur kos kosan ga senyaman kasur di apartement ini atau yang ada dikamar lo ,lo bisa tidur dengan kasur lantai? Kamar yang sempit ,belum lagi kalo ada kecoa atau cicak ,gimana tuh?". Ujar Dylan menakut nakuti Cinta.
"Emang gitu ya?". Jawab Cinta.
"Iya lah ,udah ga usah di pikirin ,gue masih mampu ngehidupin lo". Dylan menepuk bahunya Cinta pelan.
"Seriusan?". Tanya Cinta.
"Nanti uang jajan gue dan uang jajan lo kita gabungin ,abis itu kita atur deh buat apa apanya ,lagi pula papah lo juga kasih keperluan kuliah lo kan? Jadi gampang". Jawab Dylan.
"Mulai besok kita jangan makan diluar ya , Cinta bisa masak ko, Cinta yang masakin buat kita makan". Saut Cinta dengan senyuman sumringah.
"Lo bisa masak? Seriusan? Baru tau gue". Tanya Dylan dengan perasaan yang terkejut.
"Ya bisa lah , dari kecil kan Cinta hidup sama pembantunya Cinta , ya Cinta belajar masak lah dari dia". Jawab Cinta.
"Gue salut sama lo". Ujar Dylan tersenyum kepada Cinta.
"Udah ah Cinta mau tidur ngantuk". Celetuk Cinta sembari menaikan selimut ke tubuhnya.
Dylan langsung mematikan tv-nya lalu menaikan selimut dan memeluk Cinta sepeerti biasa. Cinta memajukan tubuhnya ,membuat kepalanya berada di tepat dadanya Dylan lalu memeluk badan Dylan. Dylan tersenyum melihat perubahan dari Cinta yang mulai mau menerima dia.
Dylan mematikan lampu tidurnya dan mulai menutup kedua matanya untuk tertidur. Cinta lebih dulu tidur ,kebiasaan Dylan adalah dia akan mulai tidur setelah melihat Cinta sudah tertidur dengan pulas.