The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 23.



Hari telah berganti menjadi pagi ,Rey membalikkan badannya kearah Cinta ,dia kaget kalau posisi badan Cinta dan Pangeran saling berpelukkan. Dia segera membangunkan mereka berdua. lalu Cinta dan Pangeranpun terbangun.


 


Setelah Rey prepare dan juga Cinta ,mereka pamit untuk pergi pulang duluan agar bisa mengecek penyakitnya Cinta.


 


•••


••••


•••••


 


Setelah beberapa jam ,akhirnya merekapun sampai dirumah Cinta. Rey sekarang sedang duduk di sofa milih Cinta.


 


"Kita ke dokter ya sayang". Ujar Rey.


"Yaudah ,kita bakalan kedokter nanti".


"Aku bakalan temenin kamu ke dokter ko ,gausah takut yah".Sambil mengelus rambut Cinta dengan lembut.


 


Tepat setelah Rey menarik tangannya kembali ,tiba tiba handphone miliknya berdering ,dan itu bertanda ada yang meneleponnya.


 


Rey : 'Ada apa mah?". Ya, telepon itu dari mamahnya Rey.


Mamahnya Rey : 'Rey,mamah denger kamu udah pulang dari perkemahan ,kamu bisa pulang sekarang? Ada sesuatu yang penting mamah mau omongin sama kamu'.


Rey : 'Tapi mah ,Rey mau anter Cinta ke dokter dulu'.


Mamahnya Rey : 'Yaudah kamu kesini dulu sebentar ,lalu kamu ke rumah sakit buat jenguk Cinta ,nanti mamah ikut deh'.


 


Rey menatap kearahnya Cinta untuk meminta izin kepada Cinta ,lalu Cinta mengangguk pelan seolah olah menunjukkan kalau ia mengizinkan bahwa Cinta mengizinkan Rey untuk memeningkan ibunya ketimbang pacarnya.


 


Rey : ' Yaudah,bentar ,Rey mau jalan'. Dimatikan.


"Maaf ya sayang,aku ga bisa ikut kamu kerumah sakit".


"Iya gapapa ko sayang".


"Tapi kamu harus janji sama aku ,kamu harus ke rumah sakit,nanti aku nyusul kesana sama mamah".


"Iya sayangg ,yaudah kamu ke mamah kamu dulu,aku bakalan ke rumah sakit ko".


"Okeyy,makasihh ya". Lalu Rey pergi.


•••••


•••••


••••••


 


Aku sedang di ruangan periksa sekarang ,dokter muda yang sangat terkenal baru baru ini ternyata menjadi dokter yang memeriksaku.


 


"Apa yang kamu rasakan?". Tanya dari dokter muda itu yang bernama dokter Wisnu.


"Seminggu yang lalu ,aku main basket sama temen sekolah terus abis itu badan aku kaya lemes gitu ditambah kaya sesek banget nafasnya dok,terus kemarin aku ikut camping disekolah ,aku sama temen aku hilang ditengah tengah hutan dan keujanan,abis itu ,kejadian yang sama juga terjadi ,malahan kemarin aku sampe mimisan dan ga bisa bangun sama sekali". Jelasku.


"Apa kamu pernah mengalami kejadian kaya gini ,dulu?".


"Ga pernah dok".


"Saya harus memerlukan hasil lab untuk bisa mengetahui apa penyakit kamu".


"Maksud dokter ,saya harus ambil darah?".Aku kaget mendengar jika aku harus diambil darahnya ,satu hal yang harus kalian tau,aku sangat takut dengan jarum suntik.


"Iya,biar kita bisa tau apa sebenernya penyakit yang kamu hadapi".


"Ga bisa dengan cara lain apa dok,aku takut".


"Hehe,kamu tuh udah gede ,masa diambil darahnya aja segala takut sih,tenang gabakalan sakit ko". Aku berfikir cukup lama ,lalu memutuskan kalau aku harus memilih langkah ini,bagaimanapun juga aku harus tau apa yang sebenernya terjadi sama diri aku.


 


Akhirnya dokter mengambil darahku dan memberikan darahku kepada perawat yang ada disebelahnya.


 


"Kamu bisa nunggu kan ? Sekitar 30 menit ,baru hasil lab itu bisa keluar". Dia berdiri disamping kananku.


"Iya dokter". Jawabku lemas.


"Gausah panggil dokter ,Saya Wisnu kamu?".Sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Cinta ,dok,eh ka Wisnu". Dia tersenyum miring kepadaku.


"Ka ,Ka Wisnu kan dokter ,kaka bisa nebak ga sebenernya aku sakit apa". Kataku sambil berusaha duduk ditempat tidurku.


"Saya bisa menebak ,tapi saya tidak bisa beri tahu sekarang ke kamu". Nada bicaranya sekarang seakan berubah setelah aku menanyakan itu.


"Kapan saya bilang itu?".


"Bukan Ka Wisnu sih yang bilang,tapi aku hehehe".


"Kamu tuh,lagi sakit kaya gini masih aja sempet sempetnya bercanda".Dia menggelengkan kepalanya pelan kepadaku.


Setelah menunggu berapa menit,akhirnya suster yang sama memberikan hasil labnya kepada Dokter Wisnu. Dokter Wisnu membacakan isi hasil lab itu.


"Dugaan saya benar,gejala gejala yang kamu alami adalah akibat kamu mempunyai sel darah putih yang berlebihan dari orang biasanya,tapi yang saya heran biasanya orang yang mengidap penyakit leukemia tidak mungkin bisa sesak nafas".Badanku menjadi lemas ketika Ka Wisnu menjelaskan penyakitku,bagaimana bisa aku mengidap penyakit leukemia seperi yang ka wisnu bilang.


"Tapi aku bisa sembuh kan dok?".


"Kemungkin untuk sembuh dari penyakit ini mungkin bisa terjadi, dengan kamu ikut trapi K3 mungkin kamu bisa sembuh".


"Tapi,sepertinya kamu harus secepatnya melukakan skening agar bisa mengetahui apa ada penyakit lain yang membuat kamu sesak nafas atau malah sesak nafas itu juga termasuk dalam penyakit leukemia kamu Cinta".Lanjutnya.


"Aku bisa melakukan itu,tapi apa dokter bisa memberitahukan papah aku tentang penyakit ini?".Pintaku.


"Baiklah,kenapa hanya papah kamu kenapa tidak mamah? Bukankah lebih baik memberitahukan lebih dulu mamah kamu?". Tanyanya.


"Mamah udah meninggal sejak dia ngelahirin aku".


"Yaudah ,berikan saja handphone kamu ,saya akan menjelaskan semuanya kepada papah kamu". Akupun memanggil Papahku dan memberikan handphone milikku kepada Ka Wisnu.


Papah : ' Iya ada apa sayang?'.


Ka Wisnu : 'Maaf ,pak,saya wisnu'.


Papah : 'Iya ,ada apa yah'.


Ka Wisnu : 'Saya dokter dirumah sakit yang sekarang anak bapa kontrol,saya hanya ingin memberi tahukan ,bahwa anak bapa,Cinta,sekarang mengidap penyakit leukemia'.


Papah : 'Apa? Bagaimana bisa Cinta mengalami penyakit yang sama dengan mamahnya?'.


Ka Wisnu : 'Sekarang saya mengerti ,penyakit leukemia hanya bisa tertular dengan sel darah yang mengalir dalam tubuh ibu dan anak'.


Papah : 'Saya minta tolong ,berikan penanganan yang terbaik untuk anak saya ,kalau perlu ,dampingi Cinta sampai dia pulih,anda bisa tinggal di rumah saya untuk mengontrok setiap saat setiap waktu bagi anak saya'.


Ka Wisnu : 'Bagaimana saya bisa menangani pasien hanya satu? Bagaimana dengan pasien saya yang lainnya pak?'.


Papah : 'Bagaimanapun caranya ,saya ingin anda menangani anak saya secara khusus,saya tidak ingin anak saya bernasib sama dengan mamahnya ,saya akan mengontrak anda dirumah sakit yang sekarang anda kerja ,sampai Cinta benar benat pulih'.


Ka Wisnu : 'Saya mungkin bisa melakukan itu, tapi menurut saya apa ga seharusnya bapa pulang juga kerumah ,untuk merawat Cinta bersama saya'.


Papah : 'Saya sedang mengurusi perusahaan saya yang ada di sydnei ,ini sangat penting,jika perusahaan saya sudah kembali normal ,saya akan pulang'.


Ka Wisnu : 'Baiklah,urus saja keperluan bapa dengan pihak rumah sakit,saya akan melakukan yang terbaik untuk anak yang bapa terlantarkan'. Di matikan.


Aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku karena aku tidak ingin Ka Wisnu tau kalau aku sedang menangis, Papah tidak pernah berubah,dia tidak pernah bisa meninggalkan perusahaannya ketimbang harus bersama denganku.


"Sabar,kamu harus tetep tenang ,itu akan berdampak positif untuk kesehatan kamu".Dokter itu mengelus bahuku dengan halus.


"Papah ga pernah berubah ka ,dia selalu mementingkan perusahaanya ketimbang merawat anaknya sekalipun aku yang sedang sakit ini".


"Saya yang akan merawat kamu,kamu percaya kepada saya kalau saya akan membuat kamu menjadi pulih kembali". Dia memelukku ,aku tau dia memelukku hanya karena ingin menenangkan aku yang sedang sakit ini, bagaimanapun juga ,dia adalah dokter yang sudah berpengalaman untuk mengatasi orang yang sedang sekarat ini.


"Cinta". Suara khas Rey tiba tiba datang yang membuatku kaget.


"Gimana? Kamu sakit apa?". Dia menatap Ka Wisnu yang tidak memakai seragam dokter ,jas putihnya ia tinggalkan di ruangannya.


"Aku gapapa ,cuma asam lambungnya aja lagi naik makanya aku kaya gitu". Ngelesku kepada Rey, karena bagaimanapun juga ,aku tidak ingin membuat dia khawatir tentang kesehatanku ,Ka Wisnu menatapku seolah olah menanyakan kenapa ,aku hanya mengangguk pelan kepadanya.


"Seriusan ? Dia siapa?".Rey menunjuk Ka Wisnu.


"Iya Reyy, diaa...".


"Saya anaknya teman papahnya Cinta". Potong Ka Wisnu.


"Maaf sayang,aku ga bisa lama lama disini ,aku harus balik lagi jemput mamah aku dibutiknya".


'Kayanya laki laki ini adalah pacarnya Cinta'. Batinnya Wisnu.


"Iya gapapa ,yaudah kamu balik ke butiknya mamah aja ,nanti mamah kamu nunggu lama lagi".


"Yaudah,aku ke mamah lagi yah ,kamu gapapa pulang sendiri?".


"Iya gapapa ,aku udah sehat ko". Lalu Rey pamit untuk menyusul mamahnya ke butik mamahnya.


- - -


- - -


- - -


"Kenapa kamu ga jujur aja sama cowo yang tadi". Tanya Ka Wisnu.


"Aku gamau dia khawatir ka ,bagaimanapun juga ,dia adalah laki laki yang mencintai aku ,aku gamau dia merasakan apa yang papah rasakan".


"Sampe kapan kamu terus terusan bohong kaya gini?".


"Sampe waktunya benar benar tepat ka".


"Hmmm,baiklah,apa kamu ingin saya antar saya pulang?".Tawaranya.


"Apa kaka bakalan tinggak dirumah aku?".


"Itu yang papah kamu inginkan untuk kamu ,apa kamu keberatan?".


"Kalo itu permintaan papah ,kenapa aku ga bisa?".


Akhirnya ,hari ini, adalah hari dimana aku harus berbohong kepada Rey ,dan mungkin ,akan terjadi juga kepada Pangeran. Aku tahu betul ,bagaimana Papah sangat kehilangan mamah sejak aku kecil . Walaupun sekarang ,Papah sepertinya ga perduli sama aku ,tapi aku ngerti ,papah seperti itu ,hanya tidak ingin menunjukan rasa kehilangan dan kesepiannya kepadaku.