That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 7



Semua keluarga berkumpul di halaman belakang bahkan sang Oma sudah mengambil alih Adel dengan bantuan Qilla.


Kafka hanya mendengus kesal bahkan wajahnya sangat masam. Adel merasa kasihan dengan Kafka lalu ia mengambilkan makanan untuk Kafka dan duduk di sebelahnya.


"Ahhh kau memang terbaik sayang" senang Kafka


"Ck, kau ini sudah disini dengan Oma" protes Rahma dengan menarik tangan Adel.


"Aku udah di tengah kan Oma , jadi semuanya impas" balas Adel lembut.


"Ahhh baiklah , tapi nanti kau tidur dengan Oma ya" ucap Rahma


Adel tidak langsung menjawab , ia menatap Kafka dan Ayu bergantian , mereka mengangguk dan Adel menatap Milsi adiknya.


Milsi mengangguk karena ia tahu bahwa sang Kakak tidak bisa menolak keinginan Oma Rahma.


"Baiklah Oma" balas Adel.


"Jadi nanti kau akan tidur dengan Opa" ucap Rahma pada Kafka.


Kafka hanya mendengus saja dan melanjutkan makannya.


Sedangkan yang lainnya hanya diam dengan menikmati makanan yang sangat lezat. Bahkan Qilla yang biasanya berisik sekarang sangat fokus makan.


Para Art dan penjaga pun ikut serta makan makanan lezat itu tetapi mereka makan di halaman depan dengan bergantian jaga.


"Ahhh kita beruntung sekali ya, Mbak. Kita bisa makan lezat dengan gratis bahkan bonus selalu ada , liburan tiap minggu dan banyak lagi kebaikan keluarga ini" kagum Art lainnya


"Iya jadi kita harus bekerja dengan baik dan bahkan harus menjaga keluarga ini dengan sangat baik. Karena mereka seperti malaikat penolong bagi kita" balas Mbak Lala.


Mereka semua mengangguk dan menyelesaikan makannya agar yang lain bisa bergantian makan.


Memang mereka bekerja sebagai Art tetapi gajih mereka sangat lumayan besar, dan juga mereka selalu mendapatkan perilaku yang sama disana.


Sedangkan keluarga inti , mereka sedang duduk bersantai di ruang keluarga , bahkan camilan dan minuman sangat berjejer rapih disana.


"Woahh kita pesta" ucap Qilla dengan senang.


"Ck, makan melulu kamu, Nak" decak Tama dengan mencubit hidung mancung Qilla.


"Ommmm sakit" rengek Qilla.


Tama hanya tertawa kecil saja, sedangkan Qilla langsung membawa makanan ke belakang , ia akan mencari Milsi untuk menemaninya.


"Bagaimana semua persiapannya, Ka?" tanya sang Opa


"Bagaimana bisa kamu tidak memberitahu kami dari jauh hari" kesal Oma dengan menampar tangan Cucu nya.


"Pukul saja Oma, dia memang menyebalkan" kompor Andi yang sedang menggendong anaknya.


"Heh diam kau" kesal Kafka.


"Ka" tegur Adel


"Iya iya ini akan di jelasin" pasrah Kafka dengan menghela nafas.


"Ck, bucin akut kau" ledek Elga dengan tertawa kecil.


"Kau juga bucin pada Ayu" olok Tama


Mereka tertawa melihat keluarganya yang sama-sama saling ledek dan menciptakan kehangatan.


Lalu mereka berhenti dan menyuruh Kafka menjelaskannya.


"Jadi saat Mom dan Daddy membuat rencana sebenarnya aku sudah tahu , dari sana aku mulai memastikan kembali hatiku , karena aku tidak ingin menyakiti Adel , aku mulai mengikhlas Adel dengan Pria lain tetapi itu bertolak dengan hatiku , hatiku sakit bahkan aku ingin sekali membunuh Pria yang dekat dengan Adel , lalu aku mulai yakin bahwa aku harus jujur pada Adel kalau aku sangat menyayangi dan mencintainya. Dan tadi siang aku menyadap nomor Adel bahkan aku mendengarkan semua rencana yang mereka obrolkan. Aku mati-matian menahan marah" ucap Kafka menggenggam tangan Adel.


"Lalu aku berkata jujur pada Adel dan setelah berkata jujur aku merasa bahwa bebanku hilang dan aku lega. Apalagi aku sangat bahagia saat melihat wajah Adel yang berbinar setelah aku berkata jujur. Lalu aku menyuruh Rendi menyiapkan pernikahan ku yang sangat mewah dan berkesan dalam 2 hari. Dan ya semuanya berjalan lancar bahkan semuanya hampir selesai" ucap Kafka kembali.


Mereka semua tersenyum melihat ketulusan dan keseriusan Kafka. Bahkan Adel sudah berkaca-kaca, ia sangat menantikan momen dimana cinta nya terbalaskan , sempat ia ingin menyerah tetapi para sahabat menyemangati nya kembali.


"Lalu masalah undangan?" tanya Tama


"Semuanya sudah di sebarkan bahkan Kafka menyuruh aku merahasiakan nama Adel dan otomatis para anak wanita relasi bisnis nya penasaran dan hari pernikahan Kafka akan menjadi hari patah hati" ucap Rendi terkekeh.


"Kenapa meski di rahasiakan, Ka?" tanya Sela.


"Aku akan membuat kejutan untuk mereka dan aku melindungi Adel dari teror wanita liar tak berguna di luaran sana" jawab Kafka dengan mencium tangan Adel.


"Kaaa ihh" gerutu Adel dengan wajah memerah malu.


HAHAHA! Mereka tertawa karena merasa lucu dengan tingkah Kafka yang seperti Abg baru pacaran saja , padahal umurnya sudah mau kepala 3.


Tetapi mereka merasa bahagia karena Kafka dapat melupakan dan mengikhlaskan Delisa yang memang sudah tenang di alam berbeda.


.


.


.