That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 55



Sudah 3 hari Adel di rawat dan hari ini dia akan pulang.


Kafka dengan setia dan telaten membantu sang Istri.


Bahkan Adel di suruh duduk di kursi roda agar tidak kelelahan.


"Anak Daddy cantik sekali sih" ucap Kafka saat menunggu Adel yang sedang bersiap.


Sedangkan Kafka, ia mengajak main sang Putri.


"Siapa nama nya, Nak?" tanya Mommy Ayu.


"Nanti saja di mansion aku kasih tahu" jawab Kafka tersenyum.


"Ayo Mas, Mom aku sudah siap" ucap Adel yang baru keluar dari kamar mandi.


Kafka langsung beranjak dari duduk nya dan memberikan Putri nya pada Adel.


Setelah itu, dia langsung membawa Adel untuk duduk di kursi roda.


"Mas, tidak perlu begini, aku bisa jalan kok" ucap Adel lembut.


"Udah nurut aja, aku gak mau kamu kenapa-napa" balas Kafka tegas.


Adel menatap sang mertua untuk meminta bantuan, tetapi sayang sekali Ayu pun menggelengkan kepala nya.


Adel hanya pasrah saja saat Kafka sudah mendorong kursi roda nya.


Sedangkan semua barangnya sudah masuk ke dalam mobil sejak tadi.


"Uhhh kamu semakin gembul saja, Nak" ucap Adel dengan mengelus pipi Putri nya.


"Ohh iya, dimana Daddy?" tanya Adel


"Dia sedang menjemput Adik ipar mu, Nak" jawab Mommy Ayu.


"Wah benarkah Mom? Jadi Qilla pulang?" tanya Adel antusias.


"Iyaa sayang, dia mengomel karena sudah sangat ingin bertemu dengan mu dan Putri kita" jawab Kafka terkekeh.


Mereka lalu langsung masuk ke dalam mobil yang memang sudah bersiap di depan.


"Sini biar Mommy gantian yang gendong nya" ucap Mom Ayu


"Gak ngerepotin kan, Mom?" tanya Adel lirih


"Enggak sayang, sini kan" jawab Mom Ayu tersenyum.


Adel lalu memberikannya dan ia memilih menyenderkan tubuh nya di sandaran mobil.


"Gak papa, Mas. Aku ngerasa ngantuk aja" jawab Adel yang memang semalaman dia tidak tidur karena Putri nya sangat rewel.


"Yaudah kamu tidur saja dulu , nanti kalau sampai di bangunkan" ucap Mom Ayu lembut.


"Gak usah Mom, bentar lagi juga sampai" balas Adel tersenyum.


"Mom, tolong bujuk Milsi agar mau tinggal bersama kita lagi, sebelum melahirkan saja. Aku khawatir karena disana kan dia hanya sama bibi kalau Rendi sedang bekerja" pinta Adel dengan memohon.


"Baiklah nanti Mom akan bicara sama mereka" balas Mom Ayu lembut.


"Kamu tenang saja, apalagi akan ada Qilla" timpal Kafka tersenyum.


"Hemmm iya ya, dia pasti tidak akan menolak nya" balas Adel tersenyum.


"Lihatlah, dia sangat gembul begini" ucap Mom Ayu seraya mengusap lembut pipi Cucu nya.


"Kuat banget dia Mom, kayak nya aku akan kalah saing" celetuk Kafka dengan santai.


Plak


"Bicara mu, Mas" kesal Adel dengan menggeplak lengan suami nya.


"Ishhh bener kok, sayang" ucap Kafka dengan wajah tersakiti.


"Ck, geli aku lihat nya, Mas" kekeh Adel dengan memeluk sang mertua.


"Peluk nya aku dong, itu Mommy loh" kesal Kafka dengan mengkrucutkan bibir nya.


"Gak papa, aku bosen meluk Mas melulu" goda Adel.


"Sayang" panggil Kafka dengan penuh penekanan.


"Sayang, lihatlah Daddy mu marah" adu Adel pada Putri nya yang hanya di tanggapi dengan geliatan saja.


"Awas kau nanti kalau sudah tiba di Rumah" kesal Kafka.


"Kau harus berpuasa selama 2 bulan" ucap Mom Ayu


"Loh kenapa, Mom?" tanya Kafka kaget.


"Ya memang harus begitu" jawab Mom Ayu.


Kafka langsung lesu seketika saat mendengar ucapan sang Mommy.


.


.