
Sedangkan di halaman belakang, Qilla dan Milsi sedang berenang bersama. Qilla merengek meminta di temani berenang oleh Milsi.
Qilla berenang dengan penuh bahagia , ia merasa sangat senang bila ada Milsi , tetapi jika Milsi ada pekerjaan atau Les tambahan ia akan merasa kesal.
"Non, kata Nyonya sudah berenang nya karena Nyonya sepuh akan datang" ucap Mbak Lala.
Qilla langsung mengangguk dan naik ke tepi kolam. Begitupun dengan Milsi , ia akan membersihkan tubuhnya dan akan membantu sang Kakak.
Milsi tau bahwa jika Nyonya sepuh datang sang Kakak akan sibuk dengan membuat beberapa Cake untuknya karena beliau sangat menyukai Cake buatan sang Kakak.
"Kalau begitu aku juga akan bersiap ya Mbak, pasti Ka Adel sedang sibuk" ucap Milsi.
"Iyaa , tadi juga Kakakmu berpesan begitu" balas Mbak Lala tersenyum.
Lalu mereka berpisaha ke tempat yang berbeda.
Sedangkan di kamar Kafka saat ini ia sedang bersama Rendi dan Raka.
"Ka , apa kamu tidak sedang membohongi kami?" tanya Raka memastikan.
Kafka menghela nafas dan muali jengah dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Raka sahabatnya.
"Aku tidak berbohong maupun bersandiwara. Kau tau Raka, aku sudah 1 tahun ke belekang ini memastikan perasaanku. Bahkan aku sudah sangat tersiksa dengan rasa cemburu ku ini , apalagi jika ada Pria yang menggoda Adel rasanya aku ingin membunuhnya saja. Aku baru menyadarinya kemarin-kemarin, bahwa sejak 3 tahun ini aku mencintai Adel , aku seakan buta dengan semua kelembutan , kasih sayang , perhatian Adel padaku , aku mengira dia hanya sahabatku saja tetapi aku sangat menyayanginya" balas Kafka panjang lebar.
Raka dan Rendi memeluk Kafka dengan bangga , mereka tidak sia-sia selalu saja menggoda Adel bahkan pernah mereka menyuruh anak buahnya agar menggoda Adel dan Kafka mengamuk pada mereka.
"Jaga dia , karena dia adalah kebahagianmu" ucap Raka melepaskan pelukannya.
"Terimakasih , tanpa kalian aku mungkin tidak akan bisa menyadari semua ini" ucap Kafka sendu.
Lalu mereka memutuskan untuk melihat kegiatan Adel dan Sela. Sedangkan Putri Raka ia titipkan pada salah satu Art disana.
Kafka tersenyum melihat wajah serius Adel yang sedang membuat adonan Cake, tak lama kemudian Milsi datang dan membantu Kakak serta Sela.
"Dek , tolong keluarin Cake yang di ovenan dan masuk itu" ucap Sela.
"Siapp Bos" balas Milsi semangat.
Kafka berjalan mendekati Adel yang sedang fokus , bahkan Adel tidak merasa kalau Kafka sudah ada di sisi nya.
"Ehhhhhh" kaget Adel saat menengok ada Kafka disana.
Kafka tersenyum dengan manis nya sedangkan Adel mendengus kesal.
"Ihhhh ngagetin tau" gerutu Adel dengan mengkrucutkan bibirnya.
"Hehe maafin , serius banget sih kamunya" ucap Kafka dengan gemas.
Sela , Raka dan Rendi memutar bola malas melihat mereka yang sedang bersenda gurau.
Sore hari nya , semua wanita sedang memasak dan para Pria menyiapkan halaman belakang untuk mereka makan malam disana.
Adel dengan sangat lihai nya memasak hampir semua makanan kesukaan keluarga besar Pramudya. Sela hanya berdecak kagum saja , ia juga bisa masak tapi tidak sepandai Adel.
-Bandara
Kafka dan Elga baru saja sampai dan mereka langsung masuk ke dalam ruang tunggu jalur pribadi.
Tak lama kemudian keluarga Antoni sampai disana , Kafka langsung memeluk sang Oma dan Opa.
"Apa kabarmu, El?" tanya Antoni
"Aku baik , Ayah. Bagaimana kabar kalian?" tanya balik Elga.
"Kami semuanya baik , hanya saja kami sampai mau jantungan saat semalam Putra mu mengatakan bahwa 2 hari lagi akan menikah" dengus Tama dengan kesal.
"Iya dan kenapa kau dan Ayu juga tidak memberitahu kami" kesal Rahma.
"Ck, tanyakan saja pada Cucu , Bunda. Ayo kita pulang nanti saja di mansion kita berceritanya" ajak Elga.
"Iya ayo , soalnya Bunda juga sudah rindu dengan masakan Adel" balas Rahma dengan semangat.
Lalu mereka langsung berjalan ke arah keluar dan memasuki mobil yang tadi di bawa oleh Elga.
Sedangkan Pranss dan Utari mereka memakai mobil salah satu milik anak buah mereka.
Di sepanjang perjalanan sang Oma mengomeli Kafka dengan habis-habisan , Elga dan Antoni hanya terkekeh saja melihat wajah Kafka yang sudah masam.
"Omaaa" rengek Kafka.
"Lihat saja , Oma akan menculik Adel dan membawanya pergi" dengus Rahma.
"Ck , Oma apa tidak mau cicit? nanti aku buatkan" bujuk Kafka dengan lembut.
"3 , Deal" ucap Rahma terpekik senang.
"Deal" balas Kafka dengan enteng.
Setelah hampir 1 jam lebih mereka sampai di mansion. Ayu sudah menyambut mereka dengan senyum bahagia nya.
"Ayah , Bundaa" seru Ayu dengan senang.
Ayu langsung memeluk Ayah dan Bunda nya bergantian , ia sangat bahagia bisa bertemu dengan sang Bunda.
.
.
.