That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 60



"Baby Jen sama siapa, Nak?" tanya Dad Elga.


"Sama Bibi Art, Dad. Bi Keila udah tidur jadi aku titip sama Bibi Art saja" jawab Adel


"Kenapa lama sekali ya" ceplos Qilla dengan terkekeh.


"Kamu kira lagi ngeluarin apa kali, diem aja anak kecil mah" omel Kafka dengan membungkam mulut Qilla.


"Ishhh Kakak Ipar nih" adu Qilla dengan manja pada Adel.


"Mas gak boleh gitu, eh" omel Adel dengan tatapan tajam nya


"Iyaa maaf, ratu" balas Kafka tersenyum.


"Yaampun kalian ini" ucap Mom Ayu dengan menggelengkan kepala.


Hingga ketegangan mereka hilang sedikit demi sedikit karena tingkah Qilla dan Kafka.


Bahkan Adel sudah bisa tersenyum dengan lega.


Hingga mereka di buat kaget dengan suara yang sangat nyaring dari dalam.


"Alhamdulilah, Mom" ucap Adel dengan memeluk Mom Ayu.


"Wah aku dapat ponakan lagi, nanti aku akan dapat anak ya" celetuk Qilla dengan bahagia.


"Hei nikah dulu baru dapat anak" ucap Kafka dengan tegas.


"Ya iyalah Kak, masa iya aku tiba-tiba dapat anak" gerutu Qilla.


Hingga perdebatan mereka berhenti saat melihat Rendi yang keluar dengan wajah bahagia nya


"Bagaimana keadaan mereka, Ren?" tanya Adel cepat.


"Baik-baik saja, Kak. Mereka akan di bersihkan terlebih dulu dan nanti akan di pindahkan ke kamar VIP" jawab Rendi.


"Ke ruangan keluarga saja, Ren" ucap Kafka


"Terimakasih Tuan, tapi ini memang keinginan saya agar di ruang VIP, mohon anda memahami nya" jawab Rendi tersenyum.


"Baiklah, terserah kamu saja yang terpenting anak dan istri mu nyaman" ucap Daddy Elga.


Rendi menganggukan kepala nya, lalu mereka berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Mereka langsung saja ke ruangan VIP kelas 1.


Rendi dan Milsi memang sepakat akan di VIP, ia tidak ingin selalu merepotkan keluarga Kafka dan Adel.


"Tuan, silahkan ini Bayi nya" ucap Dokter dengan memberikan Bayi tersebut pada Rendi.


Rendi langsung mengadzan kan Bayi nya, Milsi sangat terharu mendengar lantunan adzan dari sang suami.


"Kalau begitu kami permisi dulu, Tuan , Nyonya" pamit Dokter Mutia.


"Terimakasih, Dok" ucap Milsi


Dokter tersebut hanya membalas dengan anggukan kepala saja.


"Cewe apa cowo, Ren?" tanya Kafka.


"Cewe, Tuan" jawab Rendi tersenyum.


"Wah princess dong, sini Aunty gendong dulu" ucap Adel dengan semangat.


"Kau duplikatan Bunda mu sayang, dia waktu masih bayi seperti ini" ucap Adel tersenyum.


"Kasih Asi pertama dulu, Dek" ucap Adel memberikan Putri Milsi.


Sedangkan yang lelaki langsung saja keluar, Mom Ayu membantu Milsi untuk memberikan Asi pertama nya.


"Ihh kok jadi aku yang meringis nya, ya" ucap Qilla dengan mengusap dada nya.


"Kau ini ada-ada saja, Dek" balas Adel dengan terkekeh.


"Ssttt, pelan-pelan sayang" lirih Milsi dengan meringis.


Adel tersenyum, lalu ia mengusap lembut kepala Milsi.


"Yang sudah jadi Bunda, gak kerasa ya" ucap Adel tersenyum.


"Dan Putri ku yang akan selalu bersama sang Kakak" balas Adel membalas senyuman Kaka nya.


"Tinggal nunggu Adik bayi dari si bungsu nih, Mom" goda Adel dengan mencubit pipi Qilla.


"Entar ya, masih proses dulu" balas Qilla santai.


"Hei kayak yang iya sudah punya gebetan aja" ucap Mom Ayu merangkul Putri bungsu nya.


Qilla langsung mendelik karena di goda oleh Mommy dan Kakak nya.


.


.