That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 19



Pesanan Adel pun datang. Dengan lahap mereka langsung memakannya.


Kafka sesekali menyuapi Adel dengan sangat romantis, bahkan Adel di buat bahagia dengan semua tingkah Kafka.


Setelah selesai makan , Adel dan Kafka kembali lagi ke Pantai. Adel berniat akan bermain terlebih dahulu disana dan dengan senang hati Kafka aka menemani nya.


"Ka" panggil Adel


Sontak Kafka langsung menengok dan mendapatkan cipratan air dari Adel.


"Hei kau mulai nakal ya" ucap Kafka dengan mencipratkan kembali air ke wajah Adel.


"Ehhhh aku balas ya'' balas Adel dengan tertawa.


Akhirnya mereka bermain air dan membuat pakaiannya hampir semua basah.


Adel tertawa lepas begitupun dengan Kafka , mereka benar-benar menikmati bulan madu tersebut.


"Sudah ya mainnya , kita kembali ke Villa" ajak Kafka.


"Yahh padahal masih seru" ucap Adel mengkrucutkan bibir.


Kafka terkekeh dan mencium sekilas bibir Adel.


"Nanti kamu masuk angin, sayang. Lihatlah badan kita sudah basah semua" balas Kafka lembut.


"Baiklah , ayo kita mandi dan bersiap. Aku ingin jalan-jalan kembali nanti malam" ucap Adel semangat.


"Baik tuan ratu" balas Kafka dengan ala pengawal kerajaan.


Adel tertawa pelan lalu menggandeng tangan Kafka. Mereka berjalan dengan saling merangkul, terpancar rona bahagia di wajah mereka.


Sesampainya di Villa Adel langsung masuk ke kamar mandi tetapi dengan cepat Kafka juga ikut masuk yang mana membuat Adel melototkan mata nya.


"Mass , aku dulu mandi nya" protes Adel.


Tetapi Kafka malah menampilkan senyum manis nya.


Dengan cepat Kafka menghimpit tubuh Adel ke dinding dan ia menyalakan shower nya.


Di kamar mandi yang sangat hening itu terjadi cumbuan yang sangat panas.


Adel hanya meladeni Kafka dengan pasrah. Ia bahkan di buat melayang oleh kelakuan Kafka.


"Ahhhhhhh" desah Adel , Kafka tersenyum karena membuat Adel mendesah.


Lalu Kafka membawa Adel ke dalam bathup, mereka melakukannya dengan penuh cinta. Dimana Adel selalu merasa di cintai oleh Kafka, karena selesai mereka melakukannya Kafka selalu saja mengucapkan terimakasih.


Setelah selesai , Kafka membawa Adel ke dalam kamar nya.


"Tidak apa , biar Mas saja" balas Kafka lembut.


"Tidak ada penolakan sayang" tegas Kafka.


Adel hanya menganggukan kepala saja. Ia tersenyum melihat Kafka yang sangat cekatan menyiapkan pakaiannya.


"Biar aku saja sendiri , Mas" ucap Adel dengan mengambil pakaiannya.


"Baiklah, setelah ini kita akan jalan-jalan dan makan malam di luar" balas Kafka.


Adel mengangguk dengan tersenyum manis.


Setelah mereka selesai bersiap , Kafka menggandeng tangan Adel dengan penuh mesra.


"Kita kayak mau nyebrang aja, Mas" ucap Adel terkekeh.


"Biarlah sayang, karena aku takut kamu menghilang" goda Kafka dengan mengedipkan mata nya.


"CK, semakin hari semakin mahir saja gombalannya" olok Adel


"Tidak apa , istri sendiri juga yang di gombalinnya" ucap Kafka terkekeh.


Adel mendelik malas ke arah Kafka, ia sudah terbiasa dengan ke pribadian Kafka yang ganda.


"Silahkan Tuan Putri" ucap Kafka dengan membukakan pintu mobil nya.


"Terimakasih, pengawal" goda Adel dengan tersenyum.


Kafka tertawa pelan dengan menggelengkan kepalanya.


Setelah itu Kafka langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Terimakasih dan aku mohon tetaplah di sampingku bagaimana pun keadaannya" ucap Kafka dengan memegang tangan Adel erat.


Adel menatap Kafka dengan tersenyum.


"Aku akan selalu bersamamu, Mas. Kita akan selalu bersama selamanya" balas Adel lembut.


Kafka mengecup tangan Adel. Ia merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang istri seperti Adel.


.


.


*Maaf baru bisa Up, kondisi Author lagi drop dan ingsaallah 2 hari kedepan bisa Up seperti biasa nya lagi🙏