
Adel langsung membantu Bibi nya memasak, sedangkan Art lainnya sedang mengerjakan pekerjaan lainnya.
"Loh sayang kamu disini" ucap Bi Keila.
"Iyaa Bi, aku bantu masak ya" balas Adel.
Keila hanya menganggukan kepala dan memulai kembali memasak nya.
"Baby Jen sama siapa, Nak?" tanya Keila
"Sama Qilla, Bi, sekalian masak buat Mom dan yang lainnya di Rs, Bi" ucap Adel.
"Iyaa Nak, nanti Qilla , Bibi sama Paman akan kesana" balas Keila.
Adel mengangguk, dan ia memasak dengan sangat lincah, sedangkan Keila ia menata makanan untuk di bawa ke Rs.
"Mommy" panggil Qilla dengan suara khas anak-anak.
"Hei sayang, kenapa?" tanya Adel tersenyum.
"Gak apa Kak, hanya bosen saja di kamar" jawab Qilla terkekeh.
Tak lama kemudian Kafka dan Ikmal datang ke ruang makan tersebut.
Kafka langsung saja menggendong Baby Jen.
"Princess Daddy" ucap Kafka dengan tersenyum.
"Cantik nya, wangi lagi, Aunty nya masih bau ya, Nak" ucap Kafka kembali dengan santai.
"Ini mau mandi" gerutu Qilla dengan berjalan keluar dari ruang makan.
"Mas, kau ini" omel Adel.
"Hehe, maaf" balas Kafka terkekeh.
Keila dan Ikmal hanya bisa menggelengkan kepala saja.
"Paman, berapa hari kalian sampai disini?" tanya Kafka yang sudah duduk.
"Besok juga kita akan pulang, son" jawab Ikmal lalu menyesap kopi nya.
"Loh kok bentar amat, Paman" ucap Kafka
"Disana banyak kerjaan dan juga Bibi mu inget terus noh sama Putri nya" balas Ikmal
"Kita bagian jadwal menjenguk Jelita, Nak" timpal Keila tersenyum.
"Ohh iyaa , gimana kabar mereka Bi?" tanya Adel yang memberikan makanan untuk sang suami.
"Sinikan Baby Jen nya" ucap Adel pada Kafka.
"Wahh selamat ya" ucap Adel.
"Aku sarapan duluan ya Paman, Bibi. Soal nya ada meeting pagi ini dan Rendi juga aku kasih cuti" ucap Kafka yang sudah siap untuk sarapan.
"Silahkan Nak, kami tunggu Adik mu dulu" balas Ikmal.
Adel menyiapkan kotak bekal yang sudah di isi dengan makanan untuk Kafka.
"Bekal makan siang nya sudah aku siapkan ya, Mas" ucap Adel.
Kafka mengangguk sambil tersenyum, lalu Adel menidurkan Baby Jen di kereta dorong nya, setelah itu dia mengambil perlengkapan suami nya untuk ke kantor.
"Bi, titip Baby Jen" ucap Adel tersenyum.
"Iyaa ,Nak" balas Keila
Hingga tak lama kemudian Qilla datang, mereka langsung memulai sarapan nya tanpa menunggu Adel , karena Adel sudah sarapan lebih dulu.
"Sayang, Mas berangkat duluan ya" pamit Kafka yang sudah siap.
"Iyaa Mas, hati-hati dan ini bekal makannya" ucap Adel memberikan papper bag.
"Terimakasih, Mommy Jen" balas Kafka mengecup kening Adel lembut.
"Kalau ada apa-apa hubungi aku segera" ucap Kafka kembali.
"Iyaa sayang" balas Adel tersenyum.
Kafka lalu berangkat dengan sopir pribadi nya.
Sedangkan Adel langsung masuk ke dalam Rumah, ia akan menidurkan Baby Jen di kamar.
"Kakak" panggil Qilla.
"Iyaa, kenapa Dek?" tanya Adel.
"Aku ke Rs dulu, nanti siang juga aku pulang, jadi gak apa kan di tinggal?" tanya Qilla balik.
"Gak apa sayang, disini banyak orang kok" jawab Adel tersenyum
Qilla , Keila dan Ikmal lalu berangkat ke Rs, mereka membawa bekal dan baju ganti untuk Mommy dan Daddy nya.
Adel langsung saja membawa Baby Jen masuk ke kamar, ia akan membersihkan diri terlebih dulu.
.
.
.