That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 58



Hari ini adalah hari syukuran buat Baby Jenika.


Keluarga Kafka sudah berkumpul di mansion Kafka, kerabat bahkan tetangga pun turut hadir disana.


Kafka dan Adel juga mengundang anak yatim piatu dari panti asuhan yang dekat dengan perumahan tersebut.


Pengajian tersebut di pimpin langsung oleh Ustadz yang sudah biasa memimpin disana.


Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh ke bahagian.


Semua orang menyambut bahagia Baby Jenika.


Setelah acara pengajian tersebut selesai, para tamu undangan langsung saja di suruh mencicipi hidangan yang sudah di siapkan disana.


"Silahkan semua nya di nikmati" ucap Kafka dengan ramah.


Para tamu undangan langsung saja menyantap makanan yang sudah di hidangkan disana.


Para keluarga pun ikut menikmati makanan yang di sediakan disana.


Adel masih sibuk dengan Baby Jenika, ia tidak ingin lepas dari sang Mommy.


"Cucu Oma, sini sama Oma ya sayang, biar Mommy kamu makan dulu" ucap Mom Ayu dengan mengambil Baby Jen.


Tetapi baru saja Mom Ayu mengangkat Baby Jen, dia sudah menangis kejer karena tidak mau.


"Uhhh sini sayang, kenapa gak mau sama Oma ya" ucap Adel menimang Baby Jen dengan lembut.


"Dia gak mau sama siapapun Mom, mungkin masih kaget lihat banyak orang" ucap Kafka yang baru datang dengan sepiring nasi dan lauk yang penuh.


"Kamu makan segitu banyak nya, Ka?" tanya Ikmal dengan kaget.


"Ck, ini buat aku dan Adel, Paman" jawab Kafka kesal.


Lalu Kafka duduk di dekat Adel, ia lalu menyuapi Adel dengan telaten.


Adel menerima nya walau agak canggung, karena disana banyak keluarga dari Kafka.


"Tidak usah canggung begitu, Nak. Nikmatilah saja karena kami juga mengerti dengan keadaan mu" ucap Mom Ayu dengan tersenyum.


"Hehe, iyaa Mom" balas Adel tersenyum kikuk.


"Kamu juga makan, Mas" tegur Adel karena sejak tadi Kafka hanya menyuapi nya saja.


"Iya ini juga makan, sayang" ucap Kafka tersenyum.


Adel dan Kafka lalu melanjutkan lagi makan nya, sedangkan yang lain juga ada yang makan, mengobrol dan memakan camilan santai nya.


Mereka semua menikmati acara syukuran tersebut tanpa terkecuali.


Setelah selesai semua nya, Adel dan Kafka memberikan amplop untuk seluruh anak yatim piatu yang ada disana.


Mom Ayu dan Dadd Elga tersenyum melihat Adel yang membawa Putra nya lebih baik lagi dari sebelum nya.


"Kok aku gak di kasih sih, Kak" celetuk Qilla dengan wajah polos nya


"Hei kau masih punya Mom dan Daddy, dasar anak nakal" kesal Mom Ayu dengan melemparkan bantal sofa pada Qilla.


Bruk.


"Ihh kan aku hanya bercanda, Mom" kesal Qilla yang terkena timpukan bantal sofa


Mom Ayu hanya mendengus saja, lalu ia memakan camilan yang ada di meja.


"Semua nya, aku permisi ke kamar dulu ya" pamit Adel dengan terssnyum.


"Iya Nak, pergilah. Kamu harus istirahat dan memberi princess asi" ucap Tante Keila


Adel menganggukan kepala dan pergi dari sana bersama Baby Jen.


Usia Baby Jen sudah 1 bulan lebih, ia sudah mulai mengoceh tak jelas dengan gemas nya.


Kafka bangun dari duduk nya, ia akan menemani sang Istri di dalam.


"Ehh kau mau kemana? Disini masih ada tamu main pergi saja" ucap Daddy Elga dengan tersenyum.


Kafka mendengus dan kembali duduk disana, ia menatap kesal pada sang Daddy.


.


.