
Sesampai nya di Perusahaan, Kafka langsung masuk ke ruangan nya.
Banyak karyawan yang menyapa nya dan hanya di balas oleh anggukan saja.
"Selamat pagi Tuan, klien nya akan segera tiba" ucap Sekertaris Kafka.
"Siapkan ruangannya dan bawa mereka kesana, kalau sudah ada baru kau kasih tahu aku" balas Kafka datar.
"Baik Tuan Muda" patuh Dewi sang sekertaris
Kafka langsung masuk dan mempelajari lagi berkas yang akan ia bahas hari ini.
***
Hari-hari Adel dan Kafka di penuhi dengan canda tawa bahagia dari Baby Jen.
Mereka berdua selalu di buat gemas oleh Baby Jen, bahkan tingkah nya sangat menggemaskan.
Begitupun dengan Kafka, ia selalu tersenyum saat menghabiskan waktu nya bersama Adel dan Baby Jen.
Mereka sepakat tidak akan menggunakan jasa Baby Sitter untuk mengasuh Baby Jen
Begitupun dengan kehidupan Rendi dan Milsi, setelah lahir Putri pertama nya, mereka sangat bahagia bahkan Rendi selalu memanjakan sang Putri dan Bunda nya agar tetap tersenyum bahagia.
Rendi dan Kafka merasa mereka lah orang paling bahagia dengan kehadiran Putri mereka masing-masing.
Seperti saat ini, mereka sedang berkumpul di Mansion Kafka untuk melakukan pesta Bbq-an.
Sedangkan Mommy, Daddy dan Qilla mereka sudah kembali ke Negara P untuk melanjutkan lagi kuliah Qilla.
"Kalian duduk saja, jaga Baby Jen dan Baby Sofia" ucap Kafka tegas.
"Iyaa iyaaa sayang, tapi aku ingin bakar cumi ya" balas Adel tersenyum.
"Hmmm" ucap Kafka.
Lalu Adel dan Milsi kembali duduk di gazebo, mereka hanya duduk dengan tenang dan menjaga Putri mereka.
"Nona, ini makanan dan minuman nya" ucap Bibi Art dengan menatap beberapa makanan.
"Terimakasih, Bi" balas Adel.
Hingga 1 jam lamanya, semua nya sudah siap dan untuk di makan.
Kafka dan Rendi dengan sangat telaten menyiapkan untuk Istri mereka yang sedang memberi asi pada sang Baby
"Tidur kan di kereta dorong nya, lalu kita makan bersama" ucap Kafka dengan menunjuk kereta dorong tak jauh dari sana.
Setelah itu, mereka semua memulai makan siang nya dengan lahap.
Adel yang memang sangat suka seafood pun dengan lahap memakannya
Sedangkan Kafka, ia hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sang Istri , walaupun begitu tetapi ia senang karena Adel makan dengan lahap.
"Uhh Kakak kalau udah ada Seafood semangat bener dahh" olok Milsi dengan tertawa renyah.
"Kesukaan nya banget kan, Dek" ucap Kafka tersenyum.
Sedangkan Adel sendiri, ia malah tersenyum dengan tanpa dosa nya.
Rendi dan Milsi memang memutuskan akan tinggal di Rumah yang di pinggir mansion Kafka, agar lebih cepat bertemu.
Kehidupan mereka berdua sangat bahagia, bahkan Kafka dan Rendi selalu membawa istri mereka untuk liburan.
Tidak ada masalah besar yang datang, hanya kerikil saja yang ada di dalam rumah tangga mereka.
Adel dan Milsi pun semakin bahagia dengan perlakuan sang suami yang sangat siaga, peka dan pengertian.
Mereka selalu pergi bersama kemanapun perginya.
TAMAT.
***
Untuk kisah Adel dan Kafka sudah sampai disini ya, untuk cerita Aqilla adik nya Kafka author akan di Novel "Sahabatku, penghancur hidup-ku" ya.
Untuk yang penasaran, langsung saja ke Novel Ayu yaaaa.
Author tunggu dan Terimakasih.