That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 31



Selesai mandi dan bersiap, Kafka beranjak menghampiri Adel yang masih terlelap di dalam selimut tebalnya.


"Sayang, Mas pergi dulu ya" ucap Kafka dengan mengusap lembut pipi Adel.


Mata Adel mengkerjap-kerjap dan tak lama kemudian ia membuka mata nya.


"Hm, Mas emang udah sehat?" tanya Adel serak.


"Udah sayang, nanti kamu sarapan ya. Mas akan sarapan di kantor karena tadi Rendi membawa bekal" jawab Kafka lembut.


"Yaudah , tapi nanti siang aku akan antarkan makanan ya ke kantor" ucap Adel yang masih betah tiduran.


"Iyaa, tapi pake sopir ya" balas Kafka.


Adel menganggukan kepalanya seraya mencium pipi Kafka.


CUP


Kafka mengecup bibir Adel sekilas. Lalu ia melangkah pergi dengan melambaikan tangan pada Adel.


Sedangkan Adel ia hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan sang suami.


Karena merasa sangat lelah dan mengantuk akhirnya Adel memutuskan untuk tidur kembali.


-Perusahaan Ardmaja.


Kafka baru saja tiba di kantor, ia dengan gaya dingin dan datar nya langsung saja masuk ke dalam Lift.


Sesampai nya ia di depan ruangannya, ia langsung masuk dan duduk di kursi kebesarannya.


"Selamat Pagi, Tuan. Hari ini jadwal anda meeting dengan klien dari X, setelah itu tidak ada lagi" ucap sang Sekertaris.


"Hmmm, jam berapa meeting nya?" tanya Kafka


"Nanti jam 01 siang" jawab sekertaris dengan sopan.


"Hmmm" balas Kafka dingin.


Sang sekertaris hanya mengangguk dan berlalu keluar ruangan.


"Uhh bagaimana kalau bersama Bu Adel , dingin atau bahkan sangat hangat ya" gumam sekertaris Kafka menggelengkan kepala nya.


Saat ini Adel sedang berkutat dengan spatula dan teman-temannya. Ia ingin memasak dan membawa nya ke kentor sang suami.


"Nyonya, jangan terlalu lincah" tegur Bi Imah dengan takut.


"Hehe, maaf Bi, terlalu semangat aku nya" balas Adel cengengesan.


Bi Imah hanya menggelengkan kepala saja dan membantu Adel kembali. Mereka dengan kompak memasak beberapa menu.


"Bi, tolong siapkan ya, aku akan mandi dulu" ucap Adel ramah.


"Baik Nyonya" balas Bi Imah.


Adel tersenyum dan melangkahkan kaki nya ke lantai atas. Ia berjalan dengan sangat hati-hati.


***


Sedangkan di kediaman Pramudya, saat ini mereka sedang berkumpul.


"Bunda , Ayah sebenarnya Adel sedang sakit" ucap Elga.


Qilla langsung menghampiri sang Daddy saat mendengar Kakak ipar nya sakit.


"Sakit apa? Kenapa kalian tidak bilang dari awal mungkin kami akan kesana" panik Rahma.


Sedangkan Ayu hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sang, suami.


"Maaf, Bun. Kami juga saking khawatir nya jadi lupa" balas Elga santai.


"Emmm , emmm sudah di rawat sih sebenarnya 2 hari di Rumah sakit" jawab Elga gugup.


"Massss" tegur Ayu.


Brak.


"Cepat katakan" teriak Rahma emosi


'Ahhh yaampun macan betina' batin Elga kaget.


Ayu, Qilla dan Antoni kaget setengah mati mendengar Rahma yang menggebrak meja.


"CK, Oma udah tua tapi tenaga nya kuat juga ya" takjub Qilla mengangkat jempol nya.


"Ahhh yaampun , gak anak gak bapak, edannnnnn semua" gumam Ayu frustasi.


"El, cepat katakan atau akan aku buang kau jadi menantu" ancam Antoni yang ikut gereget melihat Elga.


"Hmmmm , itu dia sakit karena sedang HAMIL" ucap Elga santai.


"APAAAAAA" teriak Antoni , Qilla dan Rahma.


"Kenapa kalian tidak memberitahu ku. CK, kalian keterluan" kesal Rahma.


"Pak Jang" teriak Rahma dengan nafas memburu.


Pak Jang datang dengan wajah gugup dan ngos-ngosan.


"I Iyaaa Nyonya" ucap Pak Jang.


"Siapkan pakaian ku dan Antoni , lalu suruh Rita menyiapkan pakaian Qilla. Kami akan berangkat ke Negara T sore nanti" perintah Rahma dengan tegas.


"Baik Nyonya" balas Pak Jang dengan patuh. Lalu ia melangkah pergi dari sana.


"Mas, siapkan jet


"Sudah" potong Antoni


Lalu Rahma menatap Ayu dan Elga dengan malas, ia hanya bisa tersenyum bahagia karena Rahma akan mendapatkan cicit.


Walaupun usia nya sudah sangat tua tapi Rahma masih terlihat bugar karena ia sering meminum Vitamin dan sering Olahraga.


"Hehe maaf Bunda" ucap Elga cengengesan.


"Ck, kau membuat Bunda ketakutan" cebik Rahma dengan ketus.


Elga hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Lalu mereka bersiap untuk pulang ke Kota dimana ada Kafka dan Adel.


"Ahhhh Bunda sudah sangat rindu pada, Adel" ucap Rahma dengan tersenyum.


"Ihhhh Oma nanti Abang Kafka ngambek lagi" balas Qilla.


"Tidak apa, emang Oma pikirin" ceplos Rahma dengan santai.


"Ahh iya ya. Aduh aku akan menjadi Onty" ucap Qilla bahagia.


Setelah mereka bersiap mereka langsung saja menuju Bandara.


Disana mereka sudah di tunggu beberapa anak buah Elga dan Antoni.


.


.


.