
Setelah selesai, Kafka dan Adel langsung terlelap karena merasa lelah.
Sedangkan Rendi, ia langsung kembali ke Perusahaan saat semua nya telah selesai, pikirannya sangat kalut.
"Bagaimana wanita itu bisa masuk dan bahkan menjebak, Tuan Kafka" gumam Rendi dengan bingung.
"Aku yakin di dalam perusahaan ada pengkhianat" tebak Rendi.
Rendi melajukan mobil nya dengan sangat kencang, ia sudah tidak sabar lagi supaya cepat sampai di Perusahaan.
**
Hampir seluruh Vidio itu tersebar di sosial media masing-masing karyawan Ardmaja. Bahkan Vidio tersebut langsung jadi trending topik yang sangat hangat.
Qilla yang memang sedang memainkan ponsel pun langsung terbelak melihat berita tersebut. Ia langsung lari ke arah Mommy dan Daddy nya.
"Mommmmmm. Daddddddd" panggil Qilla dengan heboh.
Elga dan Ayu langsung menoleh karena kaget dengan teriakan sang Anak.
"Ada apa Qilla?" tanya Ayu
Qilla langsung duduk di samping Ayu dan melihatkan Vidio yang di ponsel nya.
Ayu langsung merebut dan melihat nya. Ia melihat dengan wajah senang, terkejut dan bangga.
"Ada apa sih?" tanya Elga penasaran.
Ayu langsung memberikan ponsel Qilla dengan tersenyum.
Elga melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Yaampun, wonder woman hamil" ucap Elga dengan tersenyum.
"Hebat bukan, Dadd" bangga Qilla.
"Yaa, Kakak ipar mu sangat hebat. Daddy yakin wanita itu akan menyesal telah berbuat masalah dengan Adel. Lihatlah bagaimana dia bisa dengan enteng nya mencecar wanita itu" ucap Elga dengan bangga.
"Kau benar, Mas. Dan lihat lah Nak, jadi wanita jangan mau di tindas ataupun lemah! Jadilah wanita kuat dan tegas" timpal Ayu dengan mengelus kepala Qilla lembut.
"Dan lihat lah bagaimana Mommy mu, dulu dia sangat berani , kuat dan tegas! Jangan mau di rendahkan oleh Pria jika memang kamu benar maka lawanlah" ucap Elga lembut.
"Hmmm, aku akan menjadi wonder woman seperti Mommy" yakin Qilla dengan semangat 45.
"Bagusss" ucap Ayu.
Lalu Qilla memilih kembali ke kamar nya.
"Mas, bagaimana dengan keluarga nya?" tanya Ayu.
"Mereka tidak akan apa-apa. Karena mereka juga sudah kewalahan dengan obsesi anaknya. Yang aku pikirkan sekarang, pasti Kafka akan memberi dia pelajaran setelah ini" jawab Elga santai.
"Ck, kalaupun aku dekat dengannya, sudah pasti aku duluan yang akan mengurus cucunguk tengil itu" gemas Ayu.
Elga hanya terkekeh dan memeluk tubuh wanita yang sudah tidak muda lagi itu.
**
Saat ini, Kafka dan Adel sudah membersihkan diri mereka masing-masing. Dewi dan Rendi sudah menunggu mereka di ruangan Kafka.
"Hei sayang, aku tidak apa-apa tenanglah" jawab Adel lembut.
Kafka langsung mendekat dan memeluk tubuh Adel. Ia mencium pucuk kepala Adel dengan lembut.
"Maafkan aku, aku pasti menyakiti mu kan" ucap Kafka lirih.
Adel memeluk Kafka balik, lalu ia menghirup wangi yang ada di tubuh sang suami.
"Tenanglah, Baby kita kuat dan sangat pengertian. Habis ini kita cek saja ke Rumah sakit agar kamu tenang, Oke" balas Adel lembut.
Kafka menganggukan kepala nya seraya tersenyum lembut.
"Ayo, kamu harus ceritakam bagaimana bisa dia menjebak kamu" ajak Adel
"Ayo, Rendi dan Dewi juga pasti sudah menunggu" ucap Kafka.
Lalu Kafka membantu Adel berdiri, mereka keluar dari kamar pribadi tersebut.
Seketika, Rendi dan Dewi langsung berdiri dan menyapa mereka.
"Tuan, Nyonya" ucap Dewi dan Rendi.
"Duduklah" balas Kafka datar.
Lalu mereka semua duduk di sofa yang ada disana.
Kafka menghela nafas dan langsung berbicara.
"Kita harus mencari pengkhianat itu. Aku yakin, Tya bisa masuk kesini dan memberiku obat pasti ada orang yang membantu nya.
Dan tugas mu Dewi, pergilah ke ruangan monitor dan ambil rekaman CCTV hari ini dari tadi pagi" ucap Kafka tegas.
"Baik Tuan. Saya permisi" balas Dewi cepat.
"Hmmm" dehem Kafka.
Setelah kepergian Dewi, Kafka langsung memejamkan mata nya terlebih dulu.
"Setelah kau pergi, Ren. Aku hanya fokus pada berkas-berkas saja. Lalu aku suruh Dewi membeli makanan untukku, setelah Dewi pergi aku merasa sangat haus dan meminum air yang memang sudah di sediakan di meja kerja ku.
Setelah itu, aku merasa kepanasan dan tak lama pintu terbuka. Aku mengira itu adalah Dewi tetapi aku salah, yang masuk adalah Tya" Kafka berhenti dan menghela nafas.
"Entah bagaimana dia bisa masuk dan bisa terus saja menggodaku. Untung saja saat aku ingin mengelak gelas yang ada di tangan ku pecah dan aku tak sengaja terjatuh hingga tanganku mengenai pecahan gelas tersebut.
Aku yakin, dia di bantu oleh salah seorang staf lainnya di perusahaan ini. Kalau OB tidak akan mungkin, kamu tahu sendiri bahwa OB yang biasa di lantai ini lagi cuti dan aku tidak membiarkan siapapun mengangganti kannya" ucap Kafka kembali.
Rendi dan Adel mendengarkan sambil mencerna semua nya.
"Kita tunggu saja Dewi, kalau memang dia cerdik pasti dia akan mematikan CCTV disini" ucap Adel.
.
.
.
.