
"Ada apa sih?" tanya Milsi bingung.
"Kamu akan menjadi Aunty, sayang" jawab Ayu dengan bahagia.
Milsi langsung berbinar dan memeluk sang Kakak.
"Wow Abang hebat ya, baru menikah 1 bulan lebih saja sudah ada dede bayi" ucap Milsi kagum.
Ayu tertawa pelan sebelum ke balkon kamar sang Putra. Ia akan memberitahu sang suami kabar bahagia ini.
"Hehe bibit unggul Ardmaja" balas Adel tersenyum.
Milsi masih saja memeluk Adel dengan wajah bahagia nya.
"CK, lepaskan istriku, Dek" kesal Kafka.
"Sebentar saja sih, Bang" balas Milsi ketus.
Adel hanya terkekeh dan melepaskan pelukannya dari sang Adik.
"Sayang, siap-siap ya sebentar lagi Daddy kesini dan kita akan ke Rumah sakit, sekalian periksa kamu, Nak" ajak Ayu yang baru saja masuk.
Kafka menghela nafas malas, ia sangat malas kalau sudah masalah Rumah sakit.
"Mom, aku hanya menemami saja ya" ucap Kafka.
"Mas aku akan menginap di Mansion Mommy jika tidak di periksa" ancam Adel dengan menatap tajam.
"Baiklah baiklah aku akan periksa sayang" ucap Kafka cepat.
Ayu langsunh tertawa melihat wajah sang Putra yang menciut dengan ancaman menantunya.
"Yaudah kalian bersiaplah , Mommy dan Milsi tunggu di depan" ucap Ayu yang masih dengan tawa nya.
Sedangkan Kafka menatap malas sang Mommy.
Setelah Mommy dan Adik nya pergi, Adel langsung mengganti pakaian dan menyiapkan pakaian untuk Kafka.
Di bawah , Daddy Elga sudah sampai dengan membawa mobil sendiri. Ia langsung saja melangkahkan kaki nya masuk ke mansion Kafka.
"Mas" panggil Ayu dengan wajah bahagia nya.
Elga terkekeh melihat wajah berbinar istri nya.
"Bibit unggul Ardmaja jangan di ragukan, Mom" goda Elga dengan mengecup kening Ayu.
Sedangkan Milsi memutar bola mata nya malas, ia sungguh terjebak dengan situasi yang sulit.
Elga menatap Milsi dengan senyum tengil nya. Bahkan Ayu sampai geleng-geleng melihat kelakuan sang suami.
"Dek, kamu ke kantor sana, kasihan Rendi. Nanti kamu ajak ia kesini untuk makan malam bersama" titah Elga dengan tegas.
Glek.
'CK, suamiku bisa saja memasang wajah garangnya' batin Ayu terkekeh saat melihat wajah tegang Milsi.
"I iya Dadd" balas Milsi dengan cepat berlari keluar untuk menyetop taxi.
Tap
Tap
Dari arah tangga Adel datang dengan menggandeng tangan Kafka.
"Ahh Daddy benar, besok aku akan menyuruh seseorang membuatkannya" balas Kafka tersenyum.
"Ayo sayang, Mommy sudah membuat janji dengan Dokter Mutia" ajak Ayu semangat.
Adel mengangguk dan berjalan keluar bersama dengan sang mertua.
Sedangkan Kafka dan Elga mereka tinggal begitu saja.
"Yaampun , Mommy kenapa ninggalin kita, Dadd" ucap Kafka heran.
"Entahlah, ayo sekarang kita susul" balas Elga dengan memapah Putra nya.
Di luar , Ayu dan Adel sudah duduk santai di dalam mobil. Kafka dan Elga langsung saja masuk. Elga langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Mas, kalau benar nanti Adel hamil, kita pindah ke Mansion Kafka ya" pinta Ayu.
Kafka langsung menganga dengan ucapan sang Mommy.
"Mom kenapa harus pindah? Cukup Milsi saja yang suruh pindah agar Adel ada temennya. Lagian kan besok kita akan mengunjungi Putri kita" ucap Elga menjelaskan.
Ayu menghela nafas lalu mengangguk setuju. Sedangkan Kafka langsung bernafas lega saat sang Mommy tidak jadi pindah.
"Yaudah aku akan suruh Milsi pindah ke Mansion kalian" balas Ayu pelan.
"Oh iya kemana Milsi, Mom?" tanya Adel heran.
"Tadi ia pamit untuk menemui, Rendi" jawab Ayu santai.
Adel ber Oh ria saja. Lalu ia menyenderkan kembali kepalanya.
Akhirnya mereka sampai di Rumah sakit milik Keluarga Ayu. Mereka langsung masuk dan berjalan menuju ke arah ruangan Dokter Mutia.
Sesampai nya disana, Dokter Mutia langsung memeriksa Adel. Karena sebelum kesini Ayu sudah menjelaskan terlebih dulu pada Dokter nya.
"Tuan , selamat anda akan menjadi Ayah. Usia kandungan Nona Adel saat ini baru 3 minggu" jelas Dokter Mutia.
Kafka tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa tersenyum bahagia dan mencium seluruh wajah sang Istri.
"Kurangi kegiatan yang mungkin akan membuat anda lelah ya, Nona" ucap Dokter Mutia kembali.
Lalu sang perawat membersihkan sisa gel yang ada di perut Adel. Setelah bersih Adel dan Kafka duduk di depan Dokter Mutia.
"Bagaimana, sayang?" tanya Ayu
"Iyaa Mom, aku sedang hamil dan baru berUsia 3 minggu" jawab Adel dengan rona bahagia nya.
Lalu Dokter Mutia menjelaskan apa saja yang harus Kafka tahu. Kafka mendengar dengan sangat teliti , ia tidak mau membuat kesalahan untuk sang Istri dan calon anaknya.
"Dok, apakah boleh melakukan itu?" tanya Kafka dengan gamblangnya. Sedangkan Adel sudah menunduk malu.
"Bisa Tuan , tapi harus lembut dan usahakan jangan menekan perut sang Ibu" jawab Dokter Mutia tersenyum.
Setelah selesai pemeriksaan dan konsultasi Adel dan Kafka langsung menuju Dokter Aji untuk pemeriksaan Kafka.
Sedangkan Ayu dan Elga menunggu di Lobby Rumah sakit saja.
.
.
.