
Adel merebahkan diri nya di atas brangkar Rumah sakit. Lalu sang Dokter langsung memeriksa dan melakukan USG.
"Semua nya baik-baik saja, bahkan bayi nya sangat sehat Tuan, Nyonya" jelas sang Dokter.
"Ahh syukurlah" lega Kafka.
"Tapi kurangi stres nya ya, Nyonya" ucap Dokter kembali.
"Baik Dok, terimakasih" balas Adel.
Setelah itu mereka lalu berpamitan untuk pulang.
"Nah jangan banyak pikiran ya, inget kata Dokter" ucap Kafka dengan mencubit pelan hidung Adel.
"Mas, suruh Milsi dan Rendi tinggal di mansion. Aku merasa nyaman jika mereka bersama kita" ungkap Adel.
"Baiklah, biar kita sama-sama aman" balas Kafka.
Adel mengangguk dan memeluk pinggang Kafka. Mereka berjalan dengan beriringan menuju mobil nya.
***
Sedangkan Rendi, ia sudah sampai di rumah nya. Ia juga sama mencemaskan Milsi.
"Mas, kenapa?" tanya Milsi yang melihat raut wajah Rendi serius.
"Sayang, kita pindah ke rumah Kakak kamu saja ya. Biar aku dan Tuan Kafka menjaga kalian bersama" jawab Rendi dengan serius.
"Loh emang ada apa, Mas?" tanya Milsi kembali.
"Nanti Mas akan ceritakan, ayo masuk dulu" ajak Rendi.
Mereka lalu masuk dan membersihkan diri. Setelah itu, Rendi menceritakan semua nya dengan rinci pada Milsi.
Milsi hanya mendengarkan saja, ia juga merasa takut akan keselamatan mereka.
"Yaudah deh, besok kita pindah kesana, Mas" ucap Milsi dengan yakin.
"Yaudah , sekarang kita istirahat saja" balas Rendi dengan lembut.
Setelah itu mereka langsung merebahkan tubuh nya di ranjang size.
**
"Hah bagaimana kalau mereka menemukan aku, aku harus pergi dulu sebelum nanti aku akan balas dendam pada mereka" gumam Rama
"Lihat saja Adel, aku akan balaskan dendam Tya dan aku padamu. Bersenang-senanglah sekarang dan tunggu pembalasan dari aku" gumam nya lagi.
Setelah itu, Rama langsung membereskan semua barang-barang nya. Ia akan pergi malam ini juga, karena ia sudah tahu bahwa karena anak buah Kafka pasti akan mencari dirinya.
Setelah selesai, Rama langsung pergi dengan terburu-buru. Dia akan pergi ke luar Negeri ataupun kemana agar tidak di ketahui oleh Kafka.
***
Pagi hari nya di kediaman Kafka, Rendi dan Milsi sudah sampai dengan membawa koper. Mereka akan membahas semua masalah yang berhubungan dengan Tya dan Rama.
"Dek, kamu sudah datang?" tanya Adel dengan polos nya.
"Iyaa Kakak, kalau belum datang mana ada aku disini" jawab Milsi dengan kesal.
Sedangkan Adel langsung cengengesan saja. Ia lalu mengajak Milsi duduk.
"Ayo kita duduk di halaman belakang" ajak Adel.
"Mas, aku akan ke halaman belakang dulu ya" izin Adel dengan Kafka.
"Yaudah, aku sama Rendi akan ke ruang kerja dulu" balas Kafka.
Rendi dan Kafka langsung saja masuk ke ruangan Kafka.
"Bagaimana keadaan wanita sialan itu?" tanya Kafka dengan serius.
"Dia mengamuk terus, dan untuk Rama anak buah kita belum bisa menemukannya. Tetapi aku sudah menyuruh merek berpencar ke seluruh penjuru Kota ini" jawab Rendi
"Cari terus dan tambah semua pengawalan buat Adel dan Istri mu. Kita jangan sampai lengah" ucap Kafka dengan tegas.
"Baik Tuan. Dan Orangtua Tya menyerahkan semua nya pada kita, karena mereka juga sudah merasa sangat malu" balas Rendi.
Mereka terus saja membahas pekerjaan dan mereka tidak pergi ke perusahaan.
.
.
.