That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 47



Hari ini, Adel akan pergi ke perusahaan Ardmaja. Entah mengapa hati dan pikirannya merasa tidak tenang.


Setelah bersiap ia langsung menyuruh salah satu sopir untuk mengantarkannya.


Di sepanjang perjalanan ia merasa sangat gelisah, entah kenapa perasaannya seperti terus tertuju pada Kafka.


Mobil mendadak berhenti dan Adel begitu merasa resah.


"Pak, ada apa ya?" tanya Adel khawatir.


"Sebentar saya tanyakan dulu, Nyonya" jawab Sopir tersebut.


Lalu sang sopir tersebut pun langsung keluar dari mobil. Dan tak lama kemudian ia masuk kembali.


"Di depan ada kecelakaan tapi sudah bisa jalan lagi kok, Nyonya" lapor si Sopir dengan sopan.


"Yaudah percepat ya, Pak" balas Adel


Sopir melajukan mobil dengan lumayan cepat karena ia melihat bagaimana khawatir , panik dan gelisah nya sang, Nyonya.


"Sebenarnya ada apa, sampai Nyonya Adel begitu khawatir" batin Sopir.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan perusahaan Ardmaja.


Tanpa menunggu lama lagi, Adel langsung keluar dan sedikit berlari menuju lift khusus.


"Yaampun kenapa Bu Adel buru-buru" ucap Dewi dengan lirih.


Setelah itu ia pun ikut masuk ke dalam lift tetapi khusus karyawan.


Sesampai nya Adel disana ia langsung membuka pintu ruangan Kafka.


Ceklek.


"Massssssss" teriak Adel dengan menggema.


Seketika Kafka langsung menoleh dengan mata sayu nya.


"Sayang, tolong aku" ucap Kafka.


"Hei kau mengganggu kesenanganku saja. Lihat lah bagaimana suami mu itu akan aku puaskan" lantang Tya dengan pakaian yang hampir telanjang.


Adel menatap Tya dengan tajam.


Plak


Plak


"Dasar wanita murahan, berani sekali kau menjebak suami-ku hah" bentak Adel dengan keras.


Saat Tya ingin membalas nya, tangan Adel lebih dulu bertengger di rambut panjang nya.


"Kemari kau ****** , aku akan membuatmu merasa segan untuk hidup" ucap Adel kembali.


Adel menatap Kafka dengan wajah sendu nya.


Sebelum Adel membawa Tya keluar ia lebih dulu membawa Kafka ke kamar mandi.


"Hei kau mau bawa kemana Kafka ku" teriak Tya dengan histeris.


Pintu langsung terbuka dan masuk lah Dewi dengan raut wajah terkejut.


"Dewi , pegang wanita mura*** itu, jangan sampai kabur" ucap Adel dingin.


Tanpa menjawab , Dewi langsung memegang nya dan Adel langsung memapah Kafka.


"Terimakasih karena datang di waktu yang tepat" balas Kafka dengan menahan semua gejolak itu.


Adel mengangguk dan langsung keluar. Ia meminta Dewi untuk mengumpulkan semua orang dan harus membawa ponsel nya masing-masing.


"Mau kau apakan aku hah, aku seharus nya membantu Kafka" bentak Tya


Adel tidak menggubris nya sama sekali, ia terus saja menyeret Tya. Seakan bayi yang di kandung nya mengerti dengan suasana, ia tidak merepotkan Adel sama sekali.


Sesampai ny di Loby, semua karyawan terkejut melihat wajah Adel yang penuh amarah sedang menyeret Tya yang hampir telanjang.


"Dengarkan aku baik-baik. Kalian boleh memVidio semua ini dan sebarkan di sosmed kalian masing-masing" teriak Adel dengan lantang.


Dengan senang hati mereka langsung standbay dengan ponsel dan akan langsung memVidio semua nya.


"Lihatlah wanita ini, dia adalah wanita terhormat dan lahir dari keluarga baik-baik. Tetapi dengan percaya diri nya dia mengganggu kehidupan Rumah tangga ku, bahkan dia sempat mengirimkan poto sedang di ruangan suamiku, sedangkan suamiku sendiri sedang berlibur dengan ku.


Dan lihat lah bagaimana kondisi nya sekarang? Dengan sangat menjijikan nya ia menjebak suamiku hanya untuk memiliki nya. Tapi lihat sekarang, bahkan dia sudah seperti wanita yang ****.


Aku tegaskan sekali lagi, dia adalah suami dan Ayah dari anakku. Kamu tidak akan pernah memiliki nya atau dalam mimpi mu sekalipun" ucap Adel dengan dingin.


Brugh.


Adel mendorong Tya sampai dia bersujud di hadapan Karyawan Ardmaja.


"Sialan kau Adel, Kafka itu milikku dan akan selamanya menjadi milikku. Kau hanya wanita miskin yang merebutnya dari ku" teriak Tya tanpa tahu malu.


"Dan wanita yang kau bilang miskin ini yang sedang mengandung pewaris Ardmaja" bentak Adel dengan datar.


Lalu Adel memberi isyarat pada para pengawal untuk membawa Tya pergi ke tempat biasa Kafka membawa musuh nya.


"Kalian boleh menyebarkannya dan kembali bekerja" ucap Adel santai.


Lalu Adel langsung naik kembali ke lantai atas. Ia teringat dengan suami nya.


"Dewi, tolong atur jadwal suamiku dan hari ini kosongkan semua jadwal" perintah Adel.


"Baik Bu" balas Dewi patuh.


Lalu Adel masuk dan langsung mengunci pintu ruangan Kafka.


"Mass" panggil Adel.


"Aku masih di kamar mandi" balas Kafka parau.


Adel langsung masuk dan melihat kondisi sang suami yang belum membaik.


"Sepertinya dia memberikan dosis yang lumayan tinggi, mas. Bangunlah aku akan membantu mu" ucap Adel lirih.


"Jangan, aku takut aku bermain kasar dan menyakiti kalian" tolak Kafka dengan cepat.


"Tidak akan, kau pasti akan lembut. Aku sakit melihat kamu begini, Mas" balas Adel


Tanpa menunggu jawaban Kafka, Adel langsung menyerang Kafka tanpa ampun.


Dan akhirnya siang hari itu mereka lewatkan dengan hubungan yang panas juga.


.


.


.