
Usia kandungan Adel sudah bulan kelahirannya, bahkan menurut Dokter kandungannya tidak lama lagi dia akan melahirkan.
Kafka semakin posesif bahkan ia mulai mengambil cuti, atau kadang juga bekerja dari Rumah.
Seperti saat ini, Kafka terus saja menemani Adel yang sedang berjalan-jalan santai di depan mansion.
"Udahan ya, udah mau terik panas nya" ajak Kafka lembut.
"Iyaa, Mas" balas Adel patuh.
Ayu dan Elga tersenyum melihat keharmonisan keluarga kecil Putra nya.
"Son, kemarilah Daddy ingin bicara" panggil Elga
"Sebentar, Dadd" balas Kafka.
"Kamu duduk dulu sama Mommy oke" ucap Kafka pada Adel.
"Iyaa, sana temuin Daddy" balas Adel tersenyum.
Kafka menganggukan kepala nya dan pergi dari sana. Ia langsung berjalan menuju ke ruang kerja nya.
"Ada apa, Dadd?" tanya Kafka yang langsung duduk di hadapan Elga.
"Bagaimana dengan lelaki itu?" tanya Elga balik.
"Aman, dia sudah aku dapatkan saat akan pergi ke luar Kota" jawab Kafka.
"Baguslah, selesaikan semua nya agar tidak ada yang terjadi di kemudian hari" ucap Elga tegas.
"Aku sudah menyelesaikan semua nya, Dadd. Dan dia sudah aku asingkan agar berubah" balas Kafka.
Lalu mereka mengubah topik nya dengan membahas pekerjaan kantor.
Hingga tiba-tiba suara sang Mommy Ayu yang menggema di mansion itu.
"Ada apa dengan Mommy" ucap Elga dengan bangkit dari duduk nya.
Begitupun dengan Kafka, ia langsung saja bangun dan berlari ke ruang tamu.
"Ya ampun sayang" pekik Kafka saat melihat Adel yang sedang kesakitan.
"Ayo cepat bawa Adel ke rumah sakit, seperti nya dia akan melahirkan" ucap Mommy cepat.
Seorang pelayan membawa perlengkapan yang sudah Adel siapkan jauh-jauh hari.
Mommy, Daddy dan Kafka langsung saja membawa nya ke Rumah sakit keluarga mereka.
Kafka melajukan mobil nya dengan kecepatan agak tinggi tapi masih hati-hati.
"Mommm, sakit" rintih Adel dengan memegang tangan sang Mertua erat.
"Tenang ya sayang, coba tarik nafas lalu hembuskan dengan perlahan" ucap Ayu dengan se santai mungkin.
Adel mengikuti saran dari sang mertua, lalu ia memgusap lembut perut nya.
Adel juga melihat wajah khawatir di suami nya, ia hanya bisa tersenyum untuk menenangkan Kafka.
Sesampai nya di Rumah sakit, disana Dokter kandungan Adel sudah menunggu di depan dengan beberapa suster.
Kafka langsung menggendong Adel dan membaringkannya di brangkar yang sudah di sediakan di depan.
"Sayang, kuat oke" ucap Kafka dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan khawatir, aku tidak apa kok. Tolong jangan beritahu dulu Milsi ya, nanti saja kalau aku sudah lahiran" pinta Adel
"Iyaa sayang" balas Kafka.
Lalu Adel di periksa oleh Dokter, Kafka terus saja mendampingi nya di dalam ruangan.
"Wah sudah bukaan sempurna ya , Nyonya. Seperti nya Baby sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anda dan Daddy nya" ucap Dokter dengan tersenyum.
Lalu Dokter tersebut memberi aba-aba agar Adel mengedan.
Tangan Kafka di pegang dengan sangat erat oleh Adel, sedangkan Kafka terus saja berdo'a dan membisikan kata-kata semangat pada Adel.
"Ayo , Nyonya sedikit lagi" ucap Dokter dengan lembut.
"Ayo sayang, kamu pasti bisa, kamu kuat demi aku dan anak kita" ucap Kafka dengan lembut.
Adel menarik nafas pelan lalu ia mengedan dengan sekuat tenaga nya.
Oekkk Oekkkk
Hingga terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring di ruangan itu.
***
*Hai semua nya, Author kembali lagi nih.
Jangan lupa Like, Vote, Coment dan juga hadiah nya ya.
Terimakasih*.