
Sesampai nya di mansion, mereka langsung saja masuk.
Adel tetap di suruh duduk di kursi roda oleh Kafka.
"Mas, aku bisa jalan ih" gerutu Adel dengan kesal.
"Sayang, aku takut kamu lelah dengan menggendong Putri kita" ucap Kafka lembut
Adel hanya menurut saja dengan pasrah, sedangkan sang Mommy sudah lebih dulu masuk.
"Selamat datang baby princes" pekik Qilla dengan sangat heboh.
"Wah Aunty Qilla sudah datang ternyata" ucap Adel tersenyum.
Qilla langsung memeluk sang Kakak setelah itu ia memeluk Kakak ipar nya dengan sayang.
"Ihh kenapa kamu cantik sekali sih sayang, Aunty jadi kalah saing kan" oceh Qilla dengan mencubit pelan pipi Baby Adel.
"Ehh main cubit aja" omel Kafka dengan melotot.
"Ck, pelit" olok Qilla
Lalu mereka duduk di sofa yang ada disana, Milsi dan Rendi pun sudah ada disana sejak tadi.
"Kak, siapa nama nya?" tanya Qilla.
"Jenika Laura Ardmaja" ucap Kafka dengan mengusap lembut pipi sang Putri.
"Baby Jen" panggil Adel tersenyum.
"Wah cantik sekali nama Cucu Oma ini" ucap Ayu dengan tersenyum.
"Woah Mommy sudah jadi Oma, dan Daddy jadi Opa" ledek Qilla dengan terkekeh
"Tapi kita tetap muda ya" ucap Elga dengan merangkul bahu sang Istri.
"Ish menggelikan Mom, Dadd" ucap Kafka dengan tersenyum.
Mereka terus saja bercanda dan tertawa , bahkan Qilla terus saja menggoda semua orang yang ada disana.
"Kata Oma kau sudah berani dekat dengan lelaki ya, Dek?" tanya Adel dengan tersenyum.
"Uhuk" Qilla langsung tersedak karena pertanyaan yang sangat kaget dari Kakak Ipar nya.
"Hayoh loh, ngaku Dek" timpal Milsi dengan semangat.
"Ti tidak ihhhh" jawab Qilla dengan tergagap.
"Ck, gak boleh bohong Nona" olok Rendi.
"Enggak ihh enggak" bantah Qilla dengan kesal.
"Nah kan, kalau di goda gak mau eh giliran menggoda paling bisa" ucap Elga dengan terkekeh.
"Ihhh kalian jahat sekali" rengek Qilla dengan wajah memelas nya.
"Muka mu, menggelikan sekali Dek" ucap Kafka dengan wajah jijik nya.
Plak.
"Kakak durjana dasar" kesal Qilla dengan menabok lengan Kafka.
"Sudah-sudah, ayo makan siang dulu. Baby Jen nya taro di boxs sayang" ajak Mom Ayu.
"Bii" panggil Kafka.
"Iyaa Tuan" jawab Bibi
"Tolong jaga dulu Baby Jen ya, aku dan yang lainnya akan makan siang dulu" ucap Kafka.
"Baik Tuan" balas Bibi seraya mengambil Baby lucu tersebut dari Adel.
"Titip ya Bi, maaf merepotkan" ucap Adel tak enak
"Tidak apa, Nyonya" balas Bibi tersenyum.
Lalu mereka semua makan siang dengan tenang, meskipun sering bercanda tetapi waktu makan mereka akan diam.
Kafka dengan telaten melayani Adel, meski Adel menolak karena tak enak tetap saja Kafka melakukannya.
"Kamu juga makan, Mas" ucap Adel.
"Iyaa, ini mau makan juga" balas Kafka tersenyum.
Setelah selesai dengan acara makan siang nya, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Begitupun dengan Adel dan Baby Jen, mereka sudah merebahkan tubuh nya di ranjang size milik Kafka.
"Wahh Princess Daddy nakal ya, tidur nya harus sendiri besok mah ya" ucap Kafka terkekeh.
"Mas ih" kesal Adel.
"Hehe, bercanda sayang" balas Kafka memeluk tubuh Adel.
Adel memilih diam dan kembali merebahkan tubuh nya.
Kafka pun akhir nya ikut terlelap bersama dua wanita yang sangat berharga.
.