
Setelah selesai semua acara , Keluarga Ardmaja langsung saja pulang ke Mansion Kafka. Mereka akan melakukan pesta Bbq di halaman belakang Mansion tersebut.
Kandungan Adel saat ini lumayan rentan dan bahkan bisa terbilang lemah. Maka dengan itu semua Keluarga hampir memanjakannya untuk menjaga kedua-nya.
Sesampainya di Mansion, Kafka langsung menggendong Adel ke dalam kamarnya karena Adel tertidur di dalam mobil.
"Aku antar Adel ke kamar dulu ya, Mom" ucap Kafka
"Iyaa, kita istirahat dulu saja sebelum nanti acara terakhir" balas Ayu tersenyum.
Lalu mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Berbeda dengan yang lainnya , saat ini Qilla sedang bertelepon dengan teman baru nya. Bahkan ia sampai tertawa ngakak di ruang keluarga sendirian.
"Non, gak istirahat?" tanya Bi Imah.
"Yaampun aku kaget" ucap Qilla mengusap dada.
Bik Imah hanya tersenyum dan berlalu kembali ke dapur. Sedangkan Qilla ia mencebik kesal lalu menyudahi panggilannya.
"Ahh aku juga harus tidur dulu biar nanti lapar lagi" gumam Qilla dengan berjalan ke kamar Milsi.
Sesampai nya disana Qilla langsung saja melompat ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Milsi yang sedang melotot kaget.
"Gak pake lompat kali" kesal Milsi
Sedangkan Qilla hanya cengengesan dan langsung memeluk Milsi dengan tertawa ngakak.
"Ck, diem lah ngantuk nih" ketus Milsi.
"Iyaa Akak maaf" balas Qilla dengan tersenyum manis.
Milsi memutar bola malas melihat tingkah Qilla yang sedang merayu.
****
Malam hari yang bertabur bintang dengan di iringi sang bulan yang sedang bersinar terang, semua anggota Ardmaja sudah berkumpul di halaman belakang.
Bahkan para Lelaki sudah mulai memanggang seperti daging , sosis dan yang lainnya.
Adel , Ayu dan wanita yang lainnya hanya di tugaskan duduk saja dan membuat sambal. Terlihat wajah Adel yang agak lelah tetapi ia sangat ceria dan tidak merasa apa-apa.
"Sayang kau tak apa kan?" tanya Ayu khawatir
"Aku gak papa , Mom" jawab Adel lembut.
Ayu menghela nafas dan tersenyum ke arah Adel.
"Jangan terlalu aktif, Oke. Nanti kalau janinnya kuat baru boleh ini itu" nasihat Ayu lembut.
"Siap, Grandma" ucap Adel dengan terkekeh dan memeluk Ayu.
Ayu sangat senang dengan panggilan Grandma, lalu ia membalas memeluk sang menantu.
"Kenapa main pelukan aja kayak teletubis" ceplos Qilla.
Dengan segera Qilla memeluk kedua wanita yang di sayangi-nya tersebut. Elga dan Kafka tersenyum melihat ke kompakan tersebut.
"Taraaaaa udah selesai" ucap Rendi dengan bahagia.
"Sini cepat Abang bawaaaaaa" teriak Qilla girang.
Tawa mereka pecah saat melihat ke antusiasan Qilla yang seperti anak kecil umur 5 tahun.
Lalu Rendi dan Kafka menata di tikar yang memang sudah di gelar sejak tadi oleh Ayu.
Mereka mulai duduk dengan tenang dan memulai makan malam dengan hasil panggangannya.
Terselip canda dan tawa di acara makan malam hari ini, dan itu tidak membuat suasana bertahan sebentar. Mereka hampir tengah malam masuk ke dalam kamar untuk istirahat, berbeda dengan Adel yang memang di larang untuk gadang.
Rendi mengantarkan Milsi sampai ke depan kamarnya.
"Langsung tidur, Oke" ucap Rendi mencium kening Milsi.
"Iyaa , Abang juga ya" balas Milsi lembut.
Rendi mengangguk dan pergi dari sana. Milsi langsung masuk untuk kembali meraungi dunia mimpi nya.
***
Pagi hari nya , Kafka sudah bersiap di bantu oleh Adel untuk ke perusahaan.
"Ini bekal nya, nanti makan ya jangan telat awas" ucap Adel tegas.
"Siap Bu Negara" balas Kafka dengan hormat.
Adel terkekeh dan mencubit gemas pinggang suami-Nya. Lalu mereka tertawa renyah dengan berjalan ke arah depan.
Di halaman , Rendi sudah menunggu dengan menenteng bekal dari Milsi.
"Ck, cepetan Bos" kesal Rendi melihat ke uwuan Kafka.
Kafka hanya mendelik saja, lalu ia mencium kening terlebih dahulu sebelum pergi. Setelah itu Kafka berjongkok dan mengecup perut sang Istri.
"Daddy kerja dulu ya, Baby. Jangan membuat Mom lelah, Oke" ucapnya dengan mengusap lembut perut Adel.
"Iyaaaaa Daddy" teriak Rendi gemas.
Adel terkekeh dan menyuruh Kafka untuk cepat berangkat, karena hari ini mereka akan melangsungkan meeting di luar kantor.
Setelah mobil yang membawa Kafka pergi, Adel langsung masuk kembali dan bergabung di meja makan dengan yang lainnya.
.
.
.