That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 54



"Mommy dan Daddy pulang saja dulu, sore nanti baru kesini lagi" ucap Kafka


"Baiklah, kamu juga istirahat saja jika lelah" balas Elga menepuk pundak sang Putra.


"Iyaa Dadd" ucap Kafka.


Setelah kepergian Mommy dan Daddy nya, Kafka mendekati sang Putri.


Dia tersenyum melihat wajah Putri nya yang sangat cantik.


"Terimakasih telah hadir di antara kami, Nak. Kamu akan menjadi penyemangat Daddy setelah Mommy mu" ucap Kafka lembut.


Kafka lalu mengecup lembut kening Putri nya, lalu ia memilih duduk di samping sang Istri yang sedang terlelap karena lelah.


Hingga tak lama kemudian, pintu terbuka dengan kedatangan Milsi dan Rendi.


"Kak, apa Kak Adel baik-bai saja?" tanya Milsi dengan khawatir.


"Duduklah dulu, semua nya baik-baik saja kok" jawab Kafka dengan bangun dari duduk nya.


Rendi lalu membawa sang Istri duduk di sofa, ia takut Istri nya kenapa-napa karena sedang hamil tua.


"Kakak dan keponakan mu baik-baik saja, mereka sedang tidur tuh" ucap Kafka tersenyum.


"Tuh apa aku bilang, kamu jangan panik dan terburu begitu" omel Rendi.


"Maaf, aku kan khawatir sama Kakak" bela Milsi dengan mengkrucutkan bibir nya.


"Sana lihat keponakan mu" ucap Kafka.


"Ayo Masss" ajak Milsi pada Rendi.


Rendi da Milsi melihat bayi mungil yang sedang tertidur dengan lelap nya.


"Yaampun Mas, lucu sekali dia ini" ucap Milsi dengan tersenyum.


"Iyaa, dia seperti Tuan muda sekali" balas Rendi dengan terkekeh.


"Iyaa dia seperti Kakak ipar" timpal Milsi dengan tersenyum.


Lalu mereka kembali duduk bersama dengan Kafka, Milsi akan disana sampai sang Kakak bangun.


"Kamu juga sebentar lagi akan melahirkan, Dek" ucap Kafka.


"Iyaa Kak, 1 bulan lagi mungkin" balas Milsi mengusap lembut perut nya.


"Kenapa kalian memilih untuk pisah rumah dengan kami?" tanya Kafka serius.


"Kak, bukan aku tak mau satu atap dengan kalian. Tapi aku juga ingin mandiri bersama suami ku" jawab Milsi


"Itu sudah kewajiban ku, Tuan" balas Rendi tegas.


"Baguslah, aku harap setelah ini hanya akan ada kebahagian saja" lirih Kafka memejamkan mata nya.


"Semua nya akan baik-baik saja, Tuan" ucap Rendi


"Kak, istirahatlah sana, biar kami yang menjaga Kak Adel dan Baby" ucap Milsi dengan lembut.


"Baiklah, aku titip mereka ya" balas Kafka.


Lalu Kafka merebahkan tubuh nya di ranjang yang ada di samping sang Istri.


Kafka langsung saja memejamkan mata nya dan berlalu ke alam mimpi.


"Kamu juga istirahat sayang" ucap Rendi dengan gemas.


"Hehe, nanti yaaa" bala Milsi cengengesan.


"Ya ampun Bumil ini" lirih Rendi lalu memeluk sang istri dari samping.


"Lihatlah Nak , Bunda kamu ini bandel banget" ucap Rendi dengan mengusap lembut perut sang Istri.


"Bunda tidak nakal Ayah" balas Milsi dengan suara anak kecil.


"Tuh tuhkan dia melawan saja, rasanya Ayah ingin menerkam nya" ucap Rendi kembali dengan mengecup pipi Milsi.


"Ihhhh kau ini, Mas" gerutu Milsi


Sedangkan Rendi, dia hanya cengengesan saja. Mereka melihat pergerakan di ranjang Adel.


Lalu Milsi menghampiri nya.


"Kak" panggil Milsi.


"Ehh kapan kamu kesini, Dek?" tanya Adel yang baru saja bangun.


"Tadi Kak, Kakak mau apa?" tanya balik Milsi


"Tolong ambilin minum dong, Dek" jawab Adel


Lalu Milsi memberikan air minum pada Kakak nya, setelah itu ia duduk di samping sang Kakak.


.


.


.