
Adel , Kafka dan Qilla tidak bisa lama-lama disana, mereka langsung pulang karena ingat dengan Baby Jen.
Rendi juga meminta Mom Ayu untuk istirahat tetapi dia tidak mau dan malah ingin menginap disana, begitu pun dengan Dad Elga.
"Tidak apa, Ren. Kalian itu sudah seperti anak-anak kami jadi jangan sungkan" ucap Dad Elga dengan tersenyum.
"Terimakasih, Tuan" balas Rendi dengan sopan
Rendi membiarkan Elga dan Ayu untuk tidur di ranjang yang ada di sebelah Milsi. Sedangkan dirinya, akan tidur di sofa.
Milsi melambaikan tangan nya pada Rendi untuk mendekat.
"Apa mau sesuatu?" tanya Rendi lirih.
"Gak ada, disini saja tidur nya masih muat kok" ucap Milsi lembut.
Rendi menggelengkan kepala dan duduk disana.
"Tidak sayang, aku akan tidur di sofa saja" balas Rendi tersenyum.
"Yasudah aku gak mau tidur kalau begitu" rajuk Milsi dengan memalingkan wajah nya.
"Baiklah, ayo sekarang rebahan" pasrah Rendi.
Milsi lalu merebahkan tubuh nya dan di ikuti oleh Rendi. Lalu Milsi memeluk tubuh Rendi dengan hangat.
"Tidurlah, aku tahu kamu pasti lelah" ucap Rendi mengusap lembut kepala Milsi.
"Hmmm, kamu juga sayang" balas Milsi lirih
Lalu mereka terlelap dengan pasangan masing-masing, karena memang mereka lelah setelah acara syukuran Baby Jen.
***
Sedangkan di Mansion, Kafka sedang mengajak main sang Putri yang masih saja melek.
"Mas, sini biar aku kasih asi" ucap Adel
"Daddy nya?" tanya Kafka dengan menaik turun kan alis.
"Baby Jen, Daddy nya mah lagi puasa" olok Adel dengan terkekeh.
"Uhh lihatlah sayang Mommy mu jahat sekali ya" ucap Kafka pada Baby Jen.
Baby Jen hanya menggeliat dan mengerjapkan mata nya saja.
"Kamu istirahat saja, Mas. Besok kamu kan kerja, terus pasti sendiri dulu kan Rendi masih di Rs" ucap Adel menerima sang Baby.
"Tidak apa, sebentar lagi juga Baby nya tidur" jawab Adel lembut.
"Yasudah kalau begitu, kalau sudah tidur kamu cepat istirahat juga" ucap Kafka.
Adel menganggukan kepala dan beranjak duduk di sofa, ia tidak mau mengganggu istirahat sang suami.
"Kenapa anak Mommy ini gak tidur sih, haus ya sayang" ucap Adel pelan.
Adel menimang Baby Jen dengan lembut, hingga jam 1 dini hari dia baru tertidur dengan pulas.
Lalu Adel meletakannya di dalam boxs bayi, setelah itu dia naik ke atas ranjang dengan pelan-pelan.
"Selamat tidur Daddy" lirih Adel mengecup lembut kening Kafka.
Adel merebahkan tubuh nya dan memeluk Kafka, lalu ia memejamkan mata nya.
**
Pagi hari nya, Adel sudah bangun sejak tadi dan memandikan Baby Jen.
Dia akan membantu Bibi Keila untuk memasak sarapan dan membuat makanan untuk yang di Rs.
Setelah Baby Jen selesai semua nya, ia menyiapkan pakaian kerja sang suami, baru setelah itu ia akan membangunkan Kafka.
"Mas, bangun sudah siang" ucap Adel mengusap lembut pipi Kafka.
"Emhhh, kenapa Mom?" tanya Kafka yang baru membuka mata nya.
"Bangun yuk, terus mandi sana" jawab Adel lembut.
Kafka beranjak duduk dan menatap Putri nya yang sudah sangat cantik.
"Coba sini Daddy cium dulu, udah cantik amat sih sayang" ucap Kafka mengecup pipi Jen.
Lalu Kafka mengecup kening sang Istri dan setelah itu ia pergi ke kamar mandi.
"Aku ke bawah dulu ya, Mas. Pakaian sudah aku siapkan di tempat biasa" ucap Adel.
"Iyaa Mommy Jen" balas Kafka dengan teriak.
Lalu Adel melangkahkan kaki nya keluar dari kamar, ia akan menitipkan sang Putri pada Adik nya Qilla.
.
.