That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 5



Sore hari nya , Kafka dan Adel pulang. Kafka sudah menahan rasa dongkol dan geramnya sejak tadi. Ia ingin sekali menyeprot mereka yang sudah merencanakan sesuatu pada dirinya.


'Huhh lihat saja , aku akan membalas kalian' batin Kafka.


Adel hanya pasrah saja bahkan ia sudah di larang keras agar tidak membela Mom , Daddy atau yang lainnya. Bahkan Kafka sudah menyuruh Rendi untuk menahan Adel supaya tidak ikut campur.


"Ka" ucap Adel lembut.


"Tidak Adel, kamu cukup diam dan lihat saja" tegas Kafka.


Adel mengangguk pasrah , ia sangat tahu bahwa Kafka tidak akan memarahi Mom dan Daddy nya hanya saja ia akan melampiaskan kekesalannya saja.


Setelah hampir 1 jam di perjalanan akhirnya Kafka memarkirkan mobilnya di halaman. Dan ia langsung membawa Adel masuk.


Adel melihat wajah memelas para sahabatnya bahkan sang Mommy Kafka pun sama memasang wajah memelas.


Adel menggeleng pelan seraya menunduk.


Kafka duduk dengan wajah garangnya, bahkan ia sudah menyuruh Adel pergi ke kamarnya untuk mandi.


"Kau ke kamarlah dan bersihkan tubuhmu. Setelah itu kau baru kesini" ucap Kafka penuh penekanan.


"Ta


Kafka menatap tajam bahkan Adelia sampai menelan ludah kasar.


"Baiklah" pasrah Adel.


"Jangan galak-galak son, nanti Adel pergi loh" goda Elga dengan tersenyum geli.


Kafka mendengus kesal dan menatap mereka satu persatu.


"Dimana suami kalian?" tanya Kafka dengan sinis.


Sela menunjuk ke halaman belakang , disana ada Raka dan Andi yang sedang memandang kearah nya.


Kafka langsung berdehem dengan keras dan langsung saja Raka dan Andi menghampiri nya.


"Maksud kalian apa? Apa kalian ingin mencelakai Adel kembali? Bagaimana kalau hal masalalu terjadi lagi pada Adel?" tanya Kafka menahan emosi.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mengusik kehidupan Aku dan Adel lagi. Bahkan aku akan membawa Adel dan Milsi dari sini" tegas Kafka.


"Dan kalian tidak akan bisa menemuinya" ucap Kafka kembali dan pergi dari sana.


"Nak , apakah Mommy juga tidak boleh menemui , Adel?" tanya Ayu dengan memelas


"Tidak boleh. Itu hukuman kalian agar tidak merencanakan apapun lagi" jawab Kafka.


"Nak" rengek Ayu.


"Nooooo" balas Kafka santai.


"Baiklah , kalau begitu aku tidak akan merestui kalian menikah" ucap Elga dengan menahan senyum.


"Daddddd" rajuk Kafka


Hahahahaha! Tawa mereka pecah saat melihat wajah prustasi Kafka.


Kafka lalu duduk kembali dan memasang wajah masamnya. Apalagi melihat sang Asistennya pun yang mengolok.


"Daddy dan Mommy akan merestuinya. Apalagi kalau kalian cepat menikah" ucap Elga lembut.


"Terimakasih, Dadd" balas Kafka bahagia.


"Gitu dong, ngakuin perasaan aja sampai bertahun-tahun" goda Rendi dengan tertawa.


Kafka mendengus dengan kesal lalu melemparkan bantal sofa pada Rendi.


Sela merasa bahagia saat melihat kebahagian terpancar di wajah Kafka. Bahkan ia sudah tersenyum cerah kembali.


"Del , kesini" ucap Retika.


Adel duduk di sebelah Kafka dan menatap yang lainnya dengan bingung.


"Nak, Kafka tidak jadi menikahimu dia merelakanmu dengan Rendi" ucap Elga dengan santai.


Adel langsung menatap ke arah Kafka dengan wajah yang sulit di artikan.


"Tidak , Daddy bohong" tegas Kafka dengan cepat.


Adel tersenyum , ia tahu bahwa Elga hanya menggoda mereka saja.


"Aku tauu" balas Adel lembut.


"Ahhh syudahlah cepat kalian menikah, aku sudah tidak tahan dengan keuwuan kalian yang jaim" olok Andi dengan gemas.


"Lihat saja , pesta pernikahanku akan menjadi pesta paling termegah di tahun ini dan selanjutnya" bangga Kafka dengan memeluk Adel gemas.


"Ka , lepaskan ihhh" gerutu Adel dengan wajah yang sudah malu.


Kembali mereka tertawa melihat tingkah Adel dan Kafka. Mereka merasa sangat terhibur dengan kelakuan uwu mereka berdua.


Ayu dan Elga tersenyum melihat bagaimana Putra nya kini kembali ceria bahkan sudah kembali hangat.


"Iyaa akan termegah lihat saja , gue yang dongkol nya" celetuk Rendi dengan malas.


"CK! Kau kan juga di gajih jadi itu memang tugasmu. Dan ingat harus tepat waktu" ucap Kafka penuh dengan ancaman.


"Memang kapan kalian akan menikah?" tanya Elga sambil menyesap minuman.


"2 hari lagi" jawab Kafka santai.


"Uhuk Uhuk Uhuk" kaget Adel dengan hampir menyemburkan minuman di mulutnya.


Dengan lembut Kafka menepuk punggung Adel bahkan mereka yang disana juga di buag melongo dengan jawaban Kafka.


"Ka , jangan bercanda" ucap Adel dengan di sertai batuk kecil.


"Aku tidak bercanda , Cinta. Aku serius bahkan semua nya sudah siap tinggal.besok kita akan fitting baju dan membeli cincin" balas Kafka dengan gemas.


"Hei anak durhaka kau, Mommy dan Daddy mu masih ada kenapa kau tidak memberitahu kami" kesal Ayu dengan di angguki oleh Elga.


"Ck bahkan kalian juga tidak di beri tahu bahwa Nyonya dan Tuan Pramudya sedang di jalan. Dan juga Om dan Tante pun sedang di jalan kesini. Mungkin nanti malam akan sampai" celetuk Rendi.


"KAFKAAAAAAAAAA" teriak Ayu , Elga , Andi dan Retika frustasi.


Kafka langsung berlari ke kamarnya dengan senyum mengembang.


"Lihatlah Del , calon suamimu, Arrgghhhhhh" desis Andi dengan kesal.


"Sayang ayo kita siapkan kedatangan Oma , Opa dan yang lainnya" ajak Andi pada istrinya.


"Ayo Tante dan Om juga akan menyiapkannya. Dan Adel tolong buatkan Cake dan makanan lainnya untuk Oma dan Opa ya" ucap Ayu


"Baik Nyonya" balas Adel tersenyum.


"Panggil Mommy dan Daddy" protes Ayu


"I iya Mo Mom" balas Adel kaku.


Ayu tersenyum dan pergi berbelanja dengan Andi dan yang lainnya. Mereka merasa geram dengan tingkah Kafka yang super dadakan.


.


.


.