That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 46



Sesampai nya di mansion, Kafka dan Adel langsung masuk ke dalam. Adel sudah sangat ingin istirahat bahkan badannya sudah sangat lengket.


"Sayang, kamu mandi pakai air hangat ya" ucap Kafka


"Iyaa Mas, yaudah aku duluan yang mandi ya" balas Adel.


Kafka menganggukan kepala nya, lalu ia duduk di sofa yang ada di kamar.


"Aku harus segera menyelesaikan masalah Tya" gumam Kafka serius.


"Aku yakin dia akan semakin menjadi jika aku membiarkannya" gumam nya kembali.


Lalu Kafka memutuskan untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Adel. Setelah itu ia pergi duduk di balkon kamar.


Ceklek.


Adel keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ke kamar ganti, ia melihat pakaiannya sudah tertata rapih di atas meja yang ada disana.


"Uhhh manis sekali suami-ku ini" ucap Adel tersenyum.


Setelah selesai bersiap, Adel langsung menghampiri suami nya yang sedang duduk santai di Balkon kamar.


"Mas" panggil Adel


"Loh kenapa kesini, katanya lelah" ucap Kafka


"Hmmm, mau tidur nya sama kamu" manja Adel yang membuat Kafka gemas.


"Yaudah, aku mandi dulu ya" ucap Kafka lembut.


"Hmmm, jangan pakai baju yaaa aku rindu dengan wangi tubuhmu" balas Adel malu-malu.


"Tentu sayang" ucap Kafka cepat


Lalu Adel masuk ke dalam kamar nya sedangkan Kafka masuk ke kamar mandi.


Adel menunggu Kafka dengan berselonjoran santai di atas ranjang.


"Uhhh wanita gila ini harus aku singkir kan secepat nya" gumam Adel saat melihat tingkah Tya yang semakin menjadi.


"Dia pikir suami-ku akan berpaling padanya apa, obsesimu terlalu tinggi sampai membuatmu gila" gumam nya kembali sambil mengelus pelan perut nya.


Adel terus saja menggerutu sampai ia tak sadar bahwa Kafka sudah berada di dekat nya.


"Eummmm" lenguh Adel saat menghirup wangi maskulin Kafka.


Adel langsung menengoknya dan tersenyum dengan merentangkan tangannya.


Dengan senang Adel langsung menghirup wangi Kafka sampai ia mengendus-ngendus leher Kafka.


"Sayang, kau membangkitkan dia yang sedang tidur" gerutu Kafka dengan menunjukan junior nya.


"Hehe, maaf" balas Adel segera melepaskan pelukannya.


Tetapi dengan segera Kafka memeluk dan mrncium seluruh wajah Adel.


Adel hanya bisa pasrah saja, ia sudah tahu bahwa malam panjang akan terjadi saat ini. Dan benar saja, malam yang panjang pun terjadi.


Meski melakukan lebih dari satu kali, tetapi Kafka masih lembut dan juga tidak bermain kasar.


Di dalam kamar tersebut, terdengar lenguhan dan ******* yang beradu dari Adel dan juga Kafka.


***


Saat ini, kebahagian sedang menyelimuti Rendi dan Milsi, pasal nya mereka baru mengetahui bahwa Milsi sedang mengandung dan usia nya baru 1 bulan.


"Ingat sayang, kau tidak boleh terlalu lelah" ucap Rendi dengan tegas.


"Iyaaa, tapi aku ingin tidur sekarang" balas Milsi terkekeh.


"Maafkan aku, ayo kita tidur dulu" ajak Rendi dengan merebahkan tubuh Milsi.


Rendi menyelimuti Milsi dan dirinya. Milsi dengan segera masuk ke dalam dekapan sang Suami nya.


Malam itu mereka tidur dengan pelukan hangat tanpa terjadi apa-apa.


Berbeda dengan yang di lakukan Tuan dan Nyonya Muda Ardmaja. Mereka baru saja selesai dengan acara malam panjang nya.


Pagi hari nya, Milsi sudah bangun bahkan sudah di dapur. Ia ingin makan masakannya sendiri.


"Sayang, kenapa kamu sudah ada disini?" tanya Rendi


"Aku ingin makan masakan ku sendiri, Mas" jawab Milsi santai.


Rendi sudah tidak bisa melarang lagi, ia hanya bisa mengawasi nya saja.


.


.


.