
Ayu langsung saja memeluk suami nya kala terdengar suara tangisan bayi.
"Mas, cucu kita lahir" ucap Ayu bahagia
"Iyaa sayang, kita sudah menjadi Oma dan Opa" balas Elga membalas pelukan Ayu hangat.
Hingga tak lama kemudian, Kafka keluar dari ruangan tersebut dengan wajah sembab dan senyuman nya.
"Nak" panggil sang Mommy.
Kafka langsung saja memeluk sang Mommy, ia lalu meneteskan air mata nya disana.
"Hei kenapa nangis?" tanya Ayu bingung.
"Maafkan aku, Mom. Ternyata melahirkan tidak semudah yang aku bayangkan" jawab Kafka lirih.
"Makannya mulai sekarang kamu harus bisa menghargai Istri mu, jangan sakiti dia" ucap Ayu lembut.
Kafka menganggukan kepala nya, lalu ia beralih memeluk sang Daddy.
"Kamu sudah ngabarin, Milsi dan Rendi?" tanya Elga.
"Sudah barusan, mereka dalam perjalanan kemari" jawab Kafka.
Elga hanya tersenyum, lalu mereka langsung ke ruangan khusus keluarga yang ada di lantai atas Rumah sakit ini.
Karena Adel dan bayi nya akan di pindahkan kesana.
Berita kelahiran Cucu pertama Ardmaja pun terdengar kemana-mana.
Bahkan para awak media sudah berdatangan ke Rumah sakit guna untuk mewawancarai Keluarga tersebut.
Kafka langsung saja menyuruh anak buah nya untuk menjaga ruangan tersebut dan pimtu masuk Rumah sakit.
"Ck, mereka merepotkan sekali" gerutu Kafka yang sedang melihat banyak nya karangan bunga, media dan yang lainnya.
"Biarkan saja, Nak" ucap Elga lembut.
Ceklek.
Pintu terbuka dan masuklah para suster yang membawa Adel dan bayi nya.
"Tuan muda, ini Putri anda" ucap suster tersebut memberikan bayi pada Kafka.
"Hmmm" balas Kafka dingin.
Lalu para suster undur diri dari sana, mereka merasa sangat gugup dan takut karena sewaktu dari membersihkan bayi nya mereka sudah di awasi.
Ayu dengan terharu menitikan air mata nya kembali saat mendengar alunan merdu keluar dari mulut Putra nya.
"Mommm" panggil Adel lirih.
"Kenapa sayang? Mau minum?" tanya Ayu dengan penuh perhatian.
"Iyaa, tolong ya Mom" jawab Adel dengan tak enak.
Ayu menganggukan kepala dengan tersenyum, lalu ia mengambilkan air minum yang ada di nakas.
Setelah itu ia membantu sang menantu duduk karena akan menyusui.
Kafka datang dan memberikan bayi mungil tersebut pada Adel.
"Ya ampun, Nak. Kamu cantik sekali" ucap Ayu dengan bahagia.
"Terimakasih, Oma" balas Adel dengan suara khas anak kecil.
Tanpa di suruh, Elga dan Kafka langsung keluar saat Adel akan menyusui sang Bayi.
"Mom lihatlah, dia ini seperti duplikatan Mas Kafka tetapi versi cewek nya" ucap Adel dengan tersenyum.
"Kau benar sayang, uhh lucu sekali sih. Wahh dia lahap sekali ya nyusu nya" balas Ayu tersenyum.
"Isshhh" ringis Adel.
"Sakit ya, tahan sedikit ya cuma awal doang kok sayang" ucap Ayu mengelus pundak Adel.
"Iyaa Mom, uhh sayang pelan-pelan" balas Adel dengan meringis.
Ayu tersenyum melihat sang Cucu yang sudah kembali terlelap setelah puas dengan minumannya.
"Sini biar Mommy tidurkan di boxs bayi" ucap Ayu
Adel langsung memberikannya dengan hati-hati, ia tersenyum saat sang bayi yang hanya menggeliatkan badannya saja.
Hingga tak lama kemudian, Adel tersenyum saat melihat Suami dan mertua lelaki nya masuk.
"Kamu tidak apa, sayang?" tanya Kafka dengan lembut.
"Gak Mas, berkat kalian aku mampu dan kuat" jawab Adel dengan tersenyum.
Kafka memeluk sang Istri dengan sayang, lalu ia merebahkan kembali tubuh istri nya.
"Istirahtlah, biar aku yang menjaga disini" ucap Kafka mengecup kening Adel.
Adel menganggukan kepala dan memejamkan mata nya yang memang lelah.
.
.