
Saat ini Adel sudah sampai di depan Perusahaan Kafka. Adel langsung saja masuk ke dalam lift.
Semua karyawan menunduk hormat dan sopan pada Adel. Sedangkan Adel hanya tersenyum saja.
TING.
Pintu lift terbuka dan Adel langsung saja keluar, ia berjalan menghampiri ruangan Kafka.
"Selamat siang, Bu" sapa sekertaris Kafka.
"Siang, apakah Pak Kafka ada?" tanya Adel lembut.
"Ada, Bu" jawab sekertaris sopan.
Adel tersenyum dan langsung masuk ke ruangan sang suami.
Ceklek.
Kafka langsung menengok siapa yang masuk tanpa mengetuknya terlebih dulu.
Lalu ia tersenyum saat melihat sang Istri yang sudah berjalan menghampiri nya.
"Sayang" panggil Kafka dengan lembut.
"Makan dulu ya, Mas. Ini buatan aku loh" ajak Adel antusias.
Kafka langsung berdiri dan menghampiri Adel yang sedang menata makanan di meja.
"Sayang jangan terlalu lelah" ucap Kafka khawatir.
Adel tersenyum dan duduk di sebelah Kafka. Ia mengelus tangan Kafka lembut.
"Tidak, Mas. Aku di bantu Bibi kok, lagi pula tidak lelah dan Baby nya sehat" balas Adel tersenyum lembut.
Kafka menghela nafas seraya memeluk tubuh Adel.
"Tenanglah aku dan Baby kuat kok" ucap Adel menenangkan Kafka
"Hmm, tapi aku mohon jangan terlalu lelah dan jaga kesehatan ya" pinta Kafka
Adel mengangguk dengan memeluk tubuh sang suami.
"Ayo makan" ajak Adel seraya melepaskan pelukannya.
"Hmmm, aku suapin ya" ucap Kafka tersenyum.
Adel tersenyum saja, ia tidak bisa menolak apapun yang di katakan sang suami tercinta nya.
Setelah Adel menyiapkan makanannya dengan segera Kafka mengambil piring dan mulai menyuapi Adel dan dirinya.
Mereka makan dengan hangat bahkan sesekali tertawa karena Kafka terus saja menggombal.
Sedangkan di Mansion, Milsi baru sampai dan langsung membersihkan diri. Setelah selesai dan rapih ia langsung menghampiri Bi Imah.
"Bi, kemana Kak Adel?" tanya Milsi.
"Lagi ke Perusahaan Tuan, Non" jawab Bi Imah.
Milsi hanya mengangguk dan langsung mengambil makan yang memang sudah siap di meja makan.
"Bi, ayo makan" ajak Milsi.
"Yahhhh, oh iya Bi di kulkas ada persedian buah-buahan tidak?" tanya Milsi
"Adaa, mau bikin salad?" tanya balik Bi Imah.
Milsi hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Yaudah Bibi siapkan, Non makan saja" ucap Bi Imah
"Makasih, Bi" balas Milsi.
Bi Imah hanya mengangguk dan langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat salad buah.
Setelah selesai makan, Milsi langsung membereskan bekasnya. Ia lalu membuat salad buah yang lumayan banyak.
Milsi membuat nya hanya sendiri karena Bi Imah sedang di belakang.
***
Sore hari nya saat Milsi sedang bersantai di ruang keluarga ia di kejutkan dengan suara seseorang yang ia rindukan.
"Halooooo epribadeh" teriak seseorang.
Milsi langsung berdiri dan melotot tak percaya.
"Adekkkkkk" teriak Milsi dengan secepat mungkin lari.
"Ahhhhh Kak Isel" balas Qilla teriak. Ya Qilla dan rombongan sudah sampai bahkan langsung meluncur ke Mansion Kafka.
"Yaampun Nyonya, Tuan silahkan masuk" ucap Bi Imah yang baru saja tiba disana.
"Bi, tolong buatkan minuman ya" titah Ayu ramah.
"Siap Nyonya" balas Bi Imah.
Lalu mereka langsung duduk di ruang keluarga dan meninggalkan Milsi dan Qilla yang masih berpelukan.
"Kemana Adel nya" ucap Rahma celinguk mencari Cucu menantunya.
"Ahhh iya kemana ya! Isel, Kakak kamu kemana?" tanya Ayu pada Milsi.
Milsi dan Qilla langsung menghampiri yang lainnya.
"Lagi ke Perusahaan Abang, Mom" balas Milsi.
"Ahh yaampun kenapa dia kesana sih! Apalagi sekarang dia lagi hamil kan!" gerutu Rahma dengan kesal.
"Sudahlah Bun, sebentar lagi juga pulang" ucap Antoni mengusap pelan bahu sang Istri.
Sedangkan Elga hanya diam saja dan memakan camilan buatan Art sang Putra.
Elga hanya tersenyum tipis melihat sang Mertua yang tengah menahan kesal.
.
.
.