That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 43



Kafka dan Rendi sudah mengetahui gerak-gerik wanita yang sudah meneror Adel.


"Cih ternyata dia adalah Tya. Wanita gila yang baru saja sembuh" gumam Kafka.


"Tapi kita harus tetap waspada, Ka" ucap Rendi dengan serius.


"Iyaa, kau suruh beberapa anak buah kita untuk menjaga Adel dan Milsi. Aku takut mereka akan mencelakai nya" titah Kafka dengan tegas.


"Sudah di laksanakan" balas Rendi cepat.


Kafka dan Rendi kembali fokus pada pekerjaannya. Mereka bekerja dari Rumah hari ini , karena sang Nyonya Kafka tidak mau di tinggalkan.


Sedangkan di kamar , Adel dan Milsi sedang melepaskan ke rinduan mereka yang sudah 1 minggu tidak bertemu.


Ting.


Adel langsung membuka chat masuk ke ponsel nya.


+*62385432××××××


'Kau akan kehilangan suami mu secepatnya, lihatlah karena aku sedang bersama nya*'


Adel langsung tertawa melihat isi pesan tersebut. Karena penasaran, Milsi pun ikut melihat nya dan ia pun ikut terbahak.


"Yaampun Kak, dia kira Kakak akan percaya. Orang Abang Kafka ada di sini" ucap Milsi di sela-sela tawa nya.


"Iyaa, dia kira aku akan percaya begitu saja mungkin! CK, tya tya kau tidak bisa menipu ku" balas Adel tersenyum miring.


"Yang begini mah harus di balas nya dengan halus" ucap Adel kembali.


"Sini biar aku balas" balas Milsi mengambil ponse Kakak nya.


Dengan semangat, Milsi langsung menelpon nomor tersebut. Tetapi hingga panggilan ke-3 nomor nya sudah tidak aktif.


"Hahaha! dia kira kita ini masih penakut seperti dulu , atau mungkin mereka kira kita hanya bisa bersembunyi di balik kekuasaan Ardmaja! Mereka salah, kita juga punya batas ke sabaran dan di sana kita bisa membalas nya dengan kejam" ucap Adel dengan sorot mata tajam.


Saking asyik nya Adel dan Milsi tidak menyadari bahwa suami mereka sudah berdiri di belakangnya.


"Sayang" panggil Kafka lembut.


Adel langsung menoleh dan tersenyum hangat pada sang Suami.


"Jangan emosi begitu, tidak baik bagi Baby" tegur Kafka.


"Hmmm, aku hanya kebawa emosi saja. Sudah selesai ngerjain berkas nya?" tanya Adel.


"Udahh sayang, bagaimana kalau kita jalan-jalan" ajak Kafka


"Pantai yaaaa" rengek Adel dengan manja.


Milsi dan Rendi tersenyum melihat bagaimana kemesraan mereka.


"Yeayyyyy" senang Adel.


Milsi dan Rendi langsung saja keluar dari kamar tersebut. Mereka juga akan bersiap-siap untuk pergi.


"Seneng nya yang habis kangen-kangennan sama Kakak nya" goda Rendi dengan mencubit gemas hidung Milsi.


"Apasih Massss" malu Milsi dengan memalingkan wajah nya.


"Hahaha! Yaampun, gemesss banget sih" goda Rendi kembali.


Dengan malu Milsi langsung memeluk tubuh Rendi dan menyembunyikan wajah nya di dada sang Suami.


"Udahhh ah, hayu mereka sudah menunggu di luar" ajak Rendi dengan lembut.


"Jangan menggoda lagi" rengek Milsi malu.


"Haha, tidak sayang" balas Rendi dengan tersenyum.


Lalu mereka dengan segera keluar kamar, terlihat disana Kafka dan Adel yang baru saja keluar dari lift.


"Ayoo, kita mampir dulu di minimarket nanti" ucap Kafka dengan menggandeng Adel.


"Siappp" balas Rendi.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, di depan dan belakang nya banyak boddyguard yang menjaga mereka. Tetapi mereka tidak mencolok.


***


Di Perusahaan Ardmaja, Tya sangat bahagia karena rencana yang ia buat berhasil. Padahal semua kebahagian itu akan sirna jika Tya tahu bahwa Adel sedang pergi liburan dengan Kafka.


"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku" gumam Tya dengan berbinar.


Dengan penuh rasa percaya diri, Tya bangun dari duduk nya dan berjalan dengan lenggak-lenggok keluar dari ruangan Kafka.


"Hei, tolong bilang sama Kafka aku tunggu di Apart" ucap Tya dengan sombong.


"Baik Nona" balas Sekertaris Kafka.


Setelah kepergian Tya, Sekertaris Kafka langsung tertawa geli.


"Yaampun percaya diri sekali dia, padahal Tuan Kafka sedang ada di Rumah dengan Bu Adel" ucap Sekertaris tersebut.


Sekertaris Kafka hanya bisa menggelengkan kepala saja. Ia masih tidak menyangka bahwa ada wanita yang Obsesi nya tinggi sekali.


.


.


.