That Woman, Is Mine!

That Woman, Is Mine!
Bab 11



Setelah selesai serangkaian acara Akad Nikah. Keluarga besar Kafka langsung istirahat sebentar dan mereka akan bersiap kembali untuk acara resepsi.


Kafka dan Adel beristirahat di kamar Kafka. Adel sangat canggung berada satu ruangan dengan Kafka.


"Istirahatlah dulu , lumayan ada 1 jam untuk istirahat" ucap Kafka mengusap lembut pipi Adel.


"Hmmmm baiklah" balas Adel.


Lalu Adel masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya. Kafka hanya duduk santai di sofa kamar tersebut dengan memakai kimono mandi nya.


Setelah beberapa saat , Adel keluar dengan memakai kimono yang sama dengan Kafka. Kafka melongo bahkan menelan ludah kasar , dengan cepat Kafka langsung masuk ke kamar mandi.


"Ahhhh memalukan" gerutu Adel. Dengan langkah cepat Adel langsung menyelusupkan badannya pada selimut.


Karena memang agak lelah, Adel langsung terlelap tanpa menunggu Kafka.


Sedangkan di dalam kamar mandi , Kafka sedang merendam tubuh nya yang mendadak sangat panas saat melihat kaki jenjang Adel.


"Huhhh belum saatnya , Boy" ucap Kafka dengan menatap pada adiknya.


Setelah selesai , Kafka langsung keluar dan ia melihat Adel yang sudah terlelap.


Kafka ikut merebahkan tubuhnya di samping Adel , dan mereka terlelap karena kelelahan.


Sedangkan di kamar Elga , mereka saat ini sedang berbincang hangat , ya disana ada Lana , Elga dan Ikmal beserta Istrinya.


Mereka berbincang tentang semua hal , bahkan Ayu sangat senang dengan Putri nya Ikmal yang berUsia hampir 4 tahun.


"Mbak Kei , anaknya tinggal disini saja ya" celetuk Ayu.


"Ada-ada saja kau ini , Yu" kekeh Vani.


"Nanti Mbak dapat yang lebih lucu lagi dari Kafka dan Adel" ucap Keila lembut.


"Ahhhh yaampun kamu buat kebaikan apa sih dulunya sampai punya bini lembut , baik dan shalahah gini" ucap Lana dengan tersenyum.


"Ahhj bener tuh , padahal lo dulu seorang pemain" timpal Elga.


Keila hanya tersenyum dan menunduk malu, ia sudah tahu semua tentang Ikmal , awalnya sih ia merasa kecewa tetapi sekarang ia bersyukur karena Ikmal benar-benar berubah.


"Entahlah , tetapi Tuhan sangat baik padaku dengan mengirimkan pendamping yang sangat baik , lembut , ramah dan masyaallah sabar nya banget" bangga Ikmal dengan menatap Keila lembut.


"Ahh syukurlah , semoga saja kalian cepat dapat anak kembali" doa Vani dengan tulus.


"Ini juga lagi ngisi , Mbak" balas Keila


"Wowwww loh jago padahal udah tua" ucap Lana dengan tertawa.


"Sialan lo" kesal Ikmal.


"Mbak Vani kenapa gak nambah anak dulu?" tanya Keila penasaran.


"Rahim aku di angkat , Kei. Karena pas bulan terakhir kandunganku aku terjatuh dan mengakibatkan rahimku bermasalah , hingga Sela berumur 1 tahun aku kembali hamil. Tetapi aku mengalami kecelakaan dan mengakibatkan aku keguguran dan rahim ku bermasalah , yaa jadi harus di angkat" jawab Vani tersenyum.


"Yaampun maafin aku , aku tidak tau, Mbak" ucap Keila tak enak dan langsung memeluk Vani.


Lalu Ayu melihat jam yang menunjukan angka 01.


"Ayo kita bersiap, sudah waktunya acara akan di mulai" ajak Ayu pada mereka.


"Ayoo" ucap Vani dan Keila.


Sedangkan para lelaki hanya mengangguk saja.


Di kamar Kafka , mereka baru saja selesai mandi dan sekarang Kafka sudah memakai setelan jas yang senada dengan gaun Adel.


Sedangkan Adel saat ini sedang di makeup oleh MUA terkenal di sana. Bahkan itu MUA langganan keluarga Ayu.


Dengan sabar Kafka menunggu Adel sambil memainkan ponselnya.


-Aula Hotel


Satu persatu tamu datang dengan membawa hadiah serta anak dan istringa.


Dan hampir semua anak wanita kolega bisnis Kafka , Elga dan Antoni penasaran dengan mempelai wanita nya.


Mereka berdecak kagum melihat keindahan Aula yang sudah di dekor itu , bahkan para media dan wartawan berjejer dimana-mana untuk meliput berlangsungnya acara Resepsi tersebut.


Keluarga Elga , Antoni , Lana dan Ikmal pun hadir untuk menyambut tamu undangan tersebut.


Mereka memakai pakaian yang sangat elegant dan berkelas. Ayu tidak suka memakai pakaian yang glamor dan wah seperti Sosialita lainnya.


Makin kesini tamu undangan semakin banyak dan memenuhi Aula tersebut.


Lalu mengalun lagu yang sangat indah dan romantis. Dari arah luar masuklah sang pengantin dengan wajah yang di liputi kebahagian.


Kafka masuk dengan menggandeng tangan Adel , mereka sangat serasi apalagi dengan gaun yang sangat indah dengan harga yang pantastic.


"Yaampun Bu Adel cantik banget"


"Iya lihatlah , apalagi dia memakai gaun yang hanya ada 1 di Dunia ini , bahkan di rancang oleh perancang Dunia"


"Ahh aku makin kagum dengan pasangan ini"


"Uwowww pasti besok kita pesta bonus nih"


Begitulah perbincangan antar karyawan ArdmajaGroup. Bahkan mereka terus saja memuji ke cantikan Adel.


Adel dan Kafka berjalan dengan sangat indah , hampir semua mata memandangnya berdecak kagum.


Setelah sampai mereka langsung duduk di pelaminan dan sang MC pun memulai acaranya.


.


.


.