
# Amsterdam, 1,5 tahun kemudian
Clayton menggendong putri kecilnya yang sedang tertawa karena tangan daddynya tak berhenti menggelitiknya.
"Clayrianne sayang, hari ini daddy dan mommy mau jalan dulu. Anak cantik daddy tinggal sebentar ya sama opa dan oma. Be a good girl, okay?" ucap Clayton sambil mengecup pipi Clayrianne yang menggemaskan. Clayrianne hanya tertawa dan mengangguk. (Clayrianne adalah gabungan dari nama Clayton dan Adrianne)
Clayton mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang sedang berdandan.
"Sayang, cepeten dong. Jangan terlalu cantik dandannya, kamu kan emang udah cantik dari sononya. Takutnya kalau terlalu cantik nanti pada dilirik pria hidung belang diluar sana."
Adrianne hanya bisa tertawa kecil mendengar celoteh suaminya.
"Iya, gak sabaran sih. Lagian masih sejam janjian sama Damian dan Elle. Aku pakai sepatu dulu."
Beberapa menit kemudian Clayton yang menggendong Clayrianne turun kelantai bawah bersama Adrianne. Keduanya disambut Tuan Adhiata dan Nyonya Dara yang sudah senyum-senyum pada cucu mereka.
Selama Clayton dan Adrianne menghabiskan liburan mereka di rumah orang tua mereka, Clayrianne sudah terbiasa dengan oma dan opanya, bahkan tidurpun bersama mereka.
"Cucu opa, udah harum nih. Sini opa gendong." ucap Tuan Adhiata sambil mengambil Clayrianne yang sedang senyum-senyum pada opa dan omanya.
"Cucu oma cantik banget, udah habis mandi ya. Mata dan hidungmu mirip banget sama daddy dan opamu. Tapi cantiknya ikut mommynya." ujar Nyonya Dara sambil mengusap lembut pipi cucunya dan mengecupnya.
Clayton dan Adrianne hanya bisa tersenyum mendengar perkataan ibu mereka.
"Ma, Pa, kami keluar sebentar untuk bertemu teman lama. Sejak mereka pindah ke Saint Petersburg, baru kali ini kami hendak bertemu. Mereka juga sedang liburan kesini jadi sekalian reuni. Kami titip Clayrianne ya."
ucap Clayton.
"Jangan khawatir, Clayrianne kan anak manis. Oma dan opa sangat betah mendengar celotehannya." ucap Tuan Adhiata dengan senyum lebar kearah cucunya yang sedang memainkan jarinya diwajah opanya.
"Oh, ya Ma, stok ASI untuk Clayrianne sudah aku taruh di freezer seperti biasanya." ucap Adrianne pada Nyonya Dara yang disambut dengan anggukan dan senyuman.
Clayton dan Adrianne mengecup dahi putri mereka lalu beranjak dari situ. Sopir telah siap mengantar mereka ke sebuah restoran yang sudah diatur oleh Damian dan Elle.
Setelah tiba direstoran yang dituju, Clayton dan Adrianne disambut dengan pelukan hangat oleh Damian dan Elle. Terlihat seorang baby sitter sedang menggendong seorang bayi laki-laki lucu yang tampaknya seumuran dengan Clayrianne.
"Ini putra kalian?" Tanya Adrianne pada Damian dan Elle sambil mengecup tangan bayi itu.
Damian dan Elle tersenyum dan mengangguk bersamaan. "Namanya Dennis." ucap Damian.
Clayton tersenyum pada anak itu sambil memainkan jarinya. "Kamu sangat tampan baby." Dennis tertawa mendengar ucapan pria di depannya, kemudian Ia menyentuh wajah Clayton dengan tangan kecilnya.
"Anak kalian mana? Aku ingin melihatnya." ucap Elle pada Clayton dan Adrianne.
"Kami sengaja gak membawanya. Opa dan omanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Clayrianne selama kami disini." ujar Adrianne sambil meneguk secangkir teh hangat ditangannya. Ia kemudian mengambil hape dan menunjukkan foto putrinya pada Damian dan Elle. Kedua orang itu tersenyum melihat foto gadis cantik dan imut dihape tersebut.
"Wah....cantik banget putri kalian. Wajahnya gabungan daddy dan mommynya." ucap Damian dan diiyakan oleh Elle.
"Hmm...she's so cute and lovely." ucap Elle sambil tersenyum manis.
Sesaat kemudian, aneka makanan dan juga minuman telah disajikan oleh pelayan dan mereka mulai mengobrol tentang kehidupan dan pekerjaan mereka masing-masing.
Pelayan membantu menuangkan anggur di gelas masing-masing.
Adrianne memandang Elle. "Sejak kapan kamu menolak minum anggur?"
Damian dan Elle saling berpandangan penuh arti dan tersenyum kecil.
"Elle sedang mengandung anak kedua kami, jadi dia tidak boleh minum minuman yang mengandung alkohol." ujar Damian sambil merangkul bahu Elle.
"What?" seru Adrianne. "What good news it is!"
Clayton tersenyum lebar. "Congratulations!"
Ia kemudian merangkul pinggang Adrianne dan tersenyum menggoda pada istrinya.
"Kita kalah selangkah dari mereka kali ini. Bersiaplah karena kita akan segera bikin adik buat Clayrianne."
Damian dan Elle spontan tertawa keras mendengar godaan Clayton pada istrinya. Wajah Adrianne telah bersemu merah. Ia langsung melancarkan sebuah cubitan dipinggang Clayton, yang dibalas suaminya dengan sebuah kecupan singkat dibibir Adrianne.
Samar-samar bunyi alunan piano yang dimainkan seseorang telah berhenti.
Clayton menatap Adrianne, "Mau menemaniku bermain piano, sayang? Tanya Clayton dengan lembut.
Adrianne tersenyum dan mengangguk. Keduanya kemudian berjalan kearah piano yang tak jauh dari meja mereka. Keduanya duduk berdampingan didepan piano tersebut.
"Spring Waltz, lagu kita?" ucap Adrianne yang disambut sebuah anggukan oleh Clayton.
Tangan kedua pasangan itu mulai menekan tuts-tuts pada piano itu sehingga terciptalah alunan musik klasik yang indah dari jari-jari mereka yang kompak. Beberapa pasangan yang sedang menikmati hidangan mereka bertepuk tangan, termasuk Damian dan Elle.
Melihat kekompakan permainan piano yang sangat memukau oleh Clayton dan Adrianne, membuat Damian dan Elle hanyut dalam keindahan nada-nada yang tercipta. Damian mengecup bibir Elle dengan lembut.
Clayton dan Adrianne terus memainkan tarian jari-jari mereka dan sesekali saling berpandangan dan tersenyum bahagia.
Keindahan musik berakhir dengan indah.
"Terima kasih sayang, kamu adalah cinta dalam hidupku selamanya." Bisik Clayton ditelinga istrinya.
Mereka saling bertatapan mesra dan hal itu membawa mereka pada peristiwa beberapa tahun yang silam sewaktu mereka saling menyatakan perasaan cinta di depan Piano Clayton.
"Aku mencintaimu, sayang, dan akan selamanya begitu." ucap Adrianne lembut.
Clayton menarik leher Adrianne perlahan dan menyatukan bibir mereka dalam kebahagiaan cinta yang terus bertumbuh selamanya.
Semua mata yang sedang menyaksikan kemesraan mereka merasakan ruangan tersebut penuh dengan kehangatan cinta yang dialirkan dari kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.
****************THE END***************
Hi readers, akhirnya tamat juga novel keduaku ini.
Jangan lupa LIKE and COMMENTnya ya plus RATE 5 STARSnya juga 🙏🙏
Terima kasih atas atensi kalian semua. Jangan lupa mampir juga ke novel aku
#Contradictory Love dan #Menikahi Gadis Berandal (sedang berlangsung) 🙏🙏😊😊