Tears, Revenge, and Love

Tears, Revenge, and Love
Kunjungan Dadakan



Clayton menatap layar hapenya ketika bunyi panggilan masuk. "Mama' gumamnya.


"Hai Mama." ucap Clayton ketika telepon telah tersambung.


"Clayton. Apa kabar kalian berdua?" ucap suara ibu Clayton diseberang.


"Aku dan Anne baik-baik saja Ma. Papa gimana?" Tanya Clayton.


"Wah, sejak kedatanganmu dan Anne, kondisi papamu semakin membaik. Sekarang papamu sudah tidak pakai bantuan kursi roda lagi. Papamu sudah berjalan dengan normal." ujar ibunya dengan bersemangat.


Mendengar perkataan ibunya, Clayton sangat bahagia.


"Aku senang sekali mendengar kemajuan kondisi papa."


"Oh iya, karena papamu sudah lebih sehat, ia ingin mengunjungi kalian di Saint Petersburg. Katanya kangen liat kehidupan kalian disana."


Ucapan ibunya membuat Clayton terperanjat.


"Benarkah? Kapan mama dan papa mau mengunjungi kami?" Tanya Clayton dengan mata berbinar.


"Lusa kami sampai." kata ibunya.


"Apa? Kenapa mendadak sekali Ma?" Tanya Clayton dengan nada masih terkejut.


"Ada yang papamu ingin bicarakan denganmu, Clay. Ngomong-ngomong apakah Anne akan memperpanjang kontrak kerjanya?" Tanya ibu Clayton dengan ragu-ragu.


Clayton tersenyum sambil menggeleng.


"Gak Ma. Kami berencana akan kembali ke Indonesia. Kemungkinan aku harus balik duluan karena Pak Reyhan yang mengurus perusahaanku memintaku untuk segera kembali karena ada beberapa masalah genting yang harus aku selesaikan disana. Lagian, Anne sudah mendapat tawaran menjadi Direktur di sebuah rumah sakit swasta disana yang baru akan dilaunching sekitar delapan bulan depan bertepatan dengan habisnya kontrak Anne disini."


"Syukurlah kalau kalian akan kembali ke Indonesia." ucap ibunya lega. "Papa sama mama hanya akan menghabiskan dua hari saja disana karena sesudah itu kami akan mengunjungi keluarga papa yang ada di Hongkong."


"Okelah Ma, tolong informasikan jam pesawat tiba disini lusa nanti. Aku akan jemput."


"Iya, Nak. Nanti mama kirim infonya lewat WhatsApp aja. Kalian jaga diri baik-baik disana."


"Makasih ma, mama dan papa juga ya."


Clayton menutup telepon dan beranjak dari tempatnya duduk.


Ia berjalan ke arah dapur dimana Adrianne sedang menyiapkan makan malam.


"Sayang, mama dan papa akan mengunjungi kita. Mereka akan tiba nanti lusa. Keadaan papa sudah lebih baik dan ia sudah tidak dikursi roda lagi karena sudah bisa berjalan normal."


Adrianne tersenyum, "Wah ... syukurlah kalau begitu. Berapa lama mereka akan berada disini?"


"Hanya dua Hari karena mereka harus ke Hongkong setelah itu."


"Hmm....kalau hanya dua hari, gak usah tinggal di hotel, disini aja. Mereka bisa tidur dikamar kita dan kita tidur di apartemenku atau disofa aja. Gak masalah bagiku." ujar Adrianne yang membuat Clayton mengangguk pertanda setuju.


"Berarti kita harus bersih-bersih apartemen ini besok pagi. Kamu besok jam berapa bertugas, sayang? Tanya Clayton sambil mengambil satu buah udang goreng tepung yang sudah disiapkan istrinya diatas meja dan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya.


"Besok aku tugas jaga malam sampai pagi jadi kita bisa bersih-bersih dulu. Ayo makan, keburu dingin supnya. Lagian aku masih harus mandi sesudah ini. Tadi gak sempat mandi diklinik." ucap Adrianne sambil mengambilkan makanan untuk Clayton.


.


.


.


.


.


.


Mobil Clayton yang membawa ayah dan ibunya memasuki kompleks apartemennya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Mama dan papa gak usah nginap di hotel. Anne bersikeras agar mama dan papa nginap di apartemen kami karena cuma dua hari. Apartemen ini disewakan Elle untukku selama menggantikan pekerjaannya disini. Mobil ini juga miliknya yang dipinjamkan. Aku gak mau beli kendaraan disini karena tanggung bagiku yang sudah harus kembali ke Indonesia. Anne juga lebih menikmati naik kendaraan umum sewaktu kami belum menikah. Urusannya bakal ribet jika harus membeli kendaraan disini kemudian menjualnya kembali. Kami berdua tidak mau direpotkan dengan hal-hal tersebut."


"Kapan rencananya akan kembali ke Indonesia, Clay?" Tanya ayahnya.


"Rencananya bulan depan Pa. Saya menunggu Elle kembali dulu. Menurut Elle dia akan sampai disini pertengahan bulan depan. Ayahnya sudah sembuh, tapi katanya masih ada acara besar keluarga mereka yang harus Ia ikuti." ucap Clayton sambil mempersilahkan orang tuanya memasuki apartemennya.


Adrianne menyambut mereka ketika Clayton membuka pintu. Merekapun saling berpelukan dan Adrianne mencium pipi kedua mertuanya.


"Mama dan papa pasti capek ya. Kita makan dulu. Aku dan Clayton hari ini masak spesial untuk mama dan papa." Ucap Adrianne sambil mengapit tangan ibu mertuanya menuju meja makan."


"Biar aku bawa kopernya sekalian tunjukkan kamar mama dan papa." ucap Clayton.


Setelah melepas rindu sambil menikmati hidangan yang disajikan oleh anak-anak mereka, Tuan dan Nyonya Cakrawangsa mengistirahatkan diri mereka yang lumayan lelah dikamar yang sudah disiapkan oleh Adrianne dan Clayton.


Clayton membantu istrinya membersihkan meja makan dan juga mencuci piring.


"Sayang, jam berapa kita ke apartemenmu? Mama dan papa kayaknya sangat kelelahan. Mereka sudah tertidur."


Adrianne berpikir sejenak. "Ntar lagi ya, aku masih sedikit lelah karena tadi pagi pasien lumayan banyak. Beruntung besok weekend jadi kita agak santai. Kita ajak mama dan papa jalan-jalan ya?"


Clayton tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Kamu istirahat saja dulu, biar aku yang mengelap semua perkakas ini dan mengaturnya dilemari."


Adrianne tersenyum seraya mengecup singkat bibir suaminya. "Makasih Sayang."


Ia kemudian menghempaskan tubuhnya disofa dan kemudian mengambil remote control serta mulai menonton acara komedi favoritnya. Kali ini Adrianne harus menahan volume tawanya karena takut mengganggu mertuanya yang sudah tertidur dikamar atas.


Beberapa saat kemudian Clayton telah selesai membereskan dapur. Ia menatap istrinya yang sudah tak bersuara lagi. Clayton mendekati Adrianne kemudian tersenyum.


"Sudah tertidur." gumamnya. "Kasian dia, kelihatan lelah banget."


Clayton menjadi tak tega untuk membangunkan istrinya yang kelihatan sangat pulas dalam tidurnya.


Clayton sendiri juga sebenarnya sudah sangat mengantuk. Ia kemudian memutuskan untuk tidur berdempetan sambil memeluk tubuh Adrianne di sofa kecil itu. Walaupun sofa tersebut hampir tak muat bagi mereka, Clayton sangat menikmati memeluk istrinya. Beberapa saat kemudian kedua insan itu sudah tertidur dengan nyenyak.


Keesokan paginya, Nyonya Dara yang sudah terbiasa bangun pagi, hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat gaya kedua insan tersebut yang masih tertidur di sofa dengan nyamannya. Nyonya Dara sebenarnya merasa kasian melihat mereka harus tidur bersama di sofa kecil itu.


Ia tak tega membuat mereka terbangun maka Nyonya Dara dengan pelan-pelan mencoba membuat sarapan berupa cheese pancake untuk mereka semua tanpa mengeluarkan bunyi yang bisa membangunkan dua orang yang masih meringkuk itu.


Namun, bau harum aroma cheese pancake tersebut, membuat Clayton dan Adrianne terbangun.


"Mama? Sudah bangun?" Tanya Adrianne yang langsung berdiri diikuti oleh Clayton.


Nyonya Dara tersenyum. "Iya. Nih mama lagi bikin sarapan buat kita semua. Kalian mengapa tidur di sofa kecil itu. Apa gak pegal badan kalian?" Tanya Nyonya Dara.


Baik Clayton maupun Adrianne hanya bisa tersenyum. "Gak masalah kok Ma. Tadi malam kami udah sangat ngantuk sampai gak sempat lagi ke apartemen Anne. Lagian kalau tidur ditempat yang sempit seperti ini pasti meluk Anne terus. Iya kan sayang?" Ucapan Clayton disambut sebuah cubitan diperutnya oleh Adrianne. Clayton meringis sambil menahan tangan Adrianne. Sedetik kemudian Adrianne hanya bisa tersipu malu ketika Clayton membalas cubitan tersebut dengan sebuah kecupan dibibirnya.


Nyonya Dara hanya bisa tersenyum geli menyaksikan ulah kedua anaknya itu.


# Clayton dan Adrianne yang tertidur di sofa