Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 8 - Frost Giant



...-- Dungeon Rank B --...


...-- Frost Giant's Keep --...


Menyadari sosok lawannya yang sebenarnya, Frost Giant itu mulai gemetar. Hal yang wajar karena Aaron adalah sosok yang cukup terkenal di dunia Iblis.


Ia dikenal dengan sebutan Deathbringer atau pembawa kematian. Semua itu karena setiap kali sosok Aaron terlihat, selalu ada Iblis yang akan mati. Baik itu tingkat rendah ataupun tingkat tinggi.


Seorang sosok pemburu yang tak memberikan ampun kepada lawannya.


"Yah, kau tahu? Aku punya sedikit urusan dengan Tuanmu, Raja Es Abadi. Apakah kau tahu dimana dia berada?" Tanya Aaron dengan tenang sambil memainkan pedangnya.


"Diam kau! Aku takkan memberitahumu apapun mengenai Yang Mulia!" Teriak Frost Giant itu dengan suara yang gemetar.


"Huh.... Sungguh disayangkan. Lagipula, kenapa kau ketakutan seperti itu? Seharusnya manusia sepertiku yang takut pada Iblis bukan?"


Senyuman yang terlukis di wajah Aaron jauh lebih menyerupai Iblis daripada Iblis itu sendiri.


Seketika....


'Tap!'


Hanya dengan satu hentakan kaki. Aaron kini telah berada tepat di depan Frost Giant itu. Tanpa keraguan, Aaron mengayunkan pedangnya ke arah lengan kirinya.


'Sraaasshh! Klaaangg!!'


Diluar dugaan Aaron, pedang yang digunakannya patah setelah sedikit menggores lengan Frost Giant itu.


Bahkan tanpa menjauh dari jangkauan lawannya, Aaron hanya berdiri dengan tenang memandangi pedangnya yang patah.


"Hmm? Kenapa patah?" Tanya Aaron pada dirinya sendiri dengan wajah yang bingung.


Tak ingin membiarkan kesempatan itu sia-sia, penguasa Frost Giant di kastil ini pun segera memberikan pukulan terkuatnya kepada Aaron. Targetnya tepat di kepalanya.


'Blaaaaarrr!!!'


Tekanan yang sangat kuat dari pukulan itu menyebabkan hancurnya sebagian ruangan kastil ini. Debu dan puing bangunan berterbangan ke segala arah, menutupi pandangan semua orang.


Termasuk Hendra dan juga Alice yang bersembunyi di kejauhan.


"Aaron!" Teriak Alice seraya berusaha untuk membantu Aaron dengan kembali ke dalam kasti itu.


Tapi Hendra dengan cepat menghentikannya dengan menarik tubuhnya.


"Hentikan. Jangan biarkan pengorbanannya sia-sia. Kita akan segera meninggalkan tempat ini." Balas Hendra dengan tegas.


Mereka berdua pun akhirnya keluar dari dunia iblis ini melalui portal yang ada. Meninggalkan Aaron sendirian di tempat itu.


Kembali ke dalam Kastil itu....


"Ha.... Hahaha! Apa?! Ternyata rumor mengenai Deathbringer hanya dilebih-lebihkan saja! Buahahaha!" Teriak Frost Giant itu sambil tertawa puas melihat Ia baru saja menghancurkan lawannya.


Tapi di balik debu yang menutupi pandangan itu....


"Uhuk.... Uhuk. Sialan, jangan buat aku menghisap semua debu ini." Ucap Aaron yang nampak lebih sibuk mengkhawatirkan mengenai debu yang berterbangan itu.


"A-apa yang...."


Seketika, Frost Giant itu mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi setelah melihat telapak tangan kiri Aaron.


Terlihat telapak tangannya sedikit memerah dengan beberapa luka goresan di sekitarnya. Tapi semua itu segera menghilang setelah cahaya hijau mulai menyelimuti telapak tangan Aaron.


"Kau.... Tidak mungkin...."


Ketakutan mulai menguasai diri Frost Giant itu. Semua terjadi setelah Ia menyadari betapa mengerikannya lawan yang sedang dihadapi.


Sedangkan Aaron sendiri....


"Dasar pedang tak berguna. Kurasa aku akan menggunakan tangan kosong saja untuk melawanmu. Berbahagialah. Aku akan bertarung denganmu pada bidang yang sangat kau kuasai." Ucap Aaron sambil segera membenahi kuda-kudanya.


"Aku akan membu...."


'Bruuukk!'


Sebuah pukulan telah dilayangkan oleh Aaron tanpa memberi kesempatan lawannya untuk berbicara. Pukulan itu mengenai tepat di bagian dada Frost Giant itu.


'Blaaarrr!! Bruuukk!!'


Kini, Frost Giant itu terlempar lebih dari 20 meter dengan menembus beberapa lapisan dinding.


Belum sempat Ia berdiri ataupun memahami apa yang baru saja terjadi, Aaron telah berdiri diatasnya. Memberikan rentetan pukulan tepat ke wajah Frost Giant itu.


Ekspresi wajahnya terlihat cukup datar seakan ini adalah hal yang biasa.


'Braaak! Bruuukk! Blaaarrr!'


Puluhan pukulan yang sekuat pukulan yang sebelumnya, dilancarkan berturut-turut tepat ke wajah lawannya.


Darah berceceran, bahkan beberapa gigi dan taring Frost Giant itu terlihat patah dan jatuh ke lantai kastil ini. Meski menyebutnya demikian, lantai kastil yang ada telah hancur lebur dan membentuk cekungan yang cukup dalam karena pukulan Aaron.


Segera setelah Aaron tak lagi melihat pergerakan dari tubuh Frost Giant itu, Ia menghentikan pukulannya.


Sebagai gantinya, Ia menyeret Frost Giant itu ke atap kastil ini. Dengan tenangnya, Ia masih berbicara seperti seakan tak terjadi apapun.


"Aku tahu kau masih hidup. Jangan berpura-pura bahwa kau telah mati atau aku akan membuat kematianmu jauh lebih menyedihkan. Paham?" Tanya Aaron dengan tenang sambil terus menyeret Frost Giant itu.


Menyadari ancaman yang dihadapinya, Frost Giant itu hanya bisa menganggukkan kepalanya yang telah tak berbentuk lagi.


"Bagus. Sekarang aku akan meminta sedikit bantuanmu. Uuh.... Siapa namamu? Eunema? Maaf tapi aku masih belum bisa mengingatnya. Daripada mengingat namamu...." Ucap Aaron sambil mengangkat tubuh Frost Giant itu ke udara dengan mencekik lehernya.


Tubuhnya gemetar, Ia sadar bahwa ini adalah akhir baginya. Meski begitu....


"Gunakan dua lenganmu yang masih sehat itu untuk menunjukkan arah dimana Raja Es Abadi berada. Ngomong-ngomong, saat ini kita sedang menghadap ke arah barisan pegunungan Sturdia." Perintah Aaron.


Beberapa detik berlalu dengan keheningan.


Akan tetapi, tak ada jawaban yang muncul.


"Hingga akhir sekalipun, kalian para iblis benar-benar setia dengan Tuannya ya? Baiklah jika begitu." Ucap Aaron sambil menghela nafasnya.


Aaron menyadari bahwa apapun yang dilakukannya takkan membuahkan hasil. Oleh karena itu....


"Ignis." Ucap Aaron dengan tatapan yang kini terlihat dipenuhi dengan kebencian.


Api berwarna biru segera melahap tubuh dari Frost Giant itu yang kini terlihat meronta-ronta karena kesakitan. Dua tangannya nampak berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari cekikan lawannya.


Tapi Aaron masih terus mencekik lehernya tanpa memperdulikan apapun. Secara perlahan, api biru itu juga mulai membakar dirinya.


'Meski sebagai pengguna sekalipun, Ignis di tingkat ini masih membakar tubuhku....' Pikir Aaron dalam hatinya melihat kulit di tangan kirinya yang mulai mengelupas secara perlahan.


Walau begitu, pembakaran yang terjadi pada diri Aaron jauh lebih lambat daripada yang terjadi pada targetnya.


Tepat setelah 8 detik, tubuh Frost Giant itu telah terbakar tanpa sisa. Bahkan abu sekalipun tak lagi terlihat jejaknya. Meninggalkan Aaron sendirian di atap kastil itu.


"Heal." Ucap Aaron singkat.


Tangan kirinya yang hampir memperlihatkan tulangnya itu mulai diselimuti oleh cahaya kehijauan yang indah. Secara perlahan, tangan kiri Aaron mulai sembuh dengan sempurna.


Mulai dari tulang yang terbakar, daging yang hilang, hingga akhirnya menumbuhkan kembali kulitnya seperti sedia kala.


Bahkan takkan ada orang yang bisa percaya bahwa tangan kirinya ini pernah terbakar hingga memperlihatkan tulangnya.


Setelah semua itu beres....


"Sekarang, sebaiknya aku segera kembali ke asrama. Aku masih perlu mempelajari cara menggunakan ponsel pintar itu."


Dengan begitu, Aaron berhasil menyelesaikan Dungeon tingkat [B] ini sendirian. Segera setelah Ia keluar dari Dungeon itu, portal yang menghubungkan dua dunia itu segera tertutup dan hilang selamanya.