
Aaron mendekat ke arah sebuah meja kayu itu. Di atasnya terdapat banyak sekali benda-benda dengan wujud yang cukup aneh. Tapi satu hal yang pasti, yaitu semua benda yang ada terlihat begitu mahal.
"Aaron, beberapa benda ini adalah perlengkapan tingkat Artifak yang telah dikumpulkan atau dibuat oleh Tuan Muda selama hidupnya. Aku ingin kau mulai mempelajari cara menggunakannya." Ucap Gath sambil mengarahkan lengannya ke atas meja itu.
Dari semua itu, fokus utama dari Gath adalah 4 buah Artifak utama yang dikumpulkan atau dibuat oleh Chronoa.
Yang pertama adalah sebuah jam dinding. Jam dinding dengan wujud lingkaran yang sangat kompleks itu terbuat dari logam berwarna putih yang indah.
Ratusan mesin dan gerigi dari berbagai ukuran hanya memperindah penampilan dari jam yang berukuran setinggi 50 cm itu.
"Indah sekali...."
"Benar begitu bukan? Ini adalah mahakarya dari Tuan Muda. Berada di dalam satu ruangan dengan jam ini akan membuat waktu berjalan sedikit lebih lambat. Atau tepatnya berjalan 0.9x dari waktu yang seharusnya.
Sedangkan jika kau mengalirkan Mana kepada jam ini, maka waktu akan semakin melambat. Yaitu menjadi setengah kali dari waktu yang seharusnya." Jelas Gath sambil tersenyum dengan sangat lebar seakan bangga dengan artifak yang ada di hadapannya.
Mendengar penjelasan itu, Aaron langsung membelalakkan kedua matanya. Ia tak bisa mempercayai bahwa benda sehebat itu bisa ada di dunia.
"Aku tak paham bagaimana caranya bekerja tapi, terus mengalirkan Mana padanya akan membuatku memiliki waktu sebanyak 2x lipat?!" Tanya Aaron dengan suara yang cukup keras.
Gath pun mengangguk seakan membenarkan perkataan Aaron. Hanya saja, Ia sedikit menyampaikan sesuatu.
"Tapi semakin besar ruangannya, maka efeknya akan semakin menurun. Itu karena artifak ini memaksa waktu di seluruh ruangan yang ditempatinya untuk bergerak melambat, seiring dengan kecepatan gerakan jarumnya.
Itulah mengapa meletakkannya di tengah perpustakaan ini bahkan takkan bisa memperlambat satu menit pun dalam satu hari." Jelas Gath.
Ia pun segera mengajari Aaron bagaimana cara untuk mengaktifkan dan menggunakannya. Dan pada kenyataannya, penggunaannya sangatlah sulit.
Aliran Mana yang diberikan harus stabil, tak ada sedikitpun perubahan yang diperbolehkan. Jika terjadi perubahan aliran Mana, maka pergerakan waktu di ruangan tersebut akan ikut berubah. Hanya saja jauh lebih drastis.
Hal itu akan membuat sedikit rasa mual. Dan jika perubahannya aliran Mana yang diberikan terlalu besar....
"Uuuggh.... Ini seperti Lagg di dunia nyata." Ucap Aaron yang menganalogikan kejadian yang dialaminya dengan sesuatu yang ada di dalam game.
"Hmm? Lagg? Apa itu?" Tanya Gath yang masih menutup sebagian mulutnya dengan tangan kirinya. Semua itu karena efek Aaron tak mampu mengalirkan Mana dengan stabil.
"Aah, benar juga. Kau tidak tahu tentang itu ya. Lain kali aku akan memperlihatkannya padamu, sebuah artifak buatan manusia." Balas Aaron sambil tersenyum lebar.
Mendengar perkataannya, Gath hanya bisa ikut tersenyum.
"Aku akan menantikan hari itu tiba, Aaron. Jujur saja aku sangat penasaran dengan artifak buatan manusia."
Segera setelah itu, keduanya keluar dari sebuah ruangan kecil yang kedepannya akan digunakan sebagai tempat latihan fisik itu.
Meninggalkan artifak jam dinding itu di dalamnya.
Gath pun kembali menunjukkan 3 buah Artifak lain yang ada, yang tentunya tak kalah hebat daripada yang sebelumnya.
"Ini adalah sebuah cincin yang terbuat dari Mana Steel. 12 buah Rune dituliskan di balik cincin ini. Efeknya akan meningkatkan afinitasmu terhadap sihir, membuatmu semakin terbiasa terhadap pergerakan Mana. Dan akhirnya akan meningkatkan kapasitas Mana milikmu secara drastis.
Ia pun segera melanjutkan bagaimana cara penggunaannya. Yang pada kenyataannya, hanya perlu untuk memasangnya di salah satu jari serta terus menerus mengalirkan Mana ke dalamnya.
Cincin yang memiliki warna perak dengan garis biru yang menyala di tengahnya itu terlihat begitu indah. Di balik cincin itu, terdapat 12 huruf Runic kuno dengan warna merah.
Berbeda dari Runic yang ada di dunia manusia, Runic yang ada di dunia Iblis menggunakan darah sebagai sumber utama energi.
Oleh karena itu, cincin itu akan terus menerus menyerap kekuatan fisik Aaron secara perlahan untuk menguatkan kekuatan sihirnya.
Dengan kata lain, sebuah pedang bermata dua.
"Kemudian Artifak yang ketiga, kau mungkin akan menyukai hal ini Aaron. Tidak, aku sangat yakin kau akan suka dengan benda ini." Ucap Gath yang menunjuk ke sebuah pedang dengan warna perak keemasan.
"Hahaha.... Kau sudah memahami ku nampaknya, dan kau benar. Itu benar-benar pedang yang indah."
Pedang yang ada di hadapan Aaron memiliki ukuran yang menyerupai pedang sucinya. Serta sedikit lebih panjang dan besar daripada pedang pelahap jiwa yang dulu digunakan olehnya.
"Ini adalah sebuah pedang yang diambil oleh Tuan Muda dari salah satu kastil Iblis. Kekuatan utamanya ada pada ketajaman dari pedang itu sendiri. Tak hanya itu, dikisahkan bahwa pedang ini tak bisa patah." Jelas Gath sambil tersenyum puas.
Hanya dengan melemparkan sebuah kertas, pedang itu mampu merobeknya secara langsung hanya dengan menyentuhnya saja.
"Hmm.... Ketajamannya memang sangat menarik. Aku penasaran apakah aku bisa melakukan penempaan ulang untuk membuat pedang pemakan jiwa dengannya." Ucap Aaron pada dirinya sendiri sambil mengelilingi pedang perak keemasan itu.
Mendengar hal itu, Gath pun terlihat sangat terkejut.
"Aaron?! Kau.... Bisa menempa sesuatu seperti itu?!" Tanya Gath dengan kedua mata yang terbuka lebar.
"Yah, begitulah. Tapi aku butuh beberapa pecahan jiwa dari sisa-sisa kekuatan Molrog. Dulu aku terus menerus mengikuti pertempuran di berbagai tempat.
Segera setelah Molrog memberikan kutukan kebangkitan pada seluruh mayat yang ada, aku memburu sebagian dari mereka untuk mengumpulkan pecahan dan sisa kekuatan Molrog. Meskipun.... Aku butuh puluhan tahun untuk melakukannya." Jelas Aaron dengan panjang lebar
"Kau?! Kau bertemu dengan Molrog di kehidupanmu yang sebelumnya?!"
"Tentu saja tidak! Aku hanya mendekati sisa-sisa pertempuran saja. Mereka dengan sendirinya bangkit setelah cahaya kehijauan menyelimuti medan pertempuran itu."
Aaron kemudian menjelaskan detailnya kepada Gath. Bahwa kekuatan dari Molrog memang benar-benar mengerikan. Ia bahkan tak perlu melangkahkan kakinya untuk membangkitkan pasukan yang telah mati.
Segera setelah sedikit kehebohan yang singkat itu, Gath langsung melarang Aaron untuk melakukan hal yang sama. Mendekati salah satu dari keenam penguasa adalah sebuah tindakan bunuh diri. Dan bisa saja mengancam rencana mereka berdua di masa depan.
Akhirnya, Gath pun kembali ke topik utama dan menjelaskan artifak yang terakhir.
"Aaron, mungkin dari semuanya, Artifak ini adalah yang paling berharga. Meski begitu, kekuatannya hanya bisa dipakai satu kali saja."
Di hadapan Gath, terdapat sebuah kalung perak dengan sebuah kristal yang memiliki warna pelangi yang indah. Kristal itu terlihat terlindungi oleh sebuah kaca yang cukup tebal dengan 6 buah sisi.
"Gath, jangan katakan itu adalah...." Ucap Aaron seakan menyadari apa yang ada di hadapannya.
"Itu benar. Ini adalah Mana Crystal, dengan tingkat kemurnian yang tertinggi. Keberadaannya saja sudah bisa disetarakan sebagai sebuah artifak."